Infrastruktur pelabuhan merupakan kunci pertumbuhan dari pariwisata ini. Marina Bay Cruise Terminal di Singapura telah memainkan peran penting dalam menarik kapal-kapal kepada sumber pasar. Keberadaan kapal-kapal ini bukan hanya untuk mengembangkan pasar di Singapura, tapi juga pasar di negara-negara tetangga termasuk Australia. Daya tarik menjelajahi Asia Tenggara bagi orang Australia jangan diremehkan.

Menyusuri sungai di Kalimantan sebenarnya menarik,ungkap pasangan wisatasan asal Australia ini.Mereka berharap sungai-sungainya dapat lebih bersih karena kekayaan flora dan faunanya sudah sangat menarik.Pasangan ini suka berpesiar dengan kapal baik di laut dan di sungai.(Foto:YD)

Menyusuri sungai di Kalimantan sebenarnya menarik,ungkap pasangan wisatasan asal Australia ini.Mereka berharap sungai-sungainya dapat lebih bersih karena kekayaan flora dan faunanya sudah sangat menarik.Pasangan ini suka berpesiar dengan kapal baik di laut dan di sungai.(Foto:YD)

Membangun saluran distribusi yang efisien dan efektif juga penting bagi pertumbuhan industri pelayaran di kawasan ini. Wisatawan Asia akan memulai penjelajahan dari Jepang dan Singapura mengunjungi Vietnam dan Kamboja, bahkan ke Pulau Komodo di Indonesia.

Executive Vice President of Sales, Marketing and Hotels Genting Hong Kong, Ltd., (parent company dari kapal pesiar Star Cruise), Ang Moo Lim, mengungkapkan optimis dengan perkembangan ini karena secara geografis Asia Tenggara mempunyai banyak keuntungan dan alam yang sangat indah untuk dijelajahi. Keoptimisan Star Cruise terhadap sektor industri ini terlihat dari pembangunan dua kapal pesiar mewah yang masing-masing bernilai satu miliar dolar AS di tahun 2015.

“Kawasan ini tetap merupakan tujuan berpesiar yang menarik karena kaya dengan lokasi eksotis dan situs-situs warisan dunia. Dengan basis konsumen yang berkembang di Asia Tenggara, kami mengamati perubahan dalam gaya hidup dan perkembangan pilihan liburan diantara wisatawan. Berlibur dengan kapal pesiar yang bebas stres dan all-inclusive yang menjadikannya semakin populer,” ujar Ang.

Kapal pesiar terbesar Royal Caribbean Cruise Line, Quantum of the Seas, memulai pelayarannya di Asia pada tahun ini. Kedatangan Quantum of the Seas, sebuah kapal pesiar baru dan paling revolusioner, menjadi sorotan terbesar yang akan mendefinisikan kembali makna pelayaran di kawasan Asia.

“Pada saat yang sama, Royal Caribbean International akan berlayar sepanjang tahun di Singapura, ini menggarisbawahi komitmen dari salah satu merek pelayaran global terbesar dalam rangka tumbuh bersama pelabuhan-pelabuhan kapal pesiar di kawasan ini dalam jangka panjang. Ditambah lagi dengan meningkatnya popularitas Asia Tenggara sebagai tujuan bagi wisatawan di seluruh dunia, jadi kami melihat prospek kuat di wilayah ini,” ujar Jennifer Yap, Managing Director Royal Caribbean untuk Singapura dan Asia Tenggara.

CEO Singapore Cruise Center Christina Siaw mengakui Asia Tenggara menjadi pasar kuat untuk pariwisata kapal pesiar selama tahun 2015. Karena Asia secara keseluruhan dan Asia Tenggara pada khususnya, belum sepenuhnya menggarap potensinya sebagai destinasi bagi kapal pesiar dan sumber pasar wisatawan.

“Sekarang ini penetrasi wisata kapal pesiar di Asia baru 0,1 persen dibandingkan dengan lebih dari 3 persen di Amerika Utara dan 1 sampai 2 persen di Eropa. Bisa diasumsikan, ketika Asia tumbuh makmur, kelas menengahnya berkembang dan mereka akan menghabiskan lebih banyak penghasilannya untuk melakukan perjalanan dan pangsa pasar untuk wisata kapal pesiar pun pasti akan tumbuh,” Christina mengatakan.

Indonesia hendak dijadikan pasar wisatawan kapal pesiar yang  potensial.(Foto:YD)

Indonesia hendak dijadikan pasar wisatawan kapal pesiar yang potensial.(Foto:YD)

Direktur penjualan cruise dari Protravel International Marni Becker mengatakan, ekspansi di Asia sangat besar dan bukan hanya bagi pasar Asia saja. Dengan menempatkan kapal-kapal mereka selama tiga tahun, kemungkinan mengeksplorasi Asia dengan menggunakan kapal pesiar untuk perjalanan musim panas bersama anak-anak akan menjadi kenyataan.

Ann Sherry juga optimis, menghubungkan para agen perjalanan untuk meningkatkan kepercayaan dan minat konsumen akan mendorong pertumbuhan pariwisata kapal pesiar di Asia Tenggara. *** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)