Wisman dari kapal pesiar yang singgah di Lombok menggunakan tender untuk sampai di jetty Pelabuhan Lembar.Ini sudah comply dengan ISPS Code.(Foto:Dok.Pelindo 3 Cab.Lembar Lombok)

Wisman dari kapal pesiar yang singgah di Lombok menggunakan tender untuk sampai di jetty Pelabuhan Lembar.Ini sudah comply dengan ISPS Code.(Foto:Dok.Pelindo 3 Cab.Lembar Lombok)

Arus kunjungan wisman dari Bali ke Lombok dan gili-gili di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui penyeberangan laut lebih ramai daripada yang terbang langsung dan mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL). Data lima tahun terakhir mengindikasikannya. Melalui laut dan udara, jumlah kunjungan wisman ke Lombok tergolong “luar biasa” peningkatannya. PT Pelindo III sedang menunggu izin reklamasi Gili Mas di dalam kawasan perairan Pelabuhan Lembar, Lombok, untuk memulai membangun fasilitas pelabuhan kapal pesiar di sana. Di Pelabuhan Lembar ada dua dermaga, dermaga feri penyeberangan oleh ASDP, dan dermaga/jetty Pelabuhan Lembar oleh Pelindo 3 Cabang Lembar.

Jumlah Kunjungan Wisman Melalui Pelabuhan Lembar Tahun 2012-2016. (Sumber : Diolah dari publikasi Statistik Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB)

Sumber : Diolah dari publikasi Statistik Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, 2106) *) Di Pelabuhan Lembar ada dua dermaga, dermaga feri penyeberangan oleh ASDP, dan dermaga/jetty Pelabuhan Lembar oleh Pelindo 3 Cabang Lembar.

Jumlah Kunjungan Wisman Langsung dari Luar Negeri Melalui Bandara Internasional Lombok Tahun 2012-2016 

Sumber : Diolah dari publikasi Statistik Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, 2106)

Baharuddin,General Manager Pelindo 3 Cabang Pelabuhan Lembar,Lombok.(Foto:YD)

Baharuddin,General Manager Pelindo 3 Cabang Pelabuhan Lembar,Lombok.(Foto:YD)

PT Pelindo III akan membangun infrastruktur pelabuhan baru di Gili Mas, dengan prioritas adalah membangun dermaga dan terminal untuk melayani penumpang dan kapal-kapal pesiar. Gili Mas adalah sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang masih berada di dalam kawasan perairan Pelabuhan Lembar. Gili ini dipilih karena dermaga pelabuhan baru itu nantinya akan mempermudah masuk-keluar kapal-kapal besar, termasuk kapal-kapal pesiar berukuran 200 meter ke atas, kapal-kapal RoRo, dan kapal-kapal LCT. Posisi dermaga baru itu juga diproyeksikan tidak akan mengganggu alur pelayaran kapal-kapal yang lebih kecil termasuk kapal-kapal feri.

“Kami masih menunggu izin reklamasi Gili Mas yang masih dalam tahap pembahasan final di Kementerian Perhubungan. Izin-izin lainnya sudah selesai dan siap. Kami belum bisa memulai pembangunannya jika masih ada izin yang belum tuntas,” ujar Baharuddin, General Manager Pelindo III Cabang Pelabuhan Lembar Lombok.

Pelabuhan baru di Gili Mas, dalam rencana jangka panjangnya, akan dihubungkan dengan KEK Mandalika dan menjadi hub kapal-kapal yang akan menghubungkan Nusa Tenggara secara keseluruhan.

Di Pelabuhan Lembar,Lombok saat ada kapal pesiar singgah.Tender (kapal kecil berwarna oranye) membawa wisman dari kapal pesiar yang anchor dan hilir mudik kapal-kapal feri yang mengangkut,diantaranya,wisman dari Bali-Lombok PP.(Foto:Dok.Pelindo 3 Cab.Lembar Lombok)

Di Pelabuhan Lembar,Lombok saat ada kapal pesiar singgah.Tender (kapal kecil berwarna oranye) membawa wisman dari kapal pesiar yang anchor dan hilir mudik kapal-kapal feri yang mengangkut,diantaranya,wisman dari Bali-Lombok PP.(Foto:Dok.Pelindo 3 Cab.Lembar Lombok)

Beberapa waktu lalu, Pelindo III, termasuk beberapa pimpinan cabang—diantaranya dari Pelabuhan Lembar Lombok-, pergi ke Singapura guna membangun sinergi dengan para pelaku di sana. Terkait pengembangan pariwisata kapal pesiar, sinergi itu, menurut rencana, akan dilakukan melalui joint promotion.

“Wilayah Lombok termasuk salah satu program target destinasi yang akan dipasarkan oleh pelaku industri cruise di Singapura,” kata Baharuddin.

Pelindo III Cabang Lembar menargetkan 24 calls sepanjang tahun 2017. Kapal-kapal pesiar yang masuk ke Pelabuhan Lembar tahun 2016 lalu panjangnya rata-rata di atas 200 meter dan membawa penumpang wisman antara 1.000, 1.500 hingga 2.000 orang.

Wisman dari kapal pesiar yang singgah di Lombok menggunakan tender untuk sampai di jetty Pelabuhan Lembar.Ini sudah comply dengan ISPS Code.(Foto:Dok.Pelindo 3 Cab.Lembar Lombok)

Wisman dari kapal pesiar yang singgah di Lombok menggunakan tender untuk sampai di jetty Pelabuhan Lembar.Ini sudah comply dengan ISPS Code.(Foto:Dok.Pelindo 3 Cab.Lembar Lombok)

Kawasan Pelabuhan Lembar, Gili Mas mempunyai potensi dan masa depan yang bagus. Aksesibilitas di darat yakni jalan raya yang menghubungkan antara kawasan pelabuhan dengan BIL saat ini kondisinya sudah baik. Waktu tempuhnya tidak lebih dari 60 menit. Apabila dibuka akses darat baru langsung dari pelabuhan ke KEK Mandalika jarak tempuhnya bisa mencapai sekitar 30 menit saja. Namun saat ini, antara Pelabuhan Lembar-Mandalika masih ditempuh selama lebih dari 1 jam dengan rute perjalanan yang memutar. Dengan pembukaan akses darat baru tersebut diyakini antara pembangunan infrastruktur pelabuhan baru di Gili Mas dan KEK Mandalika akan saling mendukung.*** (Yun Damayanti)