(Logo:torajafair)

(Logo:torajafair)

Toraja Fair 2016 merupakan pameran pariwisata Toraja pertama kali untuk pasar wisnus. Pameran ini berlangsung selama tiga hari di akhir pekan minggu ini mulai dari tanggal 24 hingga 26 Juni 2016 di Tongkonan Toraja, Kelapa Gading, Jakarta. Pameran bersifat B-to-C dengan tema ‘menemukan destinasi Toraja dalam satu atap’. Selain pameran pariwisata, ada bazaar yang melibatkan UKM dari Sulawesi Selatan, pelaku usaha kuliner– tak ketinggalan kopi toraja tentunya–, pertunjukan seni dan budaya, pagelaran busana, Kontes Putra dan Putri Toraja Fair 2016, dan aneka lomba seperti menggambar dan mewarnai untuk pengunjung anak-anak dan lomba swafoto bagi pengunjung umum.

Bagi para pelaku industri pariwisata dan media di Ibu Kota dapat bertemu langsung dengan pelaku-pelaku industri pariwisata Sulawesi Selatan. Focus Discussion Group (FGD) pada Jumat, 24 Juni 2016 mulai dari pukul 13.00-15.30 akan jadi ajang untuk menuai informasi terkini atas situasi dan kondisi pariwisata di Toraja khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya. FGD sesi pertama akan membahas bagaimana Toraja menghadapi tantangan menjadi destinasi pariwisata utama di Sulawesi Selatan. Sesi kedua akan membicarakan mengenai inisiatif-inisiatif dari sektor swasta yang dapat merangsang inovasi pariwisata di Toraja melalui mengangkat budaya lokal ke ranah internasional.

Sebagai pembicara di sesi pertama ialaha Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan Jufri Rahman, Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga, Ketua Asita Sulsel Didi L. Manaba, dan Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan Limbong Parapak. Direncanakan akan hadir juga dalam sesi itu ialah Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yassin Limpo, Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, dan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae.

Lili, Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja; Ferederik Batong; Jufri Rahman, Technology and Business Incubation Telkomsel; Insmerda Lebang, mantan Komjen Polri akan menjadi pembicara dalam sesi kedua.

Setelah FGD langsung dilanjutkan dengan pertemuan bisnis pada pukul 15.30-18.00. Ketua Asita Sulsel mengatakan, ada tiga agen perjalanan/operator tur berbasis di Makassar hadir pada Toraja Fair 2016. Mereka akan memperkenalkan produk-produk dan paket-paket wisata baru baik di Toraja maupun di Sulawesi Selatan. Diharapkan, mereka dapat bertemu dengan sekitar 100 agen perjalanan di Jakarta selama pameran berlangsung.

Patung Yesus raksasa di puncak Bukit Buntu Burake di Makale,Tana Toraja.(Foto:torajafair)

Patung Yesus raksasa di puncak Bukit Buntu Burake di Makale,Tana Toraja.(Foto:torajafair)

Siapa tak kenal kopi toraja? Pasar wisman terutama dari Eropa barat sudah tahu destinasi yang berjarak 6-11 jam perjalanan darat dari kota Makassar. Jumlah kunjungan dari pasar tradisional itu mengalami pasang-surut tapi masih bertahan sampai saat ini. Sekarang pemangku kepentingan pariwisata di Sulawesi Selatan merasa perlu sekali untuk memperkenalkan dan mempromosikan destinasi Toraja kepada wisatawan nusantara. Maka muncul ide dan menginisiasi penyelenggaraan pameran pariwisata Toraja untuk pasar wisnus pertama kali langsung di salah satu kantong utamanya, Jakarta.

Dalam akun resmi Facebook Toraja Fair menyebutkan, pameran pariwisata ini untuk memperkenalkan lebih jauh budaya yang ada di Toraja dan Provinsi Sulawesi Selatan. Pameran juga akan jadi ajang promosi tujuan-tujuan wisata baru di Toraja oleh Asita Sulsel. Dan, mengundang diaspora dan masyarakat toraja yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya untuk hadir dan memperkuat ikatan keluarga toraja di perantauan.

“Ini merupakan joint program stakeholders. Ada Pemkab Tana Toraja, Pemkab Toraja Utara, Asita Sulsel, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, juga didukung oleh Kementrian Pariwisata. Kita bekerja sama dengan manajemen penyelenggara even Raja Mice,” ujar Didi L. Manaba, Ketua Asita Sulsel.

Dia tambahkan, di Toraja ada obyek-obyek wisata baru yaitu destinasi patung Yesus tertinggi, salib raksasa, dan tahun ini banyak even digelar untuk mendukung obyek-obyek wisata yang sudah ada. Even terdekat diantaranya, Toraja Marathon di bulan Agustus dan Toraja Scenic Run di awal bulan Oktober mendatang. Even-even olahraga tersebut juga membidik wisman baik yang sudah berada di Indonesia maupun yang datang langsung. Dan even-even lain bertema seni dan budaya. *** (Yun Damayanti)