#TRAVELENJOYRESPECT untuk Pariwisata Indonesia Berkelanjutan

(Banner:UNWTO)

(Banner:UNWTO)

Di Indonesia, pariwisata diperkenalkan sebagai ekonomi masa depan bangsa sejak sekitar dua tahun terakhir. Sektor ini diproyeksikan menjadi sumber utama penghasil devisa setelah komoditas. Dikampanyekan sebagai industri yang tidak menelan biaya besar, penghasilan darinya diperoleh dalam waktu relatif tidak terlalu lama dan langsung dirasakan oleh masyarakat, serta menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Tetapi itu bisa menjadi teramat pahit apabila tidak direncanakan dan diatur dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang.

Pemasaran dan promosi di luar negeri yang gencar, agresif, dan berkelanjutan oleh pemerintah dan pelaku pariwisata sudah mulai menghasilkan. Kunjungan wisatawan mancanegara dalam tiga tahun terakhir terus meningkat cukup signifikan. Sampai dengan pertengahan tahun ini saja sudah tumbuh lebih dari 23% daripada tahun sebelumnya. Sekarang pemerintah mulai fokus pada upaya penjualan yang lebih intensif.

Di dalam negeri, tengah berkembang tren semua orang bisa jalan-jalan. Berwisata semakin tidak lagi bercitra mewah atau mahal, terutama di kalangan menengah-atas. Tidak lagi takut mencoba pengalaman berbagi perjalanan dengan mengikuti paket-paket open trip atau sharing cost trip. Orang Indonesia mulai menjelajahi negerinya ke tempat-tempat yang dahulu hanya orang asing saja yangmemperhatikan.

(Sumber:UNWTO)

(Sumber:UNWTO)

Total kunjungan wisman, wisnus, dan pelancong lokal menyumbangkan pendapatan besar kepada daerah dan memberikan manfaat eknomi langsung kepada masyarakat lokal. Namun sejalan dengan perkembangan itu, juga timbul ekses-ekses yang menurunkan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat. Ekses paling banyak timbul adalah persoalan kemacetan, sampah/limbah, ketersediaan air bersih, dan daya dukung obyek wisata.

Ekses-ekses tersebut sangat berkaitan erat dengan infrastruktur, prasarana dan sarana hingga peraturan-peraturan. Kuantitas dan kualitasnya memang belum tersedia memadai. Selain itu, ada faktor turut berperan besar menghasilkan ekses tersebut yakni seberapa jauh tanggung jawab kita sebagai traveler (wisatawan ataupun pelancong) ketika melakukan perjalanan agar itu menjadi pengalaman yang amat bernilai bagi kita maupun memberikan pengaruh positif terhadap daerah yang dikunjungi.

Wisatawan itu sebenarnya memanfaatkan fasilitas publik yang ada di destinasi. Lalu bagaimana agar kunjungannya bisa memberi nilai tambah dan pengaruh positif terhadap destinasi? Jika kita sebagai traveler tidak bisa menghindari ikut menyumbangkan volume sampah/limbah lokal, paling tidak, kita mendisiplinkan diri sendiri dengan tidak menempatkan sampah yang dihasilkan di sembarang tempat, tidak membuat vandalis dan perbuatan lain yang akan menyinggung tuan rumah. Harus diingat prinsip ini #TRAVELENJOYRESPECT.

Guna mendapatkan buah matang nan ranum dari industri ini, otoritas di destinasi harus tahu seberapa besar daya dukung yang bisa diakomodasi daya tarik-daya tariknya, seberapa banyak mau dikunjungi dan oleh siapa? Hasil dari riset, studi dan kajian yang dilakukan oleh para peneliti dan akademisi bisa dijadikan referensi bagaimana merancang dan mengatur destinasi agar nyaman ditinggali oleh warga lokal sekaligus bisa dinikmati wisatawan. Secara tidak langsung otoritas di daerah pun berperan menciptakan atmosfir #TRAVELENJOYRESPECT.

Kita semakin tahu potensi alam dan budaya yang ada di rumah besar Nusantara. Semakin pintar mengeksplorasi dan memanfaatkannya. Kemudian,  bagaimana kita mengembalikan modal alamiah tersebut agar sungguh menjadi berkah (prosperity) baik bagi masyarakat lokal di destinasi dan bangsa ini secara keseluruhan?

Nilai tambah dan pengaruh positif wisatawan dan pelancong tidak terbatas berupa manfaat ekonomi. Kunjungan mereka semestinya juga meningkatkan upaya-upaya dan implementasi penjagaan dan pelestarian alam dan lingkungan serta budaya. Wisatawan dan pelancong hadir karena alam dan budaya yang dijaga dan dipelihara.

Tidak ada waktu yang lebih tepat lagi. Sedari sekarang memulai mengembangkan dan membangun industri perjalanan dan pariwisata di negeri ini dengan menitikberatkan pada praktik-praktik terbaik berkelanjutan. Kita ini, a wonderful destination for everyone. Nusantara akan sungguh lebih indah kala bisa mewujudkan atmosfer #TRAVELENJOYRESPECT.

Dalam rangka mewujudkannya dan memenangkan hati setiap orang yang punya beragam minat dan kebutuhan itu, mesti punya rencana-rencana, dirancang, dilaksanakan dan dievaluasi. Itu tidak bisa dilakukan sendirian atau parsial saja. Mengutip semboyan Menteri Pariwisata Arief Yahya, ““Untuk merebut kemenangan harus dengan kerja keras. Maju serentak tentu kita menang.”

Setiap tahun di bulan September dunia merayakan hari internasional pariwisata. Tahun 2017 dirayakan dengan tema pembangunan pariwisata berkelanjutan. Badan PBB yang menangani pariwisata, UNWTO, mengkampanyekan perjalanan yang bertanggung jawab dengan tagline #TRAVELENJOYRESPECT. Itu berlaku bagi wisatawannya juga kepada para pemangku kepentingan pariwisata lainnya.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.