Menpar Arief Yahya: Target Kunjungan Wisman China Direvisi Menjadi 3 Juta Tahun Ini; Mitra dgn Baidu Masuki Tahun Kedua

Business Director Baidu Indonesia Ken Tao,Menpar Arief Yahya,Vice President Baidu Global Maps Liu Bin,dan Lynn Zhou, General Manager Smart Destination Department Qunar.com (kiri ke kanan) saat jumpa pers,Kamis(4/5),di Jakarta.(Foto:YD)

Business Director Baidu Indonesia Ken Tao,Menpar Arief Yahya,Vice President Baidu Global Maps Liu Bin,dan Lynn Zhou, General Manager Smart Destination Department Qunar.com (kiri ke kanan) saat jumpa pers,Kamis(4/5),di Jakarta.(Foto:YD)

“Tahun ini, targetnya direvisi menjadi 3 juta wisatawan Cina,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya pada saat jumpa pers peluncuran Baidu Maps dan Qunar. Kementerian Pariwisata meneruskan kemitraan strategis dengan Baidu, mesin pencari terbesar di Tiongkok.

Tahun ini kemitraan itu memasuki tahun kedua yang ditandai dengan peluncuran Baidu Global Maps (Baidu Maps) dan online travel platform (OTP) Qunar di Indonesia, Kamis (4/5), di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta. Kedua produk yang dimiliki oleh Baidu itu akan melengkapi platform lainnya, ‘Baidu Search Engine’, ‘Display Adds’, dan ‘Baidu Travel’. Kedua produk tersebut diyakini akan mendukung pemasaran dan penjualan produk-produk pariwisata Indonesia langsung kepada calon wisatawan di Tiongkok.

Jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia meningkat 27,3 persen. Khusus ke Bali saja meningkat sampai 43,4 persen. Pada tahun 2015, jumlah kunjungan wisatawan dari Tiongkok 1.143.345 orang. Pada 2016, setelah kerja sama antara Kemenpar dan Baidu diresmikan, jumlah kunjungan meningkat menjadi 1.454.987 wisatawan. Peningkatan ini mendorong Kementerian Pariwisata untuk melanjutkan kemitraan strategis dengan Baidu.

“Tahun ini, targetnya direvisi menjadi 3 juta wisatawan Cina,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya pada saat jumpa pers peluncuran Baidu Maps dan Qunar.

Menpar menambahkan, kemitraan tahun lalu telah membuahkan hasil impresif. Jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia berhasil meningkat signifikan. Akses terhadap informasi terkait pariwisata Indonesia yang dipublikasikan di berbagai situs perjalanan wisata maupun di Baidu Travel dalam waktu singkat mampu menarik minat lebih dari 320.000 pembaca dengan impresi di atas 1 juta. Pencarian kata kunci “Bali island” meningkat sebesar 45% dan pencarian kata kunci “Indo Travel” juga meningkat sebesar 11%.

Di tahun kedua kerja sama dan tambahan platform diharapkan juga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan Cina ke Manado, Lombok, Banyuwangi, kawasan Jogja-Solo-Semarang, dan Labuan Bajo seperti yang telah terjadi di Bali dan Jakarta.

“Dengan memanfaatkan Baidu Maps dan Qunar, kami optimis wisatawan Tiongkok akan semakin teredukasi tentang Indonesia dan semakin mudah menjangkau Indonesia,” kata Menpar Arief.

“Baidu sangat bangga dan mengapresiasi dimanfaatkannya produk-produk kami oleh Pemerintah Indonesia. Hal ini semakin mendorong kami untuk semakin mengoptimalkan kontribusi Baidu dalam meningkatkan popularitas serta daya tarik pariwisata Indonesia di kalangan wisatawan Tiongkok.

Pendekatan OTP yang menjadi fokus kerja sama ini juga sangat strategis untuk diterapkan karena mayoritas wisatawan Tiongkok berusia di bawah 45 tahun dan 68% dari mereka menjadikan informasi berbasis internet atau online sebagai salah satu referensi utama dalam menentukan destinasi wisata,” ujar Ken Tao, Business Director Baidu Indonesia.

Lynn Zhou, General Manager Smart Destination Department Qunar.com (Qunar) menerangkan, saat ini yang telah bergabung dengan Qunar ada 10.000 local suppliers. Sebagian besar berasal dari Cina dan sebagiannya lagi dari luar negeri.

“Syarat untuk bisa bergabung dengan Qunar? Supplier ialah benar-benar pelaku usaha lokal. Kami juga punya standar kriteria dalam menilai supplier yang bisa bergabung ,” ujar Lynn.

Dia menyarankan, akan lebih baik apabila di Indonesia Tourism Exchange (ITX)– suatu open marketplace bagi semua pelaku bisnis industri pariwisata di Indonesia (sellers, buyers, penyedia sistem pemesanan, penyedia konten dan penyedia destinasi wisata) yang disediakan oleh pemerintah– ada seksi berbahasa mandarin karena masyarakat di Tiongkok lebih banyak yang bisa berbahasa mandarin daripada bahasa lainnya.

Baidu Global Maps (Baidu Maps) adalah peta digital yang menawarkan tampilan citra satelit, peta jalan dan peta dalam ruang yang canggih. Aplikasi ini juga menyediakan rekomendasi mengenai beragam jenis transportasi terbaik yang dapat dipertimbangkan wisatawan dalam mencapai destinasi tujuan. Baidu Maps tersedia di ponsel cerdas dengan sistem operasi Android dan iOS.

Pengguna aktif Baidu Maps lebih dari 300 juta orang setiap bulannya. Peta digital itu memiliki cakupan point of interest (POI) global sebanyak 140 juta dan mengelola permintaan lokasi sebanyak 72 miliar per hari. Baidu Maps diandalkan oleh lebih dari 25% wisatawan Tiongkok yang tengah melakukan lawatan keluar negeri.

Sementara itu, Qunar merupakan aplikasi perjalanan wisata nomor 1 di Tiongkok dengan 4,5 juta pengunjung aktif harian. Melalui Qunar, wisatawan Tiongkok yang ingin berwisata ke Indonesia dapat memperoleh informasi akurat mengenai penerbangan domestik dan internasional, paket-paket liburan, hingga informasi wisata lainnya secara detil. Qunar sendiri adalah perusahaan mobile dan online travel platform yang mayoritas sahamnya dimiliki Baidu.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.