Wuih, Gili Mas akan Menambah Cantik dan Hebat Kawasan Gili-gili di Lombok, Pesisir Barat Pulau ini Mulai Dikerjakan

Desain Terminal Gili Mas di Pelabuhan Lembar Lombok.(Gambar:Pelindo III cabang Lembar)

Desain Terminal Gili Mas di Pelabuhan Lembar Lombok.(Gambar:Pelindo III cabang Lembar)

Pembangunan Terminal Gili Mas di Pelabuhan Lembar, Lombok sudah mulai digarap, akan rampung pada akhir Mei 2019. Yang akan dibangun adalah dermaga sepanjang 440 meter beserta fasilitas untuk penumpang, termasuk bagi penumpang kapal pesiar, dan seaside walk di dalam area terminal penumpang di pelabuhan. Seaside walk di dalam area pelabuhan ini akan jadi yang pertama di Indonesia.

Pelindo III cabang Lembar, Lombok mengkonfirmasikan, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan izin reklamasi Terminal Gili Mas sejak April 2017 lalu. Pulau kecil tak berpenghuni di dalam kawasan perairan Pelabuhan Lembar itu sekarang mulai digarap sebelum tiang-tiang pancang ditancapkan.

Pembangunan dermaga untuk Terminal Gili Mas dilaksanakan sekaligus. Panjang dermaga akan dibangun 440 meter. Direncanakan mulai  dioperasikan paling lambat bulan Mei 2019. Saat ini, Pelindo III sedang menunggu izin pembangunan yang masih dalam proses finalisasi di Kementerian Perhubungan.

Desain seaside walk di kawasan Terminal Penumpang Gili Mas (kiri).Begini panorama Teluk Lembar di kawasan Pelabuhan Lembar Lombok (kanan).Gili Mas berada di tengahnya.Ini akan jadi yang pertama di Indonesia.(Gambar desain:Pelindo III cabang Lembar/Foto:YD)

Desain seaside walk di kawasan Terminal Penumpang Gili Mas (kiri).Begini panorama Teluk Lembar di kawasan Pelabuhan Lembar Lombok (kanan).Gili Mas berada di tengahnya.Ini akan jadi yang pertama di Indonesia.(Gambar desain:Pelindo III cabang Lembar/Foto:YD)

Tidak hanya dermaga yang akan dibangun tetapi juga fasilitas Terminal Penumpang serta fasilitas pendukung lainnya. Ada Terminal Internasional dan Terminal Domestik. Fasilitas pendukung di sekitar terminal penumpang antara lain, art shop, amphitheather, seaside walk, dan mesjid.

Tahap selanjutnya, akan dikembangkan marina untuk tambat yacht di Gili Mas dan penunjang pariwisata lainnya di sekitar marina seperti perhotelan. Untuk hal tersebut akan dikerjasamakan dengan PT Pelindo Properti Indonesia (PPI), anak perusahaan PT Pelindo III.

Ground breaking pembangunan Terminal Gili Mas sudah dilaksanakan pada 22 Desember 2016. Di wilayah Nusa Tenggara, Lombok berpotensi dan memiliki harapan yang lebih bagus, terutama di sisi lautnya, untuk mendatangkan kapal-kapal pesiar. Potensi mengembangkan pelabuhan di sini lebih baik daripada di Bali,” ujar Baharuddin, General Manager Pelindo III Cabang Lembar beberapa waktu lalu.

Cocotinos Sekotong Boutique Resort di pantai Sekotong,Lombok Barat.(Foto:cocotinos-sekotong.com)

Cocotinos Sekotong Boutique Resort di pantai Sekotong,Lombok Barat.(Foto:cocotinos-sekotong.com)

Pengembangan pesisir barat Lombok

Atraksi di sekitar antara Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika-Pelabuhan Lembar kini mulai dipersiapkan. Diantara keduanya terbentang kawasan pesisir Pulau Lombok yang disebut “keindahan yang masih tersembunyi”. Salah satunya adalah kawasan pantai Sekotong beserta gili-gili di perairan di sekitarnya seperti Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Kendis, Gili Sudak, Gili Layar, dan Gili Rengit.

Taufan Rahmadi, anggota Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan PIC Mandalika, menerangkan, dari pertemuan dengan pelaku pariwisata di kawasan Lombok Barat minggu lalu, sudah ada paket-paket wisata yang dijual juga beberapa akomodasi telah tersedia mulai dari homestay, bungalow hingga resor butik baik di kawasan pantai Sekotong maupun di gili-gili itu.

Di Gili Nanggu sudah tersedia akomodasi penginapan,restoran.Warga berinisiatif membuat peraturan berwisata di gili.Taufan Rahmadi,PIC Mandalika dan anggota Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas,bersama dengan pelaku pariwisata di Lombok Barat.(Foto:TR)

Di Gili Nanggu sudah tersedia akomodasi penginapan,restoran.Warga berinisiatif membuat peraturan berwisata di gili.Taufan Rahmadi (kiri),PIC Mandalika dan anggota Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas,bersama dengan pelaku pariwisata di Lombok Barat.(Foto:TR)

“Paket wisata yang dijual kepada para wisatawan adalah paket-paket tur keliling pulau kecil (gili) yang berada di kawasan Sekotong antara lain, Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Kedis, Gili Sudak, Gili Layar, dan Gili Rengit. Di pulau-pulau itu wisatawan dapat melakukan aktifitas snorkeling dan diving. Ombak laut di sana cukup tenang dan pasir pantainya putih,” ujar Taufan.

“Akomodasi di kawasan Sekotong, wisatawan dapat menginap di beberapa hotel, bungalow, homestay yang sudah beroperasi cukup lama di kawasan ini. Diantaranya Cocotinos Hotel, ini butik resor hotel. Juga ada bungalow di Gili Nanggu dan Gili Sudak,” tambahnya.

Kekurangan serius di gili-gili itu adalah ketersediaan air tawar bersih. Hingga saat ini kebutuhan air tawar bersih masih dialirkan dari Pulau Lombok dengan menggunakan pipa air bawah laut.

Meskipun demikian, menurut pelaku pariwisata yang beroperasi di kawasan itu, setiap hari rata-rata antara 200-300 wisatawan berkunjung baik menggunakan kapal umum ataupun kapal charter. Pengunjungnya dari wisatawan domestik hingga mancanegara. Pengunjung mancanegara paling banyak dari Eropa. Setiap pengunjung dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 5.000,00.

Pantai di Gili Nanggu,Lombok Barat.(Foto:gilinanggu.com)

Pantai di Gili Nanggu,Lombok Barat.(Foto:gilinanggu.com)

Dari Pelabuhan Lembar masih perlu waktu sekitar 1 jam menuju Sekotong dan 1,5 hingga 2 jam untuk sampai di pantai Kuta yang termasuk dalam kawasan Mandalika. Ini karena belum ada akses jalan langsung menyusuri kawasan pesisir barat-selatan Lombok.

Sampai dengan bulan Maret 2017 volume penyeberang antara Bali-Lombok lebih tinggi daripada lalu lintas penumpang di Bandara Internasional Lombok. Penyeberang antara kedua pulau wisata ini sekitar setengahnya ialah wisatawan mancanegara. Mereka menyeberang melalui Pelabuhan Lembar, apalagi yang menyeberang ke/dari 3G (Gili Trawangan-Gili Meno-Gili Air) jumlahnya lebih banyak.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.