Danau Toba nan indah menyejukkan, Parapat tampak sedikit.(Foto: J. Siahaan/Disparda Sumut)

Danau Toba nan indah menyejukkan, Parapat tampak sedikit.(Foto: J. Siahaan/Disparda Sumut)

Masih ada sedikit “tetapi”nya. Penerbangan berjadwal langsung Jakarta-Danau Toba dimulai 22 Maret 2016 ini. Tiga kali seminggu oleh Garuda Indonesia ke bandara Silangit di kota Balige, di pantai danau indah itu. Tak diragukan ini akan menarik wisatawan semakin banyak mengunjungi kawasan wisata tersebut. Atau katakanlah, akan kembali banyak jumlah wisman maupun wisnus. Tapi masih ada “tapi”nya.

Mendarat di bandara Silangit, praktis sudah berada di bibir pantai danau Toba. Dari bandara ke kota Balige, kurang dari 30 menit sudah tiba. Tapi Balige belum jadi kota wisata, sebagaimana kota Parapat, yang sudah sejak zaman Belanda jadi pusat wisata. Sampai tahun menjelang 2000, Parapat itu ramai dikunjungi wisman. Hotel berbagai kelas tersedia. Dari Parapat wisatawan berkeliling mengunjungi tourist spot di pulau Samosir, ke desa Tuktuk, Tomok, Simanindo, dan seterusnya. Naik ferry dari Parapat juga kurang dari 30 menit sudah tiba.

Nah, perjalanan darat berkendara mobil dari bandara Silangt ke Parapat, bisa memakan waktu sekitar satu setengah jam.  Mungkin lebih. Jarak sebenarnya sekitar 70an kilometer. Namun kondisi jalannya yang kuranag licin dan rapi, relatif agak sempit, membuat pengemudi mobil tak optimal menggunakan kecepatannya. Andaikan jalan itu mampu memberi kesempatan pengemudi mobil menempuh jalan Silangit ke Parapat dengan normal satu jam saja, tentu perjalananya akan lebih “cantik”, istilah orang Medan.  Artinya, tak lama dari bandara sudah tiba nyaman di Parapat atau pusat wisata Danau Toba.

Presiden Joko Widodo belum lama ini memang menyatakan “saya minta Garuda agar segera menerbangi rute langsung ke Silangit”. Dan itulah yang dilaksanakan kini. Maka, jalan raya Silangit-Parapat rasanya perlu disegerakan pula membuatnya lebih “nyaman dan cepat” untuk ditempuh.

Diharapkan tentunya para agen perjalanan dan operator tur tidak pula menyia-nyiakan peluang ini. Agar membuat paket dan menjualnya. Penerbangan langsung ke Silangit oleh Garuda Indonesia, bukankah sudah lama ditunggu, dan, diminta oleh industri? Oleh konsumen? Lion Air dengan Wings Air-nya sudah merintis tapi rutenya dari Batam pp.

Sosialisasi “Pre-inaugural Flight Jakarta – Silangit” telah diluncurkan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo, di Jakarta, hari Rabu ini (16/3). Acara tersebut dihadiri oleh Yayasan Percepatan Pembangunan Danau Toba, Pemda Tapanuli Utara, jajaran direksi kedua BUMN, dan instansi terkait lainnya.

Menurut siaran pers dari VP Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butar-butar, Garuda akan menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet” yang memiliki kapasitas sebanyak 96 penumpang dengan konfigurasi all economy class.

Akankah Anda ke sana? Ke Danau Toba? Selamat terbang and happy landing! ***