Strategi Baru Pengelompokan Hotel; Minor Hotels Fokus di Kota Besar, Anantara Ubud dan Oaks akan Mulai di Bali pada 2018

Mark A.Thomson,Director of Public Relation & Communications Minor Hotels.(Foto:YD)

Mark A.Thomson,Director of Public Relation & Communications Minor Hotels.(Foto:YD)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews):Pasar dan konsumen tampak semakin tersayat-sayat tipis-tipis, dan gejala pengelompokan hotel di luar chain-hotel, terbukti semakin bertambah. Antara lain, pengelompokan internasional bernama Minor Hotels akan kembali membuka merek Anantara Ubud, dan akan memperkenalkan merek Oaks Nusa Dua di Bali tahun 2018. Kedua merek itu punya target pasar sangat berbeda. Mark Alan Thomson, Director of Public Relations & Communications Minor Hotels, menjelaskan pada ITN, apabila sudah ada merek Anantara, kemungkinan besar tidak akan dibuka merek hotel mewah lainnya pada level yang sama yang mungkin lebih cocok untuk membuka merek lain seperti Avani. Dengan demikian, grup hotel ini bisa mengakomodasi pasar bintang 5, bintang 4, kemudian pasar wisatawan keluarga dengan masa tinggal yang lama yakni para pelanggan Oaks.

Minor Hotels telah berkembang begitu cepat di pasar yang tak pernah terpikir akan pernah dimasukinya sekitar 5 tahun lalu. Sekarang grup hotel ini melihat pada properti di kota-kota besar. Hal itu merupakan suatu gerak maju dan langkah strategis lima tahun ke depan dengan melihat ke arah, setidaknya, mencoba menangkap pasar yang berbeda-beda.

Merek Avani adalah akomodasi yang sangat fokus pada hotel bisnis. Seperti properti lainnya di bawah grup Minor Hotels, meskipun properti berada di ibu kota atau kota besar dia berada di kawasan penuh dengan hal-hal menarik yang bukan tidak mungkin warga kota pun belum mengetahuinya. Avani memang fokus pada properti di kota. Jakarta akan jadi kota fantastik bagi merek ini, karena menurut penggambaran Mark, hotel ini sangat funky, mempunyai roof top bar, dan sangat generasi milenial. Hotel yang akan disukai oleh para bloggers.

Ini Avani Riverside Bangkok,Thailand.Mulai dari lobi,kamar,restoran hingga kolam renang hampir semuanya menghadap ke sungai dan pencakar langit kota Bangkok.(Foto:Minor Hotels)

Ini Avani Riverside Bangkok,Thailand.Mulai dari lobi,kamar,restoran hingga kolam renang hampir semuanya menghadap ke sungai dan pencakar langit kota Bangkok.(Foto:Minor Hotels)

“Avani bisa berbeda dan menjadi hotel bagus seperti yang bisa kita lakukan untuk bintang 4,” ujar Mark.

Sedangkan merek Oaks sangat berorientasi pada tamu keluarga. Pada dasarnya adalah sebuah apartemen yang dilengkapi dengan dapur sendiri dan berkonsep serviced apartment.

Properti yang dinilai tidak sesuai lagi dengan merek Anantara mungkin saja akan diturunkan ke merek Tivoli. Merek ini bisa juga dibuka di destinasi dengan sasaran pasar yang sesuai seperti di Amerika Latin dan Eropa.

Merek lainnya adalah Awana yang berbasis di Afirka dan sangat fokus pada menciptakan pengalaman Afrika. Minor Hotels menegaskan, Awana tidak akan lebih jauh dari Tanzania atau Kenya.

Sebelumnya, merek Anantara telah dikenal sebagai resor yang menawarkan pengalaman otentik pedalaman, indigineous experience, seperti resor di tengah gurun pasir di Oman atau Uni Emirat Arab, di pulau-pulau atol di Maladewa, hingga di perbatasan Golden Triangle Asia Tenggara, Thailand-Lao-Myanmar.

Unit 2 bedroom Executive di Calypso Plaza,Coolangata Hotel,Gold Coast,Australia.(Foto:Minor Hotels)

Unit 2 bedroom Executive di Oaks Calypso Plaza,Coolangata Hotel,Gold Coast,Australia.(Foto:Minor Hotels)

“Tempat-tempat itu memang sangat resor sekali. Banyak sekali destinasi yang sebenarnya telah kami buat. Contoh di gurun pasir Liwa, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Tadinya tidak ada apa-apa di sana. Tapi sekarang orang-orang datang ke sana karena resor Anantara ada di sana. Kami juga sudah sangat terkenal dengan membawa tamu-tamu selama dua jam menuju resor. Banyak dari resor-resor kami tidak mudah dicapai. Tetapi, resor-resor kami sangat memukau. Sesuai moto kami, ‘Life is a journey’”, tambahnya.

Banyak destinasi di Indonesia yang sama sekali tak tersentuh. Itu juga akan sesuai untuk membangun resor Anantara. Dalam membangun merek resor ini, Minor Hotels mencari pengalaman pedalaman yang otentik dan tidak semata mendirikan fisiknya saja. Apakah Anantara bisa memanfaatkan sumber-sumber lokal sehingga bisa membantu para petani di destinasi di mana resor berada? Apakah ada proyek-proyek lokal untuk restorasi laut/pantai sehingga dari proyek itu dapat membantu sekolah lokal? Semua itu tidak hanya dilakukan oleh manajemen hotel tetapi juga bisa melibatkan tamu-tamu yang tinggal untuk berkesempatan keluar dan beraktivitas di luar resor serta merasakan pengalaman otentik dari kawasan di sekitar resor.

Anantara Layan Beach Villa,Phuket,Thailand.(Foto:Minor Hotels)

Anantara Layan Beach Villa,Phuket,Thailand.(Foto:Minor Hotels)

We’d like things that Anantara can do to help local community and built stories based around that,” kata Mark.

Sementara ini, Minor Hotels belum akan membuka merek Anantara di luar Bali walaupun tidak menutup kemungkinan untuk itu. Membangun merek tersebut di daerah lain dibutuhkan waktu paling tidak sekitar tiga tahun.

Kecepatan memang bukan tujuan utama mendirikan sebuah akomodasi butik nan mewah. Menghadirkan kemewahan harus dirancang dengan detil dan dieksekusi dengan sempurna pada setiap aspeknya. Sehingga tamu-tamu tidak hanya melihat bangunan fisik yang indah di tengah lingkungan yang menakjubkan tetapi juga merasakan pengalaman luar biasa selama berada di dalam akomodasi maupun saat beraktivitas di sekitarnya.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.