Pemandangan indah dari salah satu sudut kota Manado. (Foto: Ist)

Pemandangan indah dari salah satu sudut kota Manado. (Foto: Ist)

Wisatawan nusantara khususnya  ke Sulawesi Utara dinyatakan berkembang dari sekitar  200 ribuan di tahun 2008 menjadi 832 ribu di tahun 2014. Tapi gejala pertumbuhan wisman memerlukan perhatian, karena jumlah kunjungan wisman yang langsung mendarat dari penerbangan luar negeri di bandaraa Sam Ratulangi, Manado, menurun di tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. BPS mencatat sbb.: tti eka manado featured 

   Di tahun 2015 ini, periode Januari-Agustus 2015 telah tercapai 133,432, itu pun masih menurun -7,27% dari periode sama tahun 2014. Apakah yang terjadi?

Sekiranya ada catatan jumlah wisman di Sulawesi Utara bertambah dari sebelumnya seperti yaang dilaporkan ini, maka niscaya itu berkemungkinan masuknya wisman menggunakan penerbangan dalam negeri dari destinasi lain, apakah Makassar, Bali, Jakarta, dan lain-lain. Tentu ini juga gejala positif perlu dikembangkan.

Setidaknya 17 kewarganegaraan wisman yang tercatat mengunjungi destinasi Manado dengan penerbangan langsung dari luar negeri, jika dilihat statistik kunjugan periode Januari-Agustus 2015. Hebat sekali perkembangan kunjungan wisman dari Tiongkok, terbanyak mencapai 6.809 wisman, itu berkat terlaksananya bisnis penerbangan charter langsung ke Manado. Namun banyaknya kewarganegaraan hingga 17 bangsa tentu mencerminkan pula pada dasarnya Manado mulai dikenal “kembali” di banyak Negara atau kebangsaan. Inilah menurut BPS: .

Kebangsaan Jumlah kedatangan

Jan-Agustus 2015

Singapura 844
Malaysia 296
Jepang 565
Korea Selatan 162
Taiwan 27
Tiongkok 6,809
India 78
Philipina 123
Hongkong 296
Thailand 127
Australia 463
Amerika Serikat 672
Inggris 495
Belanda 416
Jerman 942
Perancis 413
Rusia 31
Jumlah 2015 133,432
Jumlah 2014 143,895
Pertumbuhan (%) -7.27

Sementara itu menurut Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata mendukung Sulawesi Utara sebagai salah satu dari 16 destinasi utama MICE. Sementara itu bagi Widijanto  Executive Director NSTB (North Sulawesi Tourism Board)  geliat MICE di Sulawesi Utara juga masih cukup baik.  Pengembang  berskala nasional dan internasional  sekelas Ciputra,  Sinar Mas,  Lippo, Alam Sutra, Paramount telah  membangun di  Sulawesi Utara sehingga  saat ini telah beroperasi 3000 kamar untuk menyambut kunjungan MICE.

Hal tersebut mengemuka pada acara ‘Forum Sulawesi Utara’ di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata (7/12).

Forum yang digagas oleh NSTB dan Dinas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara didukung oleh Kemenpar, bermaksud meyakinkan  para PCO (professional conference organizer), korporasi pemerintah dan swasta, lembaga negara, berbagai asosiasi profesi dan hobby bahwa Sulawesi Utara  siap menjadi tuan rumah kegiatan MICE.  

Itinerary 3 Hari 

Dalam arahannya Esthy mengemukakan perlu dilakukan kajian dan evaluasi kapasitas MICE di  Propinsi Sulawesi Utara, terutama SDM yang berperan penting di dalamnya. Selain Esthy, acara ini juga diisi dua pembicara lain yakni Widijanto selaku Executive Director NSTB serta Joy Happy Korah, sebagai Kadispar Sulut. Dalam kesempatan ini Widijanto mempresentasikan perkembangan MICE di Sulawesi Utara. Ia mengatakan bahwa kegiatan MICE di Sulawesi Utara sudah mulai dari 2009, namun harus terus dikelola dengan serius agar tumbuh secara signifikan.

“Berkunjung ke Manado, minimal Anda perlu 3 hari untuk bisa merasakan keistimewaan provinsi ini,” ujar Widijanto. Hari pertama pengunjung menikmati city tour, mengunjungi patung Yesus Memberkati yang dikenal sebagai Kristus Kase Berkat dalam bahasa Manado. Pilihan lain adalah mengunjungi pusat belanja di Mall GKIC City Walk, Menado Town Square, serta Mega Mall. Main Golf di GKIC Golf Course atau sekedar bersantai menikmati senja hari di pantai Boulevard yang menghadap ke  Pulau Manado Tua di Bunaken.

Hari kedua pengunjung menikmati diving, “Anda bisa seharian menghabiskan waktu dan tetap merasa kurang,” ujar Widijanto. Ia kemudian menjelaskan tiga area diving yang ada di Manado. “Kawasan Lembeh untuk menikmati muck diving, kawasan selam yang dangkal berpasir namun dipenuhi hewan-hewan laut yang eksotik,” jelasnya. Pilihan kedua adalah menyelam di Mahangetang, tempat adanya underwater giant volcano. Gunung api raksasa bawah laut ini berdiri setinggi 10.000 kaki atau lebih dari 3.000 meter. Puncaknya berada 1.380 meter di bawah permukaan laut.Satu pilihan lagi adalah menyelam di Bunaken dan Siladen, tempat terakhir ini sangat populer sebagai lokasi untuk wall diving, menikmati dinding palung laut dalam.

Pada hari ketiga pengunjung bisa ke kota Tomohon. Di kota ini diadakan festival bunga tahunan yakni setiap bulan Juni – Juli. Tidak jauh dari situ terdapat Danau Tondano yang menyejukkan. Waruga adalah spot kunjungan yang juga rugi untuk dilewatkan, di sini terdapat artefak peninggalan jaman megalitikum.

“Saya juga sarankan untuk mengunjungi Woloan, pusat kerajinan rumah kayu, Anda bisa membeli rumah dan memboyongnya kemana suka, sebab rumahnya dirancang knocked down, bisa dibongkar-pasang,” ujar Widijanto.***