Tips Praktis dari UNWTO agar Kita Bisa #TRAVELENJOYRESPECT

(Sumber:UNWTO)

(Sumber:UNWTO)

Jakarta,(ITN-IndonesiaTouristNews):Komunitas pariwisata internasional akan merayakan hari pariwisata dunia tanggal 27 September 2017. Tahun ini dicanangkan sebagai tahun internasional pembangunan pariwisata berkelanjutan. Juga menjadi tema perayaan hari pariwisata dunia tahun ini. Mendukung tema tersebut UNWTO, badan PBB yang menangani pariwisata dunia, merilis kampanye perjalanan yang bertanggung jawab dengan tagline #TRAVELENJOYRESPECT.

UNWTO mengeluarkan tips-tips praktis yang bisa kita laksanakan selama melakukan perjalanan. Langkah-langkah praktis tersebut akan membantu perjalanan dan memuaskan dahaga kita akan pengalaman perjalanan penuh makna, pun bermanfaat bagi masyarakat lokal dan tempat-tempat yang dikunjungi.

Berikut ini tipsnya.

Menghormati tuan rumah (honour your hosts) dan menghargai warisan bersama kita (our common heritage).

Caranya, dengan melakukan riset destinasi yang akan dikunjungi sebelum bepergian. Hal-hal yang perlu diketahui seperti adat dan kebiasaan lokal, tradisi dan kondisi sosial di destinasi.

Rasakan dan hormati semua yang membuat setiap destinasi, baik di negeri lain maupun di daerah-daerah di dalam negeri, itu unik dari sejarahnya, arsitekturnya, kepercayaan dan agamanya, pakaiannya, kode-kode komunikasinya hingga karya seni dan masakannya.

Jangan lupa bertanya sebelum mengambil foto orang lain. Mereka punya privasi yang mesti dihormati sama seperti kita. Dan mempelajari beberapa kata dan frase bahasa lokal akan membantu perjalanan, karena kita bisa berkomunikasi dengan warga lokal.

Jaga dan lindungi bumi kita (protect our planet)

Tips ini mengingatkan kita untuk menghormati kehidupan di alam liar dan habitat naturalnya. Di dalam kawasan-kawasan yang dilindungi kita harus mengikuti petunjuk-petunjuk akses yang dibuka bagi pengunjung.

Selain meminimalkan jejak keberadaan kita pernah mengunjungi tempat tersebut, hal lain yang perlu diingat adalah tidak membeli dan atau mengkonsumsi produk-produk yang menggunakan tanaman dan hewan yang hampir punah dan dilindungi.

Tak terhitung yang telah kita ambil dari bumi ini, apa yang bisa kita lakukan untuk mengembalikannya?

Porter-porter di Gunung Rinjani dari keluarga-keluarga di desa-desa sekitar gunung.Aktivitas pariwisata gunung telah membuka lapangan kerja dan kesempatan belajar bagi banyak pemuda di desa-desa.Dan kisah-kisah seperti ini juga ada di banyak daerah lain.(Foto:YD)

Porter-porter di Gunung Rinjani dari keluarga-keluarga di desa-desa sekitar gunung.Aktivitas pariwisata gunung telah membuka lapangan kerja dan kesempatan belajar bagi banyak pemuda di desa-desa.Dan kisah-kisah seperti ini juga ada di banyak daerah lain.(Foto:YD)

Dukung perekonomian lokal (support local economy)

Salah satu tujuan utama aktivitas pariwisata adalah mendorong dan mendukung perekonomian lokal. Usahakan sebanyak mungkin membeli produk-produk dan suvenir yang dibuat oleh masyarakat lokal.

Mengapa? Semakin banyak dibeli, masyarakat lokal akan belajar memperbaiki kualitas dan mengembangkan kreativitas dan inovasinya. Begitu yang terjadi di banyak tempat. Salah satu dukungan lainnya, termudah yang bisa kita lakukan, membeli makanan dan minuman yang menggunakan bahan-bahan baku yang diproduksi oleh para petani dan nelayan lokal selama berada di destinasi. Itu akan menumbuhkan semangat dan mengembalikan kepercayaan diri mereka. Menggunakan bahan-bahan baku lokal bukan hanya isu mengurangi jejak karbon semata, tetapi juga bisa mengembangkan pertanian dan perikanan berkelanjutan dan memelihara tanaman/tumbuhan lokal khas suatu daerah.

Jangan pernah membeli produk atau barang palsu yang dilarang oleh negara/peraturan internasional. Karena ini tidak akan mendukung perekonomian masyarakat lokal.

Dan carilah pemandu lokal dengan pengetahuan mendalam atas daerahnya.

Seluruh aktivitas masyarakat akan berhenti sesaat pada saat panggilan solat.Rata-rata sekitar 30 menit.Masuklah ke dalam warung kopi jika masih ingin tinggal.Tunggulah ketika tidak ada pelayan yang melayani.Di kota Banda Aceh perempuan minum di warung kopi biasa.Tapi carilah info lebih jauh di kota-kota lainnya.Sekarang relatif tidak susah mencari info terkait Aceh.(Foto:YD)

Seluruh aktivitas masyarakat akan berhenti sesaat pada saat panggilan solat.Rata-rata sekitar 30 menit.Masuklah ke dalam warung kopi jika masih ingin tinggal.Tunggulah ketika tidak ada pelayan yang melayani.Di kota Banda Aceh perempuan minum di warung kopi biasa.Tapi carilah info lebih jauh di kota-kota lainnya.Sekarang relatif tidak susah mencari info terkait Aceh.(Foto:YD)

Jadilah wisatawan dengan informasi yang cukup dan benar (be an informed traveler)

Apabila kita menginginkan perjalanan yang bukan sekedar bersenang-senang (leisure), pilihlah operator-operator tur dengan kebijakan-kebijakan lingkungan dan mempunyai community projects bersama warga lokal di destinasi. Lakukan riset dengan benar apabila ingin berpartisipasi dalam voluntourism.

Lakukan tindakan pencegahan kesehatan dan keselamatan yang tepat sebelum dan selama perjalanan. Bagaimana mengakses fasilitas kesehatan atau kontak kedutaan besar di luar negeri saat dalam keadaan darurat juga perlu dipersiapkan.

Jadilah wisatawan yang menghormati (respectful traveler)

Pelajari hukum dan peraturan yang berlaku di suatu negara. Untuk tujuan di dalam negeri perlu mengetahui adat, kebiasaan dan tradisi lokal.

Di manapun kita berada, selalu hormati hak asasi manusia dan melindungi anak-anak dari eksploitasi.

Akan lebih terasa manfaatnya kalau kita mendukung pekerjaan-pekerjaan yang diinisiasi dan dilakukan oleh masyarakat lokal. Sebaiknya menahan diri memberi uang kepada pengemis terlebih lagi bila usianya masih anak-anak.

Jangan ambil apapun kecuali foto, baik ketika mengunjungi obyek wisata alam maupun di obyek wisata sejarah dan budaya.

Tips tersebut, The Tips for a Responsible Traveller, dikembangkan oleh Komite Etika Pariwisata Dunia dan berdasarkan pada Kode Etik Pariwisata Global UNWTO.

Kode Etik Pariwisata Global UNWTO adalah kerangka dasar referensi untuk pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Telah diadopsi pada tahun 1999 oleh Majelis Umum Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) dan diakui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dua tahun kemudian.

Seperangkat prinsip komprehensif ini dirancang guna memandu pemain-pemain kunci dalam mengembangkan dan membangun pariwisata di seluruh dunia. Prinsip-prinsip komprehensif tersebut ditujukan bagi pemerintahan, perusahaan-perusahaan pariwisata, destinasi-destinasi, masyarakat lokal, dan turis.*** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published.