MTF 2016-banner Siapa mau menjual alias selling produk dan atau paket-paket wisata? Sebanyak 80 penjual diharapkan akan mengisi 80 paviliun, dan dipertemukan dengan sekitar 120 pembeli minimal dari 10 negara, pada event Majapahit Travel Fair (MTF) 2016 di Surabaya. Penjual dari Jawa Timur akan mengambil porsi 70% dan 30% lainnya diharapkan dari luar daerah Jawa Timur, seperti Yogya, Bali, Jakarta, dan Bandung. Pembeli 80% dari mancanegara dan 20% pembeli domestik dari luar daerah Jawa Timur. Itulah yang ditargetkan Travex (Travel Exchange) pada MTF 2016, tanggal 13-16 April 2016. 

Memang, “Pembeli dari ASEAN akan mendominasi karena keberadaan layanan penerbangan langsung. Kami menargetkan pembeli dari negara-negara yang telah terhubung langsung dengan Surabaya, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Myanmar, Filipina, Hong Kong, Cina, Australia, Jepang, Belanda, dan Timur Tengah. Dan tentu saja pembeli dari dalam negeri,” ujar Monas Tjahjono dari Konsorsium Travel Agent, penyelenggara travex di MTF.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur bekerja sama dengan pelaku industri pariwisata dan industri perjalanan menggelar Majapahit Travel Fair untuk ke-17 kali tahun 2016 ini. Temanya aktual, “East Java Marine Tourism, the Hidden Paradise”.

Para pembeli dan media juga akan diajak melihat langsung destinasi dan fasilitas turisme di Jawa Timur. Pameran dengan program B-to-C akan berlangsung di Grand City Surabaya pada 14-17 April 2016.

Dalam sambutan yang dipublikasikan dalam situs resmi Majapahit Travel Fair Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, MTF merupakan landasan yang sangat baik untuk membangun jaringan dan menjalin kontak bisnis. Pasar dan pameran pariwisatanya selama ini telah dihadiri oleh pembeli internasional dan domestik, serta para penjual dan pemasok dari berbagai tujuan di Jawa Timur. Peserta travex dan pameran terdiri dari pengelola obyek-obyek wisata, hotel, resor, dan jasa perjalanan terkait. Pengunjungnya, selain para pembeli juga para pembuat kebijakan industri perjalanan dan pariwisata, akademisi, pengamat pariwisata dan media.

Dalam rangka mempermudah perjalanan nan nyaman bagi para pengunjung dan wisatawan, Jawa Timur mempercepat pembangunan infrastruktur pariwisata seperti pembangunan dan pembukaan hotel-hotel baru khususnya di Surabaya untuk meningkatkan jumlah kamar, menyediakan tempat-tempat wisata baru, blok-blok belanja dan pusat-pusat perbelanjaan, serta memperluas konektivitas.

Bandara Internasional Juanda di Surabaya sekarang telah memiliki area lebih luas dan mampu menampung lebih banyak penumpang. Penerbangan langsung dari dan ke luar negeri beroperasi menghubungkan Surabaya dengan Kuala Lumpur, Penang, dan Johor Bahru, Singapura, Hong Kong, Brunei Darussalam, Bangkok, Taiwan (Taipei), dan Arab Saudi (Jeddah).

Pengunjung MTF akan berkesempatan menyaksikan atraksi-atraksi wisata alam spektakuler berpadu dengan budaya tradisional serta masakan dan buah-buahan tropis yang eksotis dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

Dengan MTF 2016, Jawa Timur juga hendak menunjukkan kepada pasar mancanegara dan domestik keberadaan gunung-gunung vulkanik aktif seperti Gunung Raung, Bromo, Ijen, Semeru dan lain-lain bukan sebagai kendala tetapi justru untuk tetap bisa dikunjungi, selain pantai dan bentang lautnya yang menyimpan keeksotisan dunia maritim Nusantara yang unik. *** (Yun Damayanti)