KM Tilongkabila di dermaga Pelabuhan Benoa Bali. (Foto:YD)

KM Tilongkabila di dermaga Pelabuhan Benoa Bali. (Foto:YD)

Siapa mau kerjasama dengan Pelni? “Kami akan memulai promo pada bulan Juni. Pemesanan dan pembelian paket dapat dilakukan melalui call center Pelni di 162,” ujar Edward Tobing, Manager Tur dan Wisata PT Pelni. Operator pelayaran nasional ini merencanakan kerja sama dengan agen-agen perjalanan di Jakarta dan maskapai penerbangan untuk mempromosikan dan menjual paket “Let’s Go” tahun 2016.

Adalah paket wisata bahari “Lets Go” bertujuan ke lima destinasi dan paket “Event on Board” adalah program wisata bahari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tahun ini. Paket wisata bahari oleh Pelni akan dimulai dari bulan September sampai dengan November 2016. Paket wisata dengan merek “Let’s Go” menawarkan destinasi Labuan Bajo, NTT; Derawan, Kalimantan Utara; Raja Ampat, Papua Barat; Wakatobi, Sulawesi Tenggara; dan Bandaneira, Maluku.

“Let’s Go Komodo” sebagai pembuka paket wisata bahari Pelni akan berlangsung pada 23-26 September 2016. Pelayaran di atas KM Tilongkabila akan berawal dari Pelabuhan Benoa, Bali dan berakhir di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Peserta tur akan menjelajahi perairan dan pulau-pulau menakjubkan mulai dari Bali, NTB, NTT sampai ke selatan Sulawesi. Ini paket unik dan baru pertama kali dilakukan oleh Pelni.

Paket berikutnya adalah “Let’s Go Derawan”. Paket kedua akan berlangsung mulai dari tanggal 10 sampai dengan 13 Oktober 2016. Peserta tur akan berlayar di atas KM Bukit Siguntang yang berawal dan berakhir di Balikpapan.

Paket andalan ke Raja Ampat dan Wakatobi masing-masing akan dilaksanakan pada 28-31 Oktober 2016 dan 11-14 November 2016. Paket “Let’s Go Raja Ampat” tetap akan berawal dari pelabuhan di Sorong pada tanggal 28 Oktober. Di sana KM Tatamailau sudah menunggu. Obyek pertama yang akan dikunjungi adalah Yenbuba. Selain menyelam dan snorkeling, kita juga bisa bermain-main di pasir timbul dan wisata desa ke Kampung Yenbuba. Lalu ke obyek wajib di Raja Ampat, Piainemo. Di sana kita akan trekking menuju puncak salah satu bukit untuk melihat gugusan pulau karang itu menciptakan laguna berbentuk bintang. Sekarang di sana sudah disediakan tangga dan dek dari kayu. Sebelum kembali ke pelabuhan di Sorong, menyaksikan burung-burung endemik Papua dan goa kelelawar di Arborek.

Bandara Domine Eduard Osok di Sorong.Seperti ini gerbang menuju Raja Ampat sekarang.(Foto:Humas Kemenhub 151)

Bandara Domine Eduard Osok di Sorong.Seperti ini gerbang menuju Raja Ampat sekarang.(Foto:Humas Kemenhub 151)

“Let’s Go Wakatobi” tahun 2016 sedikit berbeda daripada tahun lalu. KM Kelimutu membawa peserta tur ke Wakatobi selama dua tahun berturut-turut. Tahun ini KM Leuseur akan menemani peserta tur menjelajahi Taman Nasional Wakatobi selama empat hari mulai dari tanggal 11 November 2016. Tetapi, rutenya diperpendek. Dari pelabuhan awal di kota Bau Bau, Pulau Buton peserta langsung diajak ke Pulau Tomia lalu ke Pulau Hoga dan kembali lagi ke Bau Bau. Selain menyelam dan snorkeling, jangan lewatkan mengunjungi perkampungan Bajo di sini.

“Let’s Go Bandaneira”, baru pertama kali, akan berlangsung pada 20-23 November 2016. KM Tidar akan membawa peserta tur menjelajahi perairan antara Ambon dan Bandaneira dari Pelabuhan Yos Sudarso di Ambon. Di sana bukan hanya ada taman laut yang indah saja, tetapi kita juga bisa menelusuri kebun-kebun pala dan cengkeh, serta mendengarkan kisah dan jejak-jejak kehidupan Bung Hatta dan Syahrir.

Paket wisata bahari Pelni sudah termasuk akomodasi di atas kapal, transportasi selama tur baik di laut dan darat, pemandu wisata, snorkeling, tur desa/kota, trekking, dan bird watching. Namun harga paket tidak termasuk paket menyelam dan transportasi ke dan dari pelabuhan tempat kapal bersandar. Ini yang namanya perjalanan fly and cruise, terbang dulu dengan pesawat lalu berlayar di atas kapal di laut.

Fasilitas di kapal Pelni.(Foto:Ist.)

Fasilitas di kapal Pelni.(Foto:Ist.)

Paket wisata bahari “Let’s Go” menawarkan tiga pilihan, paket Kelas 1, Kelas 2 dan Kelas Ekonomi. Pilihan tersebut menyesuaikan dengan fasilitas kamar/tempat tidur di atas kapal. Karena kapal yang digunakan adalah armada transportasi laut nasional kita.

Ruang pertemuan di KM Kelud.(Foto:Pelni)

Ruang pertemuan di KM Kelud.(Foto:Pelni)

Program lainnya “Event on Board” adalah menjadikan armada Pelni tempat untuk menyelenggarakan pertemuan atau kegiatan MICE. Even dilakukan di atas kapal yang beroperasi sesuai jadwal, yang sedang membawa penumpang dan kargo. Saat ini program tersebut sudah berjalan di KM Kelud yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta sampai ke Pelabuhan Belawan, Medan. *** (Yun Damayanti)