Arie Prasetyo,Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba.

Arie Prasetyo,Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba.(Foto:ITN/AH)

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BOT) Arie Prasetyo menerangkan, bagian Pemasaran di BPOP akan membantu memfasilitasi pemasaran destinasi diantaranya melalui even-even di Danau Toba.

“Bagian pemasaran kami akan mengkompilasikan even-even yang direncanakan oleh pemda-pemda di sekitar Danau Toba. Dari even-even itu akan diseleksi dan dipilih even-even yang berpotensi besar mendatangkan turis, terutama wisman. Nantinya, BOT juga akan membantu menyebarluaskan informasi even-even terpilih yang disusun ke dalam calendar of event (CoE) ke pasar-pasar utama pariwisata Sumatera Utara, ke Singapura dan Malaysia misalnya. Kami juga sedang menggodok memasarkan even-even dengan mengedepankan nama daerah di Danau Toba tempat even berlangsung. Jadi publik sudah langsung tahu evennya apa, di sebelah mana dari Danau Toba, mau melakukan apa di sana, dan bisa merencanakan waktu berkunjungnya ke sini,”ujar Arie menjelaskan.

Masyarakat lokal menonton ASITA Samosir Run 2017 pada hari Sabtu (14/1) lalu.(Foto:YD)

Masyarakat lokal menonton ASITA Samosir Run 2017 pada hari Sabtu (14/1) lalu.(Foto:YD)

Yang juga sedang digodok adalah travel pattern. Ini mengingat akses ke Danau Toba semakin bertambah dan pola perjalanan wisatawan yang sudah berubah, semakin menyukai eksplorasi destinasi karena telah tersedia pilihan-pilihan. Badan Otorita Danau Toba merencanakan melibatkan ASITA untuk mengetes travel patterns baru agar mutakhir dan bisa memenuhi ekspetasi wisatawan yang hendak berwisata ke Danau Toba.

Sejak dilantik pada 30 November 2016, Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba saat ini sedang mengerjakan tiga program utama yaitu mempersiapkan lahan seluas 600 hektar untuk kawasan badan otorita, mulai melakukan market sounding kepada calon-calon investor potensial di dalam negeri dan luar negeri, dan membuat rencana induk (master plan) pengembangan kawasan wisata Danau Toba.

Market sounding dilakukan terutama kepada para calon investor yang bergerak di bidang perhotelan. Kepada calon investor di Cina ditawarkan potensi investasi untuk pembangunan atraksi dan penataan kawasan. Ini diperuntukkan di lahan 600 hektar yang sekarang sedang dipersiapkan pengadaannya.

Selain itu, sudah dimulai pembicaraan dengan Singapore Tourism Board mengenai promosi bersama karena warga dan residen di Singapura sudah tahu keberadaan Danau Toba. Dari Singapura juga telah menyampaikan ketertarikannya mengembangkan pariwisata kapal pesiar mengingat beberapa operator kapal pesiar global telah menempatkan armadanya di sana. Jika pembangunan jalan tol dari Medan hingga Tebing Tinggi atau Parapat selesai, ada wacana menarik para penumpang wisatawan kapal pesiar bisa ekskursi di darat hingga ke Danau Toba.*** (Yun Damayanti)