Pangkalpinang Travel Mart, Sungailiat Triathlon, Wisnus dan Investasi Terindikasi Maju Pesat, selangkah Lagi ke Wisman

Ahmad Fizar Razak,buyers dari Malaysia,buyer asing pertama selama tiga tahun PTM diadakan.(Foto:YD)

Pangkalpinang Travel Mart (PTM) yang ketiga, pada 21-23 April 2017 kemarin ini, diikuti oleh 28 sellers dan 30 orang buyers. Fokus memang wisata nusantara, tapi hasilnya agaknya sungguh terasa. Tinggal selangkah, ibaratnya, akan masuklah ke arena wisata internasional, atau inbound.  Kali ini ada seorang pembeli dari Kuala Lumpur, Malaysia. Sejak pelaksanaan dua kali PTM sebelumnya, kegiatan dan investasi di sektor pariwisata dan yang terkait terasa benar bergeliat di kota Pangkalpinang dan sekitarnya.

Kegiatan table top, pada hari Sabtu, 22 April 2017, di Rumah Resident, di pusat kota Pangkalpinang, dimulai tepat pukul 13.00 dan berakhir pukul 15.30. Sesi pertma, dengan sistem round robin. Setiap tatap muka berlangsung selama 5 menit. Kedua, sesi free deal yang memberi kesempatan buyers mendatangi sellers yang paling diminatinya untuk pembicaraan lebih lanjut.

Table top Pangkalpinang Travel Mart 2017 di Rumah Resident,bangunan cagar budaya yang masih berdiri kokoh di tengah kota Pangkalpinang,Bangka.(Foto:YD)

Table top Pangkalpinang Travel Mart 2017 di Rumah Resident,bangunan cagar budaya yang masih berdiri kokoh di tengah kota Pangkalpinang,Bangka.(Foto:YD)

 Sellers berasal dari Pangkalpinang dan sekitarnya. Ada hotel, agen perjalanan/operator tur, restoran dan pusat penjualan oleh-oleh khas Bangka. Ketiga puluh orang pembeli datang dari Jakarta, Batam, Bandung, Surabaya, Cilacap, Purwokerto, Yogyakarta, Palembang, Jambi, Medan, dan Lombok. Seorang pembeli dari Malaysia diundang hadir oleh salah satu pelaku usaha pariwisata di ibu kota Provinsi Bangka Belitung ini.

BIs Pownis telah resmi menjadi bis wisata keliling kota Pangkalpinang,peserta buyers PTM 2017 pun mencobanya.(Foto:YD)

BIs Pownis telah resmi menjadi bis wisata keliling kota Pangkalpinang,peserta buyers PTM 2017 pun mencobanya.(Foto:YD)

Pre-event-tour dilaksanakan pada hari Jumat (21/4). Peserta buyers diajak keliling kota naik bis Pownis yang berawal dari Museum Timah. Sebelum city tour, peserta disambut oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pangkalpinang, panitia penyelenggara PTM 2017 dan staf museum di Museum Timah. Setelah coffee break dan tur di dalam museum, peserta naik bis dan berhenti beberapa kali di tempat-tempat bersejarah di dalam kota.

Sebelum program table top, pada hari Sabtu (22/4), semua peserta diajak untuk menyaksikan pembukaan even Sungailiat Triathlon yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari dalam dan luar negeri di kawasan resor Tanjung Pesona.

Post-tour dilakukan selama setengah hari sebelum peserta kembali ke daerahnya masing-masing pada hari Minggu (23/4). Post-tour mengunjungi pantai Tanjung Gunung atau Tapak Dewa. Dari sana menyeberang ke Pulau Panjang yang berjarak 30 menit dari pantai dengan menggunakan perahu motor tempel.

Ahmad Fizar Razak, pembelil asal Malaysia mengatakan, baru pertama kali datang ke Pulau Bangka, namun sudah membawa tamu-tamunya ke destinasi-destinasi lain di Indonesia. Selama berada di Bangka, foto-foto dirinya telah diunggah melalui akun media sosialnya. Dan menurutnya langsung mendapat tanggapan.

“Ya, mereka mulai bertanya-tanya ini di mana. Dan makanan di sini enak-enak,” ujarnya di sela-sela aktivitas table top.

Kunjungan wisata meningkat di Pangkalpinang

Kunjungan wisatawan pada tahun 2015 dan 2016 rata-rata naik sekitar 7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Aktivitas pariwisata pun nyaris berlangsung sepanjang tahun.

“Angka pertumbuhan kunjungan tahun 2015-2016 di tingkat optimis yakni rata-rata 7% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setelah ada PTM, pelaku pariwisata di sini jarang berkeluh kesah. Bisa dikatakan, aktivitasnya penuh sepanjang tahun. Kecuali di bulan-bulan tertentu, Januari dan Februari misalnya, yang agak sepi. Namun setelah itu ramai lagi,” ujar Akhmad Elvian, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwsata Kota Pangkalpinang.

Salah satu kegiatan post-tour,bersepeda di dalam kawasan resor yang sedang dibangun di pantai Tanjung Gunung.Peserta buyers melakukan beberapa aktivitas fisik yang terinspirasi dari even tahunan Sungailiat Triathlon.(Foto:YD)

Salah satu kegiatan post-tour,bersepeda di dalam kawasan resor yang sedang dibangun di pantai Tanjung Gunung.Peserta buyers melakukan beberapa aktivitas fisik yang terinspirasi dari even tahunan Sungailiat Triathlon.(Foto:YD)

Kenaikan kunjungan wisata itu juga dirasakan oleh pelaku usaha akomodasi. Dari PTM 2015 dan PTM 2016 angka kunjungan wisatawan yang hendak berlibur meningkat daripada pengunjung bertujuan mengikuti MICE. Dari pengamatan pelaku industri perhotelan, pertumbuhan tamu-tamunya rata-rata di kisaran 8 persen.

“Ada kenaikan kunjungan wisata. Setidaknya ada kunjungan wisata baru. Geliat ini dilihat juga oleh para pengusaha yang awalnya berusaha di bidang non-pariwisata. Sekarang mereka mulai tertarik untuk ikut berinvestasi di dalamnya. Dalam setahun terakhir ini saja lumayan banyak bermunculan hotel-hotel dan restoran-restoran baru,” Ketua PHRI Babel Wendo Irwanto mengatakan.

Dalam rencana induk Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN), pengembangan pariwisata di Pulau Bangka tidak hanya di kota Pangkalpinang saja tetapi juga dengan Sungailiat, Belinyu dan sekitarnya, dan Bangka Barat. Agar pariwisata semakin berkembang semua kabupaten/kota di pulau ini mesti saling bekerja sama dan bersinergi. Karena pengunjung tidak datang ke wilayah administrasi tetapi berwisata ke Pulau Bangka.

Bandara Depati Amir di Pangkalpinang saat ini.(Foto:YD)

Bandara Depati Amir di Pangkalpinang saat ini.(Foto:YD)

Dengan adanya pertemuan bisnis yang mempertemukan antara para pelaku industri pariwisata lokal dengan dari luar daerah di ibu kota provinsi seperti Pangkalpinang Travel Mart, para pelaku pariwisata di kabupaten/kota lainnya bisa memanfaatkannya sebagai ajang promosi dan penjualan. Pasar pariwisata lokal juga bisa menjadi salah satu kanal efektif bagi pelaku usaha pariwisata menengah lokal untuk mengembangkan jejaring bisnisnya.

Dengan keberadaan dua pintu gerbang melalui Bandara Depati Amir di Pulau Bangka dan Bandara H.A.S. Hananjoeddin di Pulau Belitung pengembangan dan pembangunan pariwisata di provinsi ini menunggu, apakah akan sungguh-sungguh serius digarap? *** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.