Target tinggi tujuh juta wisman selama VIY2008 kian pasti tak akan dapat terealisasi, ini terkesan diakui oleh Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar, walaupun tidak dinyatakan secara ekspilisit. Minggu lalu Dirjen Pemasaran Pariwisata memberikan pemaparan komprehensif pada kalangan industri pariwisata, sekaligus mengenai dua sisi yang dilekatkan satu sama lain. Satu sisi dipaparkannya kinerja pariwisata tahun 2008, satu sisi lain dipaparkannya rencana tahun 2009. Untuk tahun 2008 ini diperkenalkannya apa yang disebut seperti dalam pertandingan sepakbola, injury time, periode Oktober-Desember, untuk melakukan upaya-upaya ekstra agar target 7 juta tetap dapat dicapai.

   Januari-Juli 2008 kedatangan wisman dicatat oleh Biro Pusat Statistik berjumlah 3469968. Maka untuk periode Agustus-Desember 2008 diperlukan sejumlah 3530032 wisman, sedangkan pada periode sama tahun lalu statistik menunjukkan jumlah 2,4 juta. Untuk mencapai jumlah 7 juta, konsekuensinya ialah diperlukan peningkatan sebesar rata-rata 47 persen selama Agustus-Desember 2008. Sementara itu, selama periode Januari-Juli 2008 dibandingkan periode sama tahun 2007, tingkat pertumbuhannya rata-rata hanyalah 11.7 persen. Jika diasumsikan semua faktor lain yang memengaruhi akan sama, maka tentulah tak dapat diharapkan tingkat pertumbuhan selama lima bulan terakhir 2008, termasuk periode injury time dimaksudkan tadi, akan bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisman hingga mencapai 7 juta.

   Pada pemaparan terbuka dan simpatik yang disampaikan oleh Dirjen Pemasaran Pariwisata, dihadapan para industri pariwisata di berbagai kegiatan, kemudian diberi kesempatan pada wakil-wakil pelaku industri pariwisata untuk berdiskusi dan mengajukan saran pendapat, termasuk kegiatan apa yang dipandang bisa dilaksanakan segera selama periode injury time. Tujuannya tentu untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisman.

   Seperti kita uraikan minggu lalu di TTIspot ini, kalaupun angka tujuh juta pada VIY2008 tak tercapai, hal itu bukanlah kegagalan besar. Sebenarnya secara objektif sedari awal kita juga sudah maklum, target tinggi 7 juta wisman berarti menuntut tingkat pertumbuhan 27 persen dari capaian tahun 2007 yang 5,5 juta. Tanpa didukung oleh tiga faktor utama dengan peningkatan yang tinggi, lonjakan pertumbuhan menjadi 27 persen tentu sukar dilaksanakan. Tiga faktor utama dimaksud ialah peningkatan jumlah frekuensi atau kapasitas penerbangan untuk membawa wisman ke Indonesia; peningkatan produk yang layak jual, lebih banyak dari apa yang ditawarkan ke pasar sebelumnya; dan jadual yang tepat waktu untuk mempromosikan dan memasarkan ke dua faktor tersebut (seat capacity dan product, dimana produk dimaksud di sini termasuk event-event pariwisata yang dicantumkan pada program VIY2008).

   Yang terjadi adalah terbatas pada penambahan kapasitas, rute dan frekuensi penerbangan dalam jumlah relatif terbatas pula, itu pun pada periode setelah memasuki semester kedua tahun 2008.

   Yang menarik dan simpatik kali ini ialah ketika Dirjen Pemasaran Pariwisata sekaligus memaparkan secara terbuka analisis, program kerja dan propspek-prospek pariwisata tahun 2009, dilihat dari sudut RKP (Rencana Kerja Pemerintah). Dengan pengalaman kinerja VIY2008, dan dengan melibatkan langsung para praktisi bisnis dalam jumlah lebih banyak, dan tidak terbatas pada perwakilan Asosiasi pengusaha, maka tampaknya program-program yang “diniatkan” oleh pemerintah melalui policy and strategy making, akan cenderung bisa makin dekat dengan penerapan link and match. Pengalaman VIY2008 menunjukkan realita di mana misalnya, sebagian cukup besar dari daftar produk berupa event-event VIY2008 yang ditawarkan, ternyata terdiri dari produk yang tidak siap dan tidak layak jual.

   Para pelaku bsinis pariwisata ketika ditanyakan pendapat, semua setuju dengan niat Pemerintah, meneruskan VIY2008 ke tahun 2009, namun tidak perlu menyebut tahun, jadi cukup dengan menamakan program tahun 2009 sebagai VIsit Indonesia Year saja. Dan target jumlah wisman tahun 2009, diproyeksikan delapan juta, terlepas dari terlaksana atau tidak target tinggi tujuh juta tahun 2008.

   Ke arah itulah VIY2008 yang sekarang sedang digiring. ==