Sport Tourism event Marathon, Triatlon, Cycling, Surfing, Windsurfing dll di Daerah Bisakah Ke Ranking Dunia?

Dadang Rizki Ratman

Dadang Rizki Ratman

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar, Dadang Rizki Ratman memberikan data dan informasi menarik dan membahasnya pada Tim Percepatan Pengembangan Wisata Olah Raga Kemenpar, bulan Juni yang lalu. Anda pun niscaya akan tertarik dan bersemangat akan mendalami “pesan, tantangan, dan peluang” yang akan muncul dari data dan informasi tersebut, untuk bagaimana menjadikannya inspirasi bagi pengembangan pariwisata di daerah destinasi Anda. Khususnya terkait penerapan event olahraga sebagai metode mendatangkan kunjungan wisatawan (dalam konteks ini, wisman), lebih spesifik lagi yang disebut sport tourism. Seperti selalu dianjurkan oleh Menpar Arief Yahya: outward looking !

Mari kita lihat salah satu kemungkinan pesan peluang bisnis yang dapat digali dengan mengambil event lomba lari marathon sebagai contoh, (dan silahkan mengkritisi) seperti ini:

Jakarta boleh jadi masuk dalam the top most visited cities di dunia, jika event Jakarta Maraton-nya juga masuk dalam salah satu event olah raga marathon utama di dunia. Yaitu manakala dikategorikan sebagai salah satu event marathon utama,—disebut the major marathon event, yang saat ini diklaim ada 7 event.  Bersamaan itu empat kota yang termasuk dalam the 10 most visited cities in the world  adalah juga termasuk di antara kota yang menyelenggarakan the major 7 marathon event, yaitu London, Paris, New York, Tokyo.

Memang, mungkin saja sebagai gejala kebetulan! Tapi perhatikanlah persamaan atau perbandingan seperti tergambar pada data di bawah ini. Tampak kota-kota terbanyak jumlah kunjungan wismannya, niscaya sudah punya event tahunan yang mendunia yakni event lomba marathon. Marathon itu menjadi sport tourism event, yaitu penyelenggaraan kegiatan olah raga, tapi bersamaan juga dilakukan “pengelolaan lebih meluas” sebagai kegiatan untuk mendatangkan kunjungan wisatawan:

7 largest marathons in the world:

“The United States and Japan host the lion’s share of the largest marathons around the world”: 

  1. NYC (New York) Marathon, United States, 235 finisher;
  2. Paris Marathon, France, 801 finisher;
  3. London Marathon, United Kingdom, 675 finisher;
  4. Chicago Marathon, United States, 182 finisher;
  5. Tokyo Marathon, Japan, 527 finisher;
  6. Berlin Marathon, Germany, 967 finisher;
  7. Osaka Marathon, Japan, 674 finisher.

(Sumber : http://themilesrunner.com/2016/05/12/7-largest-marathons-in-the-world/)

Top 10 most visited cities in the world 2016 :

  1. Bangkok, Thailand, 47 million int’l visitors; (ada Bangkok Marathon)
  2. London, England, 19.88 million int’l visitors; ………………… ada London Marathon
  3. Paris, France, 18.03 million int’l visitors; ………………………. ada Paris Marathon
  4. Dubai, United Arab Emirates, 15.27 million int’l visitors;
  5. New York City, USA, 12.75 million int’l visitors; …………… ada New York Marathon
  6. Singapore, 12.11 million int’l visitors;
  7. Kuala Lumpur, Malaysia, 12.02 million int’l visitors;
  8. Istanbul, Turkey, 11.95 million int’l visitors;
  9. Tokyo, Japan, 11.7 million int’l visitors; ………………………… ada Tokyo maraton
  10. Seoul, South Korea, 2 million int’l visitors.

(Sumber : Mastercard Global Destinations Cities Index 2016)

 Event Sepeda, dan lainnya

 Kementerian Pariwisata pun berupaya mengembangkan sport tourism dengan memberi dukungan berbagai kegiatan yang diinisiasi oleh kalangan daerah (pemda dan masyarakat), kalangan industri pelaku pariwisata, seperti triathlon, balap sepeda, olahraga di air laut dan sungai, dan seterusnya. Ada juga yang diinisiasi awalnya oleh Kemenpar. Maka tak kalah menariknya adalah data informasi yang dipaparkan tadi oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwissata, Dadang Rizki Ratman, antara lain seperti ini:

Wisata Buatan :  Top 10 cycling events in the world:

  1. Tour de France, France, 198 riders, 10-12million spectators (2016, cyclingnews.com😉
  2. Vuelta a España, Spain; 
  3. UCI BMX World Championships, New Zealand; 
  4. Summer X Games, United States; 
  5. La Primavera, Italy;
  6. Ronde van Vlaanderen Belgium; 
  7. Giro d’Italia, Italy; 
  8. Tour de Suisse, Switzerland; 
  9. Six Days Bremen, Germany; 
  10. Tour Down Under,

 (Sumber : http://www.teninsider.com/top-10-cycling-events-in-the-world/)

Wisata Buatan :  Top 10 most valuable sports event brands,

* ranked on gross revenue generated per day of competition.: 

 Super Bowl, Brand Value: $420 million;

  1. Olympic Games, Brand Value: $230 million;
  2. FIFA World Cup, Brand Value: $120 million;
  3. UEFA European Football Championship. Brand Value: $110 million;
  4. Major League Baseball, World Series, Brand Value: $106 million;
  5. Daytona, Brand Value: $100 million;
  6. Olympic Games (winter), Brand Value: $93 million;
  7. NCAA Men’s Final Four, Brand Value: $90 million;
  8. Major League Baseball All-Star Week, Brand Value: $75 million;
  9. Kentucky Derby, Brand Value: $67 million.

(Sumber ::https://www.forbes.com/global/2010/0315/companies-olympics-superbowl-daytona-worlds-top-sports-events.html)

Semoga pariwisata di Indonesia sooner or later, akan masuk pada ranking dunia beberapa di antara sport tourism. Potensi alam, budaya, sudah tak diragukan kecukupannya, dan tak lama lagi potensi sarana, prasarana, wahana wisata buatan kategori olahraga, serta SDM tentulah juga akan cukup memadai beberapa tahun ke depan.

Sebagai dimaklumi, dalam proyeksi Kemenpar jumlah kunjungan wisman ke Indonesia setiap tahun, terdiri atas 60% wisata alam, 35% wisata budaya, dan 5% wisata buatan. Pada 5% itu termasuk wisata dari sport tourism event.

Sementara itu wisata alam dan wisata budaya pun tentu bisa menciptakan dan mengelola event dengan metoda yang sama, baik secara sendiri-sendiri maupun secara  kombinasi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.