Bandara Tanjung Pandan pintu ke bumi Laskar Pelangi, pesawat ukuran semakin besar  bisa mendarat, kendati terminalnya masih kecil. (Foto: YD)

Bandara Tanjung Pandan pintu ke bumi Laskar Pelangi, pesawat ukuran semakin besar bisa mendarat, kendati terminalnya masih kecil. (Foto: YD)

Suparno

Suparno

Apa kabar bumi Laskar Pelangi, pulau Belitung, lebih khusus lagi Belitung timur? Menurut catatan di bandaranya Tanjung Pandan, beginilah pergerakan penumpang ke pulau ini : TTI Mei 14 traveling statistik bandara belitung

 

 

 

 

 

TTI Mei 14 traveling statistik bandara belitung juga

 

Sumber: diolah dari data UPT Dirjen Perhubungan Udara, Bandara H.AS.Hanandjoeddin

 

Jadi, sampai tahun lalu terus menerus meningkat jumlah yang datang.

Tapi, jumlah kunjungan wisman tampak mulai menurun, terlihat pada data tahun 2013 dibandingkan 2012?

Bandar udara H. AS. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan adalah salah satu pintu masuk menuju Pulau Belitung dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Dibandingkan dengan kondisinya menjelang penghujung tahun 2012, fasilitas-khususnya bagi penumpang- yang ada tidak terlalu banyak berubah. Kebersihannya relatif mengalami peningkatan sehingga terlihat lebih rapih dan resik.

Terminal kedatangan langsung terasa penuh begitu sebuah pesawat mendarat. Di dinding bagian atas beragam nama akomodasi dipampangkan, dan di pojok dinding di sebelah kanan dari pintu keluar terlihat ucapan ‘Selamat Datang di Negeri Laskar Pelangi’. Sebuah counter Tourist Information Center (TIC) Provinsi Bangka Belitung berada persis di depan pintu keluar penumpang di Terminal Kedatangan. Di layar LCD diputar film mengenai obyek-obyek wisata, seorang petugas terlihat sedang membenahi susunan brosur di atas meja. Begitu pesawat pertama hari itu mendarat pukul tujuh pagi, TIC ini sudah dibuka.

Jumlah taksi atau sewa kendaraan semakin banyak. Umumnya penumpang yang baru keluar langsung dihampiri oleh para driver menawarkan jasa mengantar ke tempat tujuan. Kemudian, mereka akan menawarkan penyewaan mobil dan tur di Belitung. Sedikit berjalan ke arah kanan dari pintu keluar, ada kantin yang dijalankan oleh koperasi karyawan yang sibuk melayani para penumpang yang ingin sarapan karena hari masih pagi dan para penjemput yang sedang menunggu. Ruangannya terbuka jadi bisa melihat langsung kegiatan di apron. Masyarakat Belitung yang menjemput dan mengantar juga selalu menikmati  pemandangan pesawat dan kegiatannya (hal yang sudah lama tidak bisa dinikmati lagi di Bandara Internasional Soekarno Hatta).

Kepala Bandara H.AS. Hanandjoeddin Suparno menjelaskan bahwa  panjang landas pacu bandara sekarang sudah mencapai 2.225 meter. Sudah bisa menerima pesawat tipe A-320 dan Boeing seri 737. Kekuatan landasan akan lebih ditingkatkan tahun ini, dan tahun depan direncanakan panjang runway akan mencapai 2.500 meter.

Sekarang kapasitas terminal penumpang di Terminal Keberangkatan dan Kedatangan maksimal 330 orang saat puncak arus penumpang. “Saat pesawat datang bersamaan, kami bisa menampung hingga 330 orang makanya diatur jadwal penerbangan yang berdekatan hanya ada 2,” Suparno mengatakan.

Maskapai akan menyesuaikan dengan permintaan. Pulau Belitung relatif kecil. Perjalanan dua hari semalam sudah bisa mengelilingi pulau dari sisi barat hingga timur. Daya tarik yang membuat wisatawan dan pelancong mau datang masih terbatas. Jarang ada yang mau datang kembali (repeater). Kesadaran masyarakat di sini bagaimana membuat orang agar kangen ingin kembali lagi belum ada.

Kenaikan turis mulai dirasakan sejak tahun 2009. Sebelumnya, nyaris tidak banyak yang tahu di mana Pulau Belitung. Setiap kali mempromosikannya harus menjelaskan bahwa pulau ini berada diantara Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Kemudian muncul novel tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Hobi membaca belum meluas di kalangan masyarakat Indonesia sehingga efeknya belum seramai ketika novel tersebut diangkat ke media film lalu ditayangkan. Jadi orang-orang yang banyak berdatangan ke sini disebabkan telah menonton film Laskar Pelangi dan ingin melihat lokasi pengambilan gambar filmnya.

Sebelum Laskar Pelangi meledak baik novel maupun filmnya, yang banyak datang ke sini dari komunitas fotografer. Seiring dengan Belitung dikenal semakin luas, sekarang pesona Laskar Pelangi mulai memudar, pantai dan laut di Belitung lebih dikenal.

Nah, pemangku kepentingan pariwisata setempat perlu introspeksi nih.***