Perairan Laut Kita Bakal Tempat “Bermain” Kapal Layar Wisata hingga Kapal Pesiar; “Star Clippers” telah Memulainya

Kapal pesiar dengan layar tiang tinggi Star Clippers sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta (11/5).(Foto:Humas Kemenpar)

Kapal pesiar dengan layar tiang tinggi Star Clippers sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta (11/5).(Foto:Humas Kemenpar)

Muncul pertanda yang memberi harapan perairan laut Indonesia bakal menjadi tempat “bermain” kapal-kapal layar wisata hingga kapal pesiar, yacht dan lainnya. Kapal pesiar layar tiang tinggi (tall ship) Star Clippers sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/5). Berangkatnya dari Thailand menuju Indonesia dengan membawa 130 orang wisman. Jakarta merupakan persinggahan pertamanya pada pelayaran pertama kali di Indonesia, ini.

Tahun 2017 ini Star Clippers akan melakukan perjalanan wisata di Indonesia sebanyak 20 paket pelayaran. Lama pelayaran rata-rata 7 hari dengan pemberhentian (home port) di Bali. Menurut rencana yang pernah disampaikan oleh operator kapal pesiar ini saat bertemu dengan delegasi Indonesia di Seatrade Cruise Global 2017 di Fort Lauderdale, Florida AS, bulan Maret lalu, Star Clippers akan berlayar di perairan Indonesia mulai dari bulan Mei hingga Oktober 2017. Itu diterangkan melalui satu siaran kemarin dulu oleh  Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata Indroyono Soesilo.

“Kapal tersebut akan membawa sebanyak 130 penumpang wisatawan mancanegara untuk berwisata bahari dari barat ke timur Indonesia. Rencana itinerary pelayarannya masuk dari Belitung Timur menuju Kepulauan Seribu, Jakarta, kemudian ke Madura, Labuan Bajo, sampai di Waikelo, Nusa Tenggara Timur,” ujar Indroyono.

Kapten kapal Star Clippers Brunon mengungkapkan, banyak pelanggan perusahaannya yang menginginkan menjadikan Indonesia sebaggai hub.

“Juga yang bertanya kenapa tidak dipusatkan di Indonesia saja. Bagi pelanggan kami, keindahan Indonesia baik itu alamnya,budayanya, dan makanannya sangat eksotis. Tidak kalah dengan negara lain di ASEAN,” ungkap Brunon.

“Bila uji coba ini lancar, tidak ada regulasi yang memberatkan, kami yakin Indonesia akan menjadi pusat pengoperasian kapal-kapal kami untuk ASEAN. Saat ini yang sangat berpotensi masih Bali. Tapi kami sudah mendengar bahwa pembangunan-pembangunan marina di Indonesia tengah digencarkan,” tukas Brunon.

Ketua Bidang II Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Marsetio, menambahkan, selain Star Clippers, dua kapal lagi yakni Royal Clippers dan Star Flyers direncanakan akan rutin berlayar di Indonesia.

“Ini cukup bagus untuk menambah angka kunjungan wisman kita. Bila mereka melakukan 20 kali pelayaran selama setahun dengan tiga kapal, dikalikan 130 wisman, berarti 7.800 wisman per tahun,” terang Marsetio.

Apabila pada tahun ini pelayaran wisata kapal pesiar dengan layar tiang tinggi itu berjalan dengan sukses, pada tahun 2018 akan ditingkatkan jumlah kunjungannya. Dan tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan kapal lain, seperti Royal Clippers, yang lebih besar.****

Leave a Reply

Your email address will not be published.