Hotel di Pulau Maratua, Kep Derawan

Hotel di Pulau Maratua, Kep Derawan. (Foto: AH)

Ini tuntutan spesifik: wisatawan China menginginkan hotel menyediakan informasi melalui aplikasi interaktif agar bisa mencari tempat-tempat menarik alias places of interest untuk dikunjungi; warga Rusia, menginginkan pramuwisata yang lancar berbahasa Rusia.

(Di Indonesia masih kurang sekali jumlah pramuwisata yang lancar berbahasa Rusia dan Mandarin. Agaknya itu berkaitan dengan cenderung turunnya jumlah wisman dari Rusia ke Indonesia dua tahun terakhir ini. Dan, Indonesia menargetkan satu juta wisman dari China tahun 2015, sementara guide berbahasa Mandarin perlu ditambah lebih banyak untuk melayaninya.)

Wisman sekarang semakin menuntut kepentingan memenuhi layanan yang diperlukan individual dari pihak hotel. Telah diberitakan bahwa baru-baru ini sebanyak 7000 wisatawan disurvei oleh Intercontinental Hotels Group (IHG). Ditemukan, wisatawan menginginkan agar hotel bisa memenuhi kebutuhan sesuai kebiasaan dan gaya hidup masing-masing. Pokoknya, menginginkan hotel mampu memberikan kebutuhan dan kesukaan individual. Itu tentu saja di samping yang biasa, yakni kualitas fasilitas dan perlakuan yang sudah berstandar hotel internasional bermata rantai.

Lebih 60% wisman China dan Brazilia mengharap hotel memenuhi keinginan individual tamu. Hanya 40% wisatawan dari Amerika dan Inggris berharap demikian.

Hampir 62% wisman China, 54% Brazilia dan 46% dari Uni Emirate Arab menyatakan perlakuan yang personal sebagai simbol respek, dan dari wisman negara lain hanya 39% beranggapan serupa.

Tuntutan tersebut terutama sekali datang dari wisatawan dari negara-negara yang sedang bertumbuh alias emerging nations.

Hampir 59% yang disurvei menyatakan jika tuntutan itu dipenuhi maka mereka akan merasa jauh lebih nyaman. Sekitar 54% menyatakan dengan memenuhi keinginan tersebut mereka merasa sebagai tamu yang sungguh dihormati. Kalau yang relatif muda usia 18-34 tahun, menginginkan program musik dan film  dan semacamnya, maka yang 65 tahun ke atas cenderung mementingkan makanan dan minuman sehat.

Lebih spesifik menurut kebangsaan, ditemukan bahwa wisman Inggris gemar akan “kejutan-kejutan” atau sesuatu yang belum terbayangkan sebelumnya, wisman Amerika sukanya menentukan sendiri jam untuk check in atau check out.

Survei itu menunjukkan pula tamu dari negara sedang bertumbuh justru menuntut fasilitasi yang spesial bagi individual itu, dibandingkan tuntutan dari wisatawan negara-negara industri maju. ***