Rafflesia Tour, Begini Pengalaman Satu Operator Tur di Bengkulu

Krishna Gamawan,Direktur Alesha Wisata.(Foto:YD)

Krishna Gamawan,Direktur Alesha Wisata.(Foto:YD)

Di tanah Bengkulu dalam satu bulan bisa ada 4 sampai 5 bunga rafflesia mekar. Jenisnya tidak hanya satu. Namun jenis yang paling banyak ditemui adalah Rafflesia arnoldii. Tidak ada yang bisa memprediksi secara tepat kapan bunga ini akan mekar. Itu semua seperti sengaja dijadikan keunikan tur bunga rafflesia di sana.

Dengan membuat jaringan komunikasi dengan kelompok-kelompok sadar wisata di masyarakat di habitat bunga rafflesia dan bunga bangkai, Alesha Wisata merintis membuat dan menjual paket “Rafflesia Tour” sejak tahun 2012. Dengan begitu, operator tur di Bengkulu ini mengetahui informasi saat kelopak pertama terbuka ataupun saat mekar.

Informasi mengenai keberadaan bunga rafflesia yang sedang mekar juga didistribusikan kepada komunitas-komunitas lain seperti Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) dan Bengkulu Heritage Society (BHS). Kemudian, informasi itu disebarkan lagi ke hotel-hotel yang ada di Bengkulu dan melalui media sosial, diantaranya Facebook dan Instagram.

Menurut Krishna Gamawan, Direktur Alesha Wisata, kalau sudah bisa diprediksi waktu mekar bunga rafflesia di sini, Bengkulu mungkin akan kalah dari Kebun Raya Bogor, Jawa Barat dan Taman Nasional Kinabalu, Malaysia.

“Kami punya paket Rafflesia Tour. Di dalam paket itu kami ingin menonjolkan habitat bunga rafflesia. Saat tamu memasuki kawasan habitatnya akan menemui ekosistem alam yang masih sehat, melihat bongkol-bongkol bunga berbentuk seperti bola sepak takraw di atas tanah yang mulai siap mekar. Bisa melihat bunga rafflesia yang sedang mekar menjadi bonusnya,” begitu Krishna menerangkan.

Pengunjung yang jauh datang dari Jepang hanya agar dapat menyaksikan bunga rafflesia (Rafflesia arnoldii) di habitatnya di Bengkulu,Indonesia.(Foto:Dok.Alesha Wisata)

Pengunjung yang jauh datang dari Jepang hanya agar dapat menyaksikan bunga rafflesia (Rafflesia arnoldii) di habitatnya di Bengkulu,Indonesia.(Foto:Dok.Alesha Wisata)

Jadi Rafflesia Tour itu tidak jauh berbeda dengan tur melihat orangutan di habitatnya di Sumatera dan Kalimantan, ataupun tur safari di Afrika. Bertemu dengan satwa-satwa liar seperti orangutan, singa, dan lain-lain adalah hadiah dari pengalaman perjalanan di alam bebas.

Rafflesia Tour merupakan program tur sehari (1-day tour). Tetapi menurut pengalaman Alesha Wisata, tamu-tamu asingnya bisa tinggal minimal selama 3 hari 2 malam di Bengkulu.

Banyak dari tamu-tamu asingnya ialah mereka yang sedang menjalani Sumatera overland tour. Hotel-hotel akan diinformasikan mengenai bunga rafflesia yang sedang mekar. Dengan begitu, wisman yang sedang singgah di Bengkulu melakukan tur reguler bisa mengetahuinya dan akan mencari tahu bagaimana bisa melihatnya.

Ada juga tamu asing yang langsung menghubungi Alesha Wisata setelah informasi mengenai keberadaan bunga rafflesia yang sedang mekar dipublikasikan melalui media sosial, Facebook dan Instagram.

“Yang kontak langsung ada para ekspatriat dari Jakarta. Tamu asing yang paling jauh kami pernah tangani dari Okinawa, Jepang. Begitu dia baca informasinya di Facebook, dia langsung mengirim pesan kepada kami, dia akan berangkat pada sore hari itu juga. Dari Okinawa dia menumpang AirAsia menuju Jakarta dengan transit di Kuala Lumpur, lalu dari Jakarta dia terus ke Bengkulu,” kata Krishna.

Pada umumnya, tujuan tamu-tamu adalah melihat satu bunga rafflesia, tak masalah jenis Rafflesia arnoldii ataupun jenis rafflesia yang lainnya. Mereka akan menentukan kapan akan meninggalkan Bengkulu apabila tidak ada lagi bunga yang akan mekar dalam waktu dekat.

“Biasanya mereka akan bertanya lagi, ‘Apakah ada bunga lain yang akan mekar dalam waktu dekat?’ Kalau ada, kami informasikan lagi kepada mereka. Jadi dari situ mereka akan tentukan mau extend atau tidak,” tambahnya.

Dari pengalaman Alesha Wisata, dalam setahun mereka menangani 10 sampai 15 kali trip wisman yang datang ke Bengkulu untuk melihat bunga rafflesia. Rata-rata tamu FIT : individual, pasangan suami-istri, dan grup kecil sampai dengan 8 orang.

Peserta famtrip bergiliran mengabadikan bunga rafflesia (Rafflesia arnoldii) yang sedang mekar di dalam kawasan hutan lindung.(Foto:YD)

Peserta famtrip bergiliran mengabadikan bunga rafflesia (Rafflesia arnoldii) yang sedang mekar di dalam kawasan hutan lindung.(Foto:YD)

Dari kewarganegaraan tamu, lumayan banyak wisman dari Australia, Amerika Serikat, dan Inggris. Khusus tamu Australia, di Bengkulu Utara ada si Bona, gajah sumatera yatim piatu yang diselamatkan oleh tiga orang muda dari Queensland, Australia pada tahun 2012. Kisahnya punya tempat khusus di hati warga Negeri Kanguru.

Informasi mengenai Bona ada di dalam akun Facebook Save Bona the Elephant. Pengikutnya di Facebook lebih dari 5.700. Sejak kisah penyelamatan Bona muncul ke permukaan pada 2012 lalu, banyak yang bersimpati, termasuk para pengikutnya di sosial media, menggalang dana (crowd funding) guna membantu biaya penyelematan dan konservasi Bona. Selain di Bengkulu Utara juga habitat bunga rafflesia, tak sedikit wisatawan dari Australia sekaligus hendak melihat Bona.

Sedangkan bagi wisman lainnya, setelah mengikuti Rafflesia Tour akhirnya tertarik juga ingin melihat gajah sumatera dan kota emas bengkulu di Lebong.

Alesha Wisata menawarkan dua paket 1-day tour Rafflesia Tour, yakni Rafflesia Tour di Kepahiang dan Rafflesia Tour di Bengkulu Utara. Untuk paket Rafflesia Tour di Kepahiang mulai dari Rp 600 ribuan per pax untuk grup kecil terdiri dari 4 orang atau mulai dari Rp 800 ribuan per pax untuk couple. Paket Rafflesia Tour di Bengkulu Utara mulai dari Rp 580 ribu per pax untuk grup kecil terdiri dari 4 orang dan Rp 800 ribu per pax untuk couple.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.