Kupu-kupu di Bantimurung.(Foto:wikimedia.org)

Kupu-kupu di Bantimurung.(Foto:wikimedia.org)

Pernah diluncurkan program Explore South Sulawesi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,  pada tanggal 24 Maret 2016, bersamaan itu anggota ASITA Sulawesi Selatan meluncurkan paket ‘Makassar & Beyond’. Paket itu ditawarkan mulai dari antara Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per orang, berlaku baik bagi wisnus maupun wisman. Anggota ASITA bekerja sama dengan anggota PHRI dan dua maskapai penerbangan.

Didi Manaba, Ketua ASITA Sulawesi Selatan, menerangkan pada “ITN”, dalam mendukung program pemda, ASITA Sulawesi Selatan merencanakan membuat tiga program. Dua diantaranya ya itu sudah diluncurkan pada tahun 2016 lalu. Paket pertama adalah ‘Makassar & Beyond’. Ini meliputi kota Makassar, Kepulauan Spermonde, Maros, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Barru, dan Goa. Paket kedua, ‘Toraja & Beyond’, meliputi Toraja Utara, Tana Toraja, Enrekang, Palopo hingga Luwuk. Paket ketiga, menurut rencana, meliputi Tanjung Bira dan sekitarnya.

Pulau Samalona di Kepulauan Spermonde.(Foto:Soeamardjito)

Pulau Samalona di Kepulauan Spermonde.(Foto:Soeamardjito)

Dalam paket ‘Makassar & Beyond’ ada beberapa daya tarik wisata lama yang hendak dibangkitkan kembali. Bantimurung contohnya. Didi menggambarkan, Makassar sebagai point of origin. Dari kota ini wisatawan diberikan dua pilihan. Ke rute Kepulauan Spermonde hingga ke Kabupaten Barru atau ke rute Bantimurung hingga Malino.

Kepulauan Spermonde adalah gugusan pulau kecil di depan kota Makassar. Kabupaten Barru punya garis pantai cukup panjang. Wisatawan yang akan ke Toraja dari Makassar pasti akan melewati jalan raya di tepi pantai di Barru. Di sana ada resor-resor pantai. Keduanya memiliki obyek-obyek wisata bahari menarik baik di permukaan maupun bawah lautnya. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Makassar.

Sebaliknya, Bantimurung dan Malino merupakan kawasan pegunungan. Selain tempat menangkarkan kupu-kupu, sekarang Bantimurung juga dikenal dengan air terjunnya dan sebuah goa bersejarah. Bantimurung dahulu dikenal sebagai surga kupu-kupu. Turis asing datang ke sana agar dapat menyaksikan langsung kehidupan koloni kupu-kupu. Karena terjadi perubahan ekosistem, kupu-kupu sempat enggan hidup di Bantimurung. Namun sekarang pemerintah berupaya mengembalikan mereka ke habitatnya di sana. Sedangkan Malino adalah sebuah kawasan pegunungan berhawa sejuk, mirip kawasan Puncak di Bogor. Kawasan pegunungan itu yang terdekat dari Makassar.

“Paket ‘Makassar & Beyond’ sudah berjalan. Itu agar masa tinggal wisatawan di Makassar lebih lama. Pulau-pulau di Spermonde, Bantimurung, Malino, Barru masing-masing punya obyek-obyek menarik.

“Dalam membuat paket ini kami bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan Sriwijaya, serta PHRI Sulawesi Selatan. Untuk pasar mancanegara harga paket mulai dari sekitar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per orang. Harganya murah tetapi bukan berarti murahan. Pembuatan paket telah melalui berbagai pertimbangan,” ujar Didi.

Tinggal satu pertanyaan: “Sudah bisakah terjual? Artinya, wisman berhasil didatangkan?***(Yun Damayanti)