Branding WI masih berlangsung di kota Marseille,Perancis.(Foto:VITO Perancis)

Branding WI masih berlangsung di kota Marseille,Perancis.(Foto:VITO Perancis)

Menurut Summer Booking Statistic yang dirilis oleh SETO, asosiasi agen perjalanan/operator tur (TA/TO) di Perancis, pemesanan perjalanan liburan ke Indonesia untuk musim panas 2017 melalui agen perjalanan/operator tur Perancis meningkat 38 persen daripada tahun lalu. Bahkan diperkirakan, pertumbuhan pemesanan perjalanan ke Indonesia secara keseluruhan bisa mencapai 60 persen.

(Sumber:SETO)

(Sumber:SETO)

“Sampai dengan bulan Mei 2017, pemesanan perjalanan liburan ke Indonesia oleh calon wisatawan dari Perancis sudah naik 38 persen. Ini baru berdasarkan pada pemesanan perjalanan melalui TA/TO. Belum lagi dihitung dari direct booking melalui internet, para backpacker maupun pemesanan last minute,” itu menurut Eka Moncarre, Country Manager VITO Perancis.

Sudah dirasakan dan diprediksikan, summer booking dari Perancis ke Indonesia akan naik hingga 60 persen.

(Sumber:SETO)

(Sumber:SETO)

Dalam siaran pers SETO diungkapkan, pemesanan perjalanan liburan jarak jauh selama musim panas 2017 menunjukan hasil yang menggembirakan. Pemesanan perjalanan ke Asia Pasifik tumbuh 5 persen. Pemesanan perjalanan ke Indonesia naik 38% daripada tahun lalu. Angka tersebut berdasarkan pada pemesanan yang sudah terkonfirmasi dengan para agen perjalanan/operator tur Perancis, belum terhitung dengan pemesanan langsung melalui internet maupun last minute. Musim panas 2017 diharapkan bisa menjadi masa keemasan pasar Perancis bagi pariwisata Indonesia.

Kabar baiknya lagi, Indonesia memimpin destinasi kawasan Asia sebagai tujuan liburan long haul wisatawan Perancis. Pertumbuhan wisatawan Perancis ke Indonesia mencapai 79%, berada di urutan kedua setelah Bahamas dengan pertumbuhan 99 persen. Destinasi lain yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Afrika Selatan (+69%), Peru (+51%), Republik Dominika (+7%), dan Kuba (+7%).

Tentu hasil itu merupakan buah dari berbagai upaya dan kerja keras Kementerian Pariwisata dan VITO Perancis sejak tahun lalu.

Memang, SETO mengingatkan, masih banyak tantangan dan jalan masih panjang bagi pariwisata Indonesia untuk bersaing dengan Thailand dan Jepang, kompetitor yang termasuk ke dalam Top 5 Destinations di pasar Perancis. Terutama selama liburan musim dingin.

Tahun 2017 akan menjadi spesial dan tahun yang bagus bagi semua operator tur di Perancis, baik yang besar maupun yang kecil. Mereka memperoleh hasil penjualan yang bagus dari pemesanan.

Selama periode musim dingin lalu (1 November 2016-30 April 2017), semua anggoota SETO menghasilkan volume bisnis sebesar EUR 1,777 juta. Ini merepresentasikan kenaikan 3,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ada sekitar 2.058.726 klien yang ditangani oleh para operator tur Perancis yang merepresentasikan kenaikan sebesar 2,5 persen. Itu membuktikan, warga Perancis semakin banyak melakukan perjalanan dan membeli paket-paket tur lebih banyak kepada agen-agen perjalanan Perancis.

Syndicat des Enterprise du Tour Operating (SETO) adalah asosiasi perusahaan operator wisata terdiri dari sekitar 70 operator wisata terbesar dan paling penting di pasar Prancis.

SETO didirikan pada tanggal 5 Maret 2013 oleh anggota Tour Association Operators/CETO (CETO didirikan pada tahun 1973). Sejak saat itu, SETO memperkuat dan mengembangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Asosiasi selama 40 tahun baik di tingkat nasional maupun di Eropa. Representasi para operator tur sejak itu telah diperkuat dengan semua institusi resmi di Perancis dan Eropa.

Obyektif SETO adalah untuk melindungi kepentingan para operator tur menghadapi tantangan masa depan profesi, khususnya perubahan pasar, perkembangan teknologi, hukum, konsumen, ataupun isu-isu sosial yang berkembang.*** (Yun Damayanti)