Restoran Bale Raos ini masih berada di dalam kawasan Keraton Kesultanan Yogyakarta.(Foto:YD)

(Ilustrasi). Restoran Bale Raos ini masih berada di dalam kawasan Keraton Kesultanan Yogyakarta.(Foto:YD)

“Sayembara Desain Restoran Nusantara  ini bertujuan membuat desain pada tingkat gagasan yang akan dijadikan sebagai rujukan desain arsitektur Nusantara bagi masyarakat dan investor dalam membangun restoran di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Hasil sayembara akan menjadi hak Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif, ” Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan saat merilis Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 di Jakarta, Rabu (2/8).

Sayembara  Desain Restoran Nusantara 2017 bersifat terbuka bagi sarjana arsitektur baik anggota IAI maupun bukan anggota IAI, perorangan maupun kelompok/tim. Pendaftaran telah dibuka sejak 28 Juli 2017 sampai dengan 2 September 2017 pukul 17.00 WIB. Pendaftaran dapat dilakukan melalui arsitekturnusantara.propanraya.com.

Penjurian akan mulai dilakukan pada tanggal 12 September 2017. Panitia akan menetapkan 30 finalis. Juri Kehormatan dalam sayembara ini antara lain Yori Antar, Eko Alvares, Deputi Bidang Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hary Santosa Sungkari, Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Kementerian Pariwisata Frans Teguh, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Haryadi B. Sukamdani, dan praktisi dan akademisi bidang restoran Joko Suyono.

Hadiah yang diperebutkan total Rp 1 miliar. Pemenang pertama akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 50 juta, pemenang kedua Rp 30 juta, dan pemenang ketiga Rp 20 juta. Pengumuman dan penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada bulan September 2017 bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia.

Penyelenggaraan sayembara ini merupakan kerja sama Kementerian Pariwisata, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dan PT. Propan Raya. Sayembara desain restoran itu guna mendukung program mengembangkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

Kesepuluh  destinasi pariwisata prioritas tersebut yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu dan Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger–Semeru (JawaTimur), Mandalika (Lombok – NTB), Labuan Bajo (Flores – NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai(Maluku Utara).

Hendra Adidarma, pemilik PT Propan Raya, mengatakan, setelah sukses dengan sayembara desain arsitektur rumah wisata Nusantara tahun lalu, Propan kembali dipercaya menyelenggarakan sayembara desain restoran Nusantara.

“Sebagai salah satu amenitas yang dibutuhkan dalam pengembangan destinasi pariwisata, sebuah restoran selayaknya dapat memberikan kesan baik dari segi pelayanan maupun suasana ruangnya. Untuk itu desain harus mempunyai kesan tersendiri dari segi interiornya. Kesan-kesan tersebut dapat dibentuk pada elemen-elemen pembentuk dan pelengkap ruang yang merupakan unsur-unsur desain interior,” kata  Hendra.****