Mau Melihat Bunga Rafflesia dan Bunga Bangkai Mekar di Habitatnya, Bengkulu? Ini Panduannya, Perlindungannya

Seorang pengunjung lokal berpose di samping bunga rafflesia yang sedang mekar di hutan lindung Taba Penanjung.(Foto:YD)

Seorang pengunjung lokal berpose di samping bunga rafflesia yang sedang mekar di hutan lindung Taba Penanjung.(Foto:YD)

Bunga rafflesia, salah satu jenisnya Rafflesia arnoldii, dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum) mesti melalui proses hingga 12 bulan lamanya sampai mekar sempurna. Ketika mekarpun, bunga rafflesia bisa bertahan sampai dengan tujuh hari sedangkan bunga bangkai antara 16 jam hingga 24 jam saja. Dan Bengkulu di pesisir barat Pulau Sumatera tampaknya jadi habitat paling disukai oleh kedua puspa langka kebanggaan Indonesia.

Untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan yang penasaran ingin menyaksikan bunga rafflesia dan bunga bangkai di habitatnya, Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) dan Bengkulu Heritage Society (BHS) telah membuat suatu panduan saat berkunjung ke habitat kedua puspa langka itu. Panduan ini dibuat pada bulan Juni 2016 lalu.

Berikut ini panduannya:

  1. Dilarang masuk ke kawasan habitat puspa langka sendirian. Pengunjung harus ditemani dengan pemandu wisata (guide) setempat.
  2. Pengunjung harus selalu berjalan di atas jalan setapak yang telah tersedia.
  3. Hanya satu rombongan (5 orang pengunjung) diperbolehkan berada di dekat lokasi bunga rafflesia, dan setiap anggota rombongan harus bergiliran untuk melihatnya.
  4. Hati-hati melangkah, kemungkinan potensi menginjak bakal bunga (kenop/bongkol) bunga yang kecil amat besar.
  5. Dilarang berfoto sambil menyentuh bunga ataupun inangnya.
  6. Berfoto di samping bunga harus seizin dan mengikuti aturan dari pengelola habitat. Ini guna menjamin keselamatan dan kelestarian bunga rafflesia, bakal bunga (kenop/bongkol) dan inangnya.
  7. Foto grup tidak dianjurkan berdekatan dengan bunga rafflesia. Hal ini agar dapat mencegah menginjak bakal bunga (kenop/bongkol), inang dan menyenggol kelopak bunga.
  8. Selama berada di habitat dilarang merusak dan mengambil tumbuhan/tanaman.
  9. Dilarang membuang sampah sembarangan selama berada di dalam kawasan. Pengunjung sangat dianjurkan membawa kantong plastik untuk tempat sampah dan membawanya kembali saat keluar kawasan habitat.
  10. Pengunjung wajib menghormati budaya setempat.
Setelah diizinkan oleh pemandunya barulah wisman asal Jepang ini boleh berpose menyentuh bunga bangkai yang sedang mekar.(Foto:Dok.Alesha Wisata)

Setelah diizinkan oleh pengelola habitatnya barulah wisman asal Jepang ini boleh berpose menyentuh bunga bangkai yang sedang mekar.(Foto:Dok.Alesha Wisata)

Gerakan pelestarian bunga rafflesia masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat lokal secara sukarela. Mereka membantu menjaganya agar semua orang berkesempatan menyaksikannya. KPPL dan BHS menghimbau pengunjung berkenan memberikan donasi di tempat yang telah disediakan.

“Tujuan panduan dan himbauan itu dibuat agar kedua puspa langka tersebut tetap terjaga kelestariannya. Itu memang belum menjadi peraturan baku. Komunitas-komunitas menyusunnya agar dapat membantu pelestarian bunga rafflesia yang dilakukan secara swadaya oleh warga lokal,” kata Krishna Gamawan, seorang pegiat pariwisata di Bengkulu.

Dari bakal hingga menjadi bunga

Sebuah bunga rafflesia telah ditakdirkan mesti melewati dua fase penting: dari bakal bunga atau bongkol hingga menjadi kuncup selama sekitar 6 bulan, kemudian dari kuncup hingga mekar sempurna juga butuh waktu sekitar 6 bulan. Total waktu yang dibutuhkan agar mampu mekar sempurna selama 7 hari 1 tahun.

Selama melewati fase-fase penting dalam kehidupannya itu, bunga rafflesia menghadapi tantangan berupa hama, penyakit atau predator yang mematikan bakal bunga sebelum berkembang. Belum lagi potensi bongkol terinjak-injak dan wilayah tutupan hutan yang semakin tergerus demi kepentingan manusia.

Bunga rafflesia suka tumbuh di tempat-tempat yang lembab dan tidak banyak cahaya matahari langsung. Semakin ke dalam kawasan hutan diameter bunga ini semakin besar.

Bunga bangkai yang termasuk ke dalam tanaman umbi-umbian pun perlu waktu selama setahun mulai dari umbi hingga mekar sempurna selama 16 jam-24 jam saja. Setelah itu dia akan layu. Kemudian di batang penyangga bunga akan keluar buah berbentuk mirip pinang berwarna merah menyala.

Bunga individu terbesar di dunia ini bisa berkembang secara generatif dan vegetatif. Satu keluarga petani di Kepahiang bisa dikatakan berhasil mengkonservasinya dengan memadukan teknik pengembangbiakan vegetatif-generatif di lahan milik keluarga. Perkembangbiakan alaminya yang lamban, dengan tantangan yang dihadapi hampir serupa dengan yang dihadapi bunga rafflesia, kehidupan bunga bangkai di alam liar amatlah rentan.

Secara langsung atau tidak langsung, saya, Anda dan pengunjung lainnya turut jadi penentu masa depan bunga rafflesia dan bunga bangkai.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.