Di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional Lombok.(Foto:YD)

Dekorasi untuk latar berswafoto di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional Lombok.(Foto:YD)

Pemda dan masyarakat destinasi di daerah perlu pula memperhatikan ini. Ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menarik maskapai penerbangan untuk mau membuka rute baru dan melayani penerbangan langsung dari luar negeri ke Bandara Internasional Lombok (BIL).

Ide awal dari Marketing Funds ini adalah promosi bersama. Pemprov NTB menyadari, ini destinasi baru. Maskapai yang akan membuka rute penerbangan baru langsung pasti akan membutuhkan materi-materi promosi dan dana untuk memasarkan di sumber pasar yang hendak disasar NTB. Maka pemprov menyediakan dana untuk pemasaran awal rute ke Lombok, Marketing Funds itu. Juga  mempersiapkan bahan-bahan promosi lainnya. Begitu H. Lalu Moh. Fauzal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, menjelaskan.

“Kita sharing biaya di awal pemasaran,” ujar H. Lalu Moh. Fauzal.

Pemprov NTB sangat berharap, salah satu dari merek di dalam grup Lion Air bisa mendarat di BIL dari Perth, Australia. Slot time di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang sudah amat penuh, maka bandara BIL menjadi penawaran yang disodorkan oleh pemprov kepada maskapai-maskapai penerbangan untuk memanfaatkan kapasitas slot time yang masih terbuka di BIL.

Terkait wacana Emirates yang akan melayani rute ke Lombok saat ini masih terkendala. Panjang landas pacu di BIL belum bisa mengakomodasi armada pesawat berbadan lebar yang dioperasikan Emirates. Dan waktu operasional bandara pun masih terbatas hingga pukul 23.00.

Walaupun masih terkendala dengan aksesibilitas udara, baik pemda dan BPPD NTB terus memelihara pasar-pasar yang sudah terbangun seperti Malaysia dan Singapura. Sekarang sedang mengupayakan merancang strategi-strategi guna menggarap pasar-pasar baru dari kawasan Timur Tengah dan Australia, dan pasar-pasar lainnya.

Di dalam BPPD NTB, tim penentu kebijakannya terdiri dari berbagai komponen stakeholder dan para profesional pariwisata. Juga ada akademisi untuk menganalisa pasar serta media dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Tugas memasarkan NTB sebagai destinasi wisata telah dibagi, BPPD fokus kepada pemasaran di mancanegara dan dinas pariwisata fokus pada pemasaran domestik. NTB menargetkan 3,5 juta wisatawan pada tahun 2017, 2 juta wisnus dan 1,5 juta wisman tahun 2017 ini.*** (Yun Damayanti)