Tampak wisman di atas kapal feri yang dioperasikan ASDP.Mereka menyeberang dari Bali ke Lombok,NTB melalui laut.(Foto:YD)

Tampak wisman di atas kapal feri yang dioperasikan ASDP.Mereka menyeberang dari Bali ke Lombok,NTB melalui laut.(Foto:YD)

Belum ada dermaga yang memenuhi standar internasional untuk mengakomodasi wisatawan di Lombok sampai sekarang. Baik itu untuk kapal-kapal cepat atau penyeberangan generasi baru maupun perahu-perahu yacht.

Telah dilontarkan suatu wacana kerja sama menggarap lalu lintas penyeberangan Bali-Lombok antara Pelindo III Cabang Lembar dengan PT ASDP Indonesia Ferry Lembar (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan). Pelindo III mempersiapkan fasilitas di pelabuhan, ASDP menyiapkan kapal-kapal penyeberangannya.

ASDP, selain mengoperasikan kapal-kapal penyeberangan yang menghubungkan dua pulau seperti Bali-Lombok, juga mengoperasikan kapal roll on roll off (RoRo). Kapal RoRo menghubungkan beberapa pulau sekaligus.

Kapal RoRo yang sudah berjalan melayani rute dari Tanjung Perak, Surabaya ke Lembar, Lombok. Kapal RoRo ini memakai fasilitas pelabuhan yang dikelola Pelindo III. Dalam konteks pariwisata, keberadaan kapal RoRo bisa menghubungkan beberapa destinasi di pulau-pulau yang berbeda dengan menawarkan pengalaman slow traveling di laut yang pasti akan berbeda pula dengan pengalaman perjalanan biasa.

“Kami pun telah memikirkan rencana-rencana untuk mengembangkan pariwisata bahari domestik. Kenapa? Karena kita belum punya pelayanan pariwisata domestik. Ini bisa dikerjasamakan dengan Pelindo. Kami punya fasilitas di mana-mana,” ujar Baharuddin, General Manager Pelindo III Cabang Pelabuhan Lembar Lombok.

Sejak tahun 2014,Pelni telah merilis dan mengoperasikan paket wisata bahari dengan memanfaatkan armada yang sedang menjalani paused time di pelabuhan terdekat dengan destinasi wisata.(Foto:YD)

Sejak tahun 2014,Pelni telah merilis dan mengoperasikan paket wisata bahari dengan memanfaatkan armada yang sedang menjalani paused time di pelabuhan terdekat dengan destinasi wisata.(Foto:YD)

Dia contohkan begini. Saat liburan panjang sekolah, bisa dibuatkan paket-paket wisata mengelilingi Nusa Tenggara Barat yang berawal dan berakhir di Pelabuhan Lembar, Lombok. Atau, paket-paket wisata menonton pasola di Pulau Sumba, NTT pada bulan-bulan tertentu. Paket-paket wisata itu akan menggunakan kapal yang membawa wisnus berkesempatan mengelilingi gugusan kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara). Kapal yang digunakan multifungsi, sebagai alat transportasi dan akomodasi terapung.

Pelabuhan Lembar Lombok akan menjadi hub pengembangan pariwisata bahari domestik karena dekat dengan Bali dan konektivitas udaranya lebih baik. Dan wisnus pun bisa menikmati bentang alam laut perairan di Sunda Kecil yang eksotis dengan fasilitas yang memenuhi standar turisme.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan dukungan dari pemda-pemda dan para pelaku industri pariwisata di daerah, selain upaya kerja sama dan sinergitas antara operator-operator kapal seperti ASDP untuk alat transportasi penyeberangan yang aman dan nyaman, dan Pelni untuk alat transportasi antar pulau.

Di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III memang tampak, secara bertahap, keseriusan salah satu BUMN pengelola pelabuhan di Indonesia itu mengembangkan pariwisata di daerah.*** (Yun Damayanti)