(Ilustrasi:t4.changiairport.com)

(Ilustrasi:t4.changiairport.com)

Jakarta,(ITN-IndonesiaTouristNews):Telah diumumkan, Terminal 4 Changi Airport Singapura akan dibuka resmi pada tanggal 31 Oktober 2017. Salah satu fitur utamanya adalah pemanfaatan teknologi secara lebih luas seperti mesin pemindai wajah dan robot sebagai tenaga pembersih lingkungan bandara.

Terminal 4 (T4) menempati lahan yang sebelumnya digunakan untuk Budget Terminal. Pembangunannya selesai kurang dari tiga tahun. T4 akan digunakan oleh maskapai-maskapai penerbangan full-service dan low cost carriers (LCC). Kapasitasnya mencapai 16 juta pergerakan penumpang per tahun. Sehingga kapasitas total Changi Airport Singapura mulai akhir Oktober 2017 sebesar 82 juta penumpang per tahun.

Enam maskapai penerbangan telah mengkonfirmasi operasional mereka di T4 Changi Airport, yakni Cathay Pacific, Korean Airlines, Vietnam Airlines, AirAsia, Cebu Pacific, dan Spring Airlines. Cathay Pacific dan Korean Airlines akan mulai beroperasi di terminal baru ini sejak 31 Oktober 2017. Diikuti Cebu Pacific dan Spring Airlines pada tanggal 2 November 2017. AirAsia dan Vietnam Airlines akan mulai beroperasi di terminal itu pada 7 November 2017. AirAsia yang beroperasi di T4 adalah AirAsia Malaysia (AK), AirAsia Indonesia (QZ), Philippines AirAsia (Z2), dan Thai AirAsia (FD).

Seperti ini nanti area proses self-service untuk check-in dan bag-drop di T4 Changi Airport.(Ilustrasi:t4.changiairport.com)

Seperti ini nanti area proses self-service untuk check-in dan bag-drop di T4 Changi Airport.(Ilustrasi:t4.changiairport.com)

T4 Changi Airport dibangun dengan inisiatif Fast and Seamless Travel (FAST). Airport Screening, self-service check-in dan bag-drop, proses keimigrasian di Terminal Keberangkatan hingga proses boarding dilakukan secara otomatis yang akan membuat semuanya berjalan lancar dan efisien. Di ruang-ruang tunggunya dipermanis dengan barang-barang bernilai seni tinggi dan tanaman-tanaman hias hidup.

Mengadopsi teknologi-teknologi terbaru memang relatif masih sangat baru di Asia. Tapi bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun mendatang itu sudah menjadi bagian terpenting dalam industri perjalanan di kawasan dengan pertumbuhan yang fantastis.

Anum Bokil, Vice President, Technology Sabre Travel Network Asia Pacific, menggambarkannya di dalam siaran pers begini:

Airports are turning to technology, be it the usage of mobile technology (as Asia sees a huge penetration of mobile devices), personalization or automation. The benefits of technology investments in the travel industry extends beyond automation and efficiency; for the traveller, it means they are able to enjoy a more relaxing, seamless and hassle-free experience.”

Dia lanjutkan, tiga bandara teratas dalam daftar Skytrax’s World Airport Awards 2017 berada di Asia. Keberhasilan ketiga bandara itu terletak pada kemampuannya menempatkan pengalaman penumpang sebagai yang utama. Mulai dari lingkungan fisik, keamanan hingga keimigrasian. Memang ada perbedaan besar terkait model-model operasional yang lebih spesifik, namun semua bandara tersebut rata-rata menggunakan ekosistem berbasis teknologi. Apa saja? Dari arsitektur bangunan yang adaptif terhadap pemanfaatan teknologi terbaru lebih luas, relasi personal dan pengaturan ruang-ruang yang pas, kelancaran konektivitas antara terminal yang satu dengan yang lain, kecerdasan yang mulus hingga pelaksanaan operasional bandara yang sempurna.

For airports and all their stakeholders – including airlines, travellers, retailers and ground service providers – a number of key technologies are likely to catalyse the development of entirely new business processes, connecting biometric identity management, RFID-tracking, service robots and augmented reality,” kata Anum Bokil.****