Para pemenang World Legacy Awards 2015.Penyerahan penghargaan ini pada ITB Berlin 2015.(Foto:itb-berlin.de)

Para pemenang World Legacy Awards 2015.Penyerahan penghargaan ini pada ITB Berlin 2015.(Foto:itb-berlin.de)

Nikoi Island dekat pulau Bintan, Indonesia masuk sebagai sebagai finalis di kategori Pengubah Dunia (Earth Changers) dalam pemilihan untuk World Legacy Awards 2015 . Lima pemenang National Geographic World Legacy Awards 2015 diumumkan pada 5 Maret 2015 pada even pariwisata bergengsi ITB Berlin 2015. Pemberian penghargaan ini adalah bentuk kemitraan antara National Geographic Society dan ITB Berlin. World Legacy Awards memberikan penghargaan kepada perusahaan, organisasi dan destinasi terkemuka – mulai dari hotel hingga ecolodges, dari pulau-pulau kecil hingga negara – yang mendorong transformasi positif dari industri perjalanan. Penilaiannya berdasarkan pada apa yang dilakukan oleh National Geographic selama ini yang menginspirasi banyak orang untuk peduli pada planet kita yang ringkih.

Lebih dari 150 entri diterima, mewakili 56 negara di enam benua. Pemenang dan finalis dalam lima kategori dipilih oleh 18 juri internasional dipimpin oleh Costas Christ, editor majalah National Geographic Traveler yang juga ketua World Legacy Awards. Salah satu dari proses penjurian adalah inspeksi di tempat untuk mendokumentasikan praktik-praktik pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Untuk nominator World Legacy Awards tahun depan pendaftaran akan dibuka mulai 1 Juni 2015. Mitra dan sponsor resmi World Legacy Awards adalah ITB Berlin dan Kementerian Pariwisata Ekuador, Adventure World, sebuah divisi dari Travel Corporation; TreadRight Foundation dan Nomadic Expeditions.

Inilah para pemenang dan finalis National Geographic World Legacy Awards 2015:

Pulau Nikoi di sebelah timur Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.(Foto:nikoi.com)

1. Pengubah Dunia (Earth Changers) – Mengenali kepemimpinan mutakhir dalam praktik bisnis ramah lingkungan dan teknologi hijau, dari energi terbarukan dan konservasi air hingga sistem nihil sampah (zerowaste) dan pengurangan emisi karbon.

Keluar sebagai pemenang adalah Orange County Resorts, India. The Brando, Tahiti dan Nikoi Island, Indonesia sebagai finalis di kategori ini.

2. Memahami tempat (Sense of Place) – Menyadari keunggulan dalam meningkatkan pemahaman tempat dan keotentikan, termasuk dukungan untuk perlindungan monumen bersejarah, situs arkeologi, even budaya, warisan adat dan kesenian tradisi.

Cavallo Point Lodge, Amerika Serikat meraih pemenangnya. Gwaii Haanas National Reserve, Canada dan Fogo Island Inn, Canada termasuk finalisnya.

3. Pelestarian alam dunia (Conserving the Natural World) – Menyadari dukungan luar biasa untuk pelestarian alam, memulihkan habitat alami dan melindungi spesies langka dan terancam punah, baik di darat maupun di lautan.

Dalam kategori ini Huilo Huilo Biological Reserve, Chile mendapatkan penghargaan.  Conservation Ecology Centre, Australia termasuk sebagai finalis.

4. Pelibatan Masyarakat (Engaging Communities) – Mengenali manfaat langsung secara ekonomi dan sosial yang nyata yang meningkatkan kesejahteraan para petani, termasuk pelatihan dan peningkatan kapasitas, upah dan fasilitas sosial yang adil, pengembangan masyarakat, pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Penghargaan untuk kategori ini diterima oleh Tropic Journeys in Nature, Ecuador. Feynan Ecolodge, Jordan dan Mukul Resort, Nicaragua adalah finalisnya.

5. Kepemimpinan di destinasi (Destination Leadership) – Menyadari kepemimpinan di destinasi, termasuk kota-kota, provinsi, negara bagian, negara dan wilayah yang menunjukkan praktik-praktik terbaik terkait dengan lingkungan, perlindungan terhadap warisan budaya dan alam, memberi manfaat bagi masyarakat lokal dan mendidik wisatawan mengenai prinsip-prinsip keberlanjutan.

Aruba, Karibia menerima penghargaan Kepemimpinan di destinasi. Dua destinasi lainnya, Delaware North Yosemite, AS dan Val d’Aran, Spanyol menjadi finalis.

“Pariwisata didasarkan pada penjualan pengalaman warisan budaya dan alam, apakah itu sebuah perjalanan untuk melihat Angkor Wat atau bersafari melihat kehidupan satwa liar di Afrika. Jumlah wisatawan internasional lebih dari satu miliar tahun lalu dan jumlahnya akan terus tumbuh. Maka kita harus memastikan, pariwisata merupakan sebuah kesempatan dan bukan menjadi ancaman bagi orang-orang dan tempat-tempat di mana wisatawan ingin mengunjunginya. World Legacy Awards hendak membantu untuk mewujudkannya,” ujar Costas Christ.

Presiden dan CEO National Geographic Society Gary Knell mengatakan, “National Geographic percaya, ketika pariwisata direncanakan dan dikelola dengan hati-hati bisa menjadi kekuatan untuk melindungi ekosistem planet yang rapuh dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat setempat. World Legacy Awards ingin menampilkan para visioner dalam dunia perjalanan saat ini yang berkomitmen untuk melindungi warisan global untuk generasi mendatang.”

National Geographic Society adalah salah satu organisasi nirlaba dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terbesar di dunia. Anggota pendukung Society, yang percaya pada kekuatan ilmu pengetahuan, eksplorasi dan penceritaan untuk mengubah dunia, mencapai lebih dari 600 juta orang setiap bulan melalui berbagai platform media, produk dan acaranya. National Geographic telah mendanai lebih dari 11.000 proyek penelitian, konservasi dan eksplorasi, dan program-program pendidikan yang mempromosikan pengetahuan geografis.

     Dr. Martin Buck, Direktur Travel & Logistik di ITB Berlin, berkomentar,” Kami mendukung World Legacy Awards, sebuah program yang menghormati kepemimpinan industri perjalanan yang melakukan praktik-praktik pariwisata bertanggung jawab secara sosial dan ekologis. Para pemenang tahun ini secara menakjubkan telah menunjukkan kepada kita bagaimana bisa mencapai sukses jangka panjang melalui praktik-praktik pariwisata terbaik dan berkelanjutan.”

Pendaftaran untuk nominator World Legacy Awards tahun depan akan dibuka mulai 1 Juni 2015. Mitra dan sponsor resmi World Legacy Awards adalah ITB Berlin dan Kementerian Pariwisata Ekuador, Adventure World, sebuah divisi dari Travel Corporation; TreadRight Foundation dan Nomadic Expeditions.  *** (Yun Damayanti)