Rudyard Kipling.(Foto:wikipedia)

Rudyard Kipling.(Foto:wikipedia)

Apakah Anda penikmat karya-karya sastra dunia? Atau pernah mendengar sebuah buku cerita anak-anak berjudul The Jungle Book yang ditulis oleh Rudyard Kipling? Mungkin dalam waktu tidak lama lagi, Anda dapat menelusuri kehidupan sang penulis di tempat kelahirannya di Mumbai, India. Mengunjungi tempat-tempat yang menginspirasi penulisan karya-karyanya.

Joseph Rudyard Kipling (30 Desember 1865 – 18 Januari 1936) ialah seorang penulis cerita pendek, puisi, dan novelis Inggris yang lahir di Mumbai, India. Bungalow di mana ia dilahirkan akan dijadikan sebagai daya tarik wisata bagi wisatawan domestik dan asing.

Vinod Tawde, Menteri Negara Pendidikan dan Budaya, mengusulkan kepada pemerintah India untuk menjamin bungalow itu karena bangunan tersebut merupakan hotspot penting bagi turis selain juga merupakan situs sejarah yang penting. Semua artefak di rumah itu akan dipertahankan dan ditampilkan dengan dana dari Departemen Kebudayaan yang juga akan memperbaiki, memulihkan dan mempertahankan struktur kayu dan batu bangunan.

‘Bungalow Dekan’,rumah tempat Rudyard Kipling dilahirkan dalam kompleks kampus Sir JJ School of Art di Mumbai,India.(Foto:Ist.)

Bangunan bungalow yang asli telah hancur pada tahun 1800-an, namun dibangun kembali pada tahun 1882. Sebelum restorasi selama enam tahun antara tahun 2002-2008, bangunan tersebut telah direstorasi beberapa dekade sebelumnya.

Bangunan cagar budaya tersebut berada di dalam kompleks Sir JJ School of Art di Mumbai, India. Pemerintah lokal Maharashtra akan membangun Museum dan Perpustakaan Kipling, selain itu acara-acara kebudayaan akan dipentaskan di lokasi untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan domestik dan internasional. Lokasi kompleks sekolah ini berdekatan dengan monumen Warisan Dunia UNESCO, Chhatrapati Shivaji Terminus dan bangunan-bangunan cagar budaya lainnya seperti Pasar Crawford dan Mumbai Polisi Commissionerate.

Sir JJ School of Art didirikan oleh seorang pengusaha dan dermawan asal Mumbai, Sir Jamsetjee Jeejeebhoy pada tahun 1857. Sekolah itu kemudian diambil alih oleh pemerintah pada tahun 1866. Lockwood Kipling, ayah Rudyard Kipling, ditunjuk menjadi dekan pertama JJ School of Art dan tinggal di bungalow di dalam kompleks kampus. Kemudian, ‘Bungalow Dekan’ menjadi tempat tinggal para kepala sekolah berikutnya di sekolah seni bergengsi ini sampai sekitar tahun 2002. Sesudah itu, bungalow tidak pernah dipergunakan lagi dan ditelantarkan.

Ada sebuah plakat logam terukir “Rudyard Kipling, anak Lockwood Kipling, Kepala Sekolah pertama Sir JJ School of Art, lahir di sini pada 30.12.1865”. Patung Rudyard Kipling menunjukkan keterhubungan sejarah dan karya-karya sastranya dengan kompleks kampus.

Pemerintah India telah memutuskan untuk mengubah rumah tempat Rudyard Kipling dilahirkan menjadi museum sejak 2010. Tetapi pada saat itu, karena “sensitivitas politik”, di museum itu sempat direncanakan menampilkan koleksi lukisan karya seniman lokal bukan untuk menunjukkan peninggalan sang penulis.

The Jungle Book (1888) adalah karya Rudyard Kipling paling terkenal. Karya-karya lainnya, novel Kim (1901), cerita pendek The Man Who Would Be King (1888), dan puisi-puisinya yang terkenal antara lain Mandalay (1890), The White’s Man Burden (1899), dan If (1910). Ia dianggap sebagai inovator utama dalam seni cerita pendek dan buku anak-anaknya menjadi sastra klasik anak-anak dunia yang abadi. Ia dianugerahi Hadiah Nobel Sastra tahun 1907, penulis berbahasa Inggris pertama yang menerima hadiah itu sekaligus sebagai penerima penghargaan Nobel termuda sampai saat ini.

Sir J.J. School of Art adalah salah satu lembaga pendidikan seni rupa perintis di India sejak didirikan tahun 1878. Di kampus yang menempati bangunan cagar budaya, para siswa belajar di departemen seni gambar dan lukis, patung dan pemodelan, seni mural, potret , percetakan, seni dan kerajinan termasuk keramik, dekorasi interior, kerajinan dari logam dan tekstil; dan pelatihan guru oleh guru-guru seni dari perguruan tinggi dan Art Masters. Kampus ini memiliki program pendidikan sarjana dan pascasarjana yang menawarkan gelar BFA dan MFA kepada mahasiswa.

Pada tahun 1890, sekolah ini diambil alih oleh Departemen Pendidikan Pemerintah Bombay, yang menyadari pentingnya seni dan kerajinan India sebagai bagian dari budaya daripada hanya sekedar memberikan pendidikan teknis dan memenuhi kebutuhan industri. *** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)