(Infografik:MasterCard)

(Infografik:MasterCard)

Lagi, ini indikasi 2015 membuka peluang bisnis pariwisata yang menguat. Survei Prioritas Pembelian Konsumen oleh MasterCard dirilis pada 26 Januari 2015 lalu. Hasilnya menyatakan, 80% wisatawan dari Asia Tenggara yang pergi ke luar negeri tahun lalu berencana untuk berlibur ke luar negeri sama atau lebih tahun ini. Di kawasan ini, warga Singapura yang paling banyak merencanakan bepergian ke luar negeri dalam 12 bulan ke depan, dengan 87% responden berniat untuk melakukan perjalanan yang sama atau lebih. Lalu diikuti oleh Malaysia (84%) dan Myanmar (80%).

Singapura menjadi destinasi favorit terpanas di kalangan wisatawan Asia Tenggara. Responden yang terlibat dalam survei menempatkan negara pulau ini konsisten berada dalam daftar tiga destinasi teratas paling diinginkan tahun 2015. Wisatawan dari Indonesia, Myanmar dan Vietnam menempatkan Singapura sebagai tujuan utama global untuk perjalanan, dan mereka memilih London, Paris dan Tokyo untuk destinasi-destinasi yang lebih jauh. Ketika diminta untuk memilih tujuan liburan insentif -semua biaya liburan dibayar oleh perusahaan- di kawasan APMEA (Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika), Singapura muncul kembali menjadi pilihan utama di sebagian besar pasar. Sedangkan pasar dari Malaysia lebih memilih mengunjungi Dubai, UEA, sementara wisatawan dari Singapura dan Thailand  ingin mengunjungi Tokyo.

Wisatawan internasional dari Asia Tenggara yang paling banyak menghabiskan uangnya pada tahun 2014 berasal dari Thailand (THB 68.388 atau sekitar USD 2.100), diikuti oleh Singapura (SGD 2.272 atau sekitar USD 1.800) dan Myanmar (MMK 1.802.667 atau sekitar USD 1.750). Dalam 12 bulan terakhir, warga negara Singapura paling banyak bepergian keluar negeri yakni 82%, diikuti Malaysia 67% dan Thailand sebesar 65 persen.

“Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian di kawasan ini telah berkembang pesat dan optimisme umumnya tinggi di Asia Tenggara, kecuali Malaysia. Seiring dengan kemajuan ekonomi, kita melihat peningkatan yang stabil pada kelas menengah dengan disposable income lebih tinggi yang memungkinkan orang berlibur ke luar negeri lebih sering. Tahun 2015 merupakan tahun penting bagi kawasan Asia Tenggara sebab komunitas ekonomi ASEAN (AEC) akan mulai dilaksanakan pada akhir tahun dan kami berharap dapat melihat bagaimana kawasan ini akan berkembang,” ujar  Matthew Driver, Presiden MasterCard untuk Asia Tenggara.

Hasil survei MasterCard terhadap Indeks Kepercayaan Konsumen Asia Tenggara menunjukkan pada paruh kedua 2014, Myanmar membukukan poin 97,2 diikuti oleh Indonesia pada 90,1; kemudian Vietnam 85,3; Thailand 83,6; Filipina 77,1; Singapura 60,9; dan Malaysia  49,9. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, hampir setiap negara pada daftar itu mengalami perbaikan cukup signifikan hingga stabil, kecuali Malaysia dengan poin minus.

Sebanyak 2.865 responden berusia 18-64 tahun di tujuh negara Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam) ikut ambil bagian dalam survei yang dilakukan dari Oktober hingga November 2014. Responden diminta menjawab pertanyaan tentang prioritas perjalanan mereka sebagai bagian dari penelitian Prioritas Pembelian Konsumen oleh MasterCard di kawasan Asia/Pasifik.

Untuk Indeks Kepercayaan Konsumen, responden diminta untuk memberikan pandangannya dalam enam bulan ke depan atas lima faktor ekonomi termasuk perekonomian, prospek kerja, prospek penghasilan tetap, dan kualitas hidup.

     MasterCard Index ™ survei Consumer Confidence telah dilakukakan sejak lebih dari 20 tahun lalu. Survei yang meliputi kawasan pasar Asia Pasifik ini dimulai pada semester pertama tahun 1993 dan rutin dilakukan dua kali setahun sejak itu. Kini dua puluh tujuh pasar berpartisipasi dalam survei: Australia, Bangladesh, Cina, Mesir, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Kenya, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Maroko, Myanmar, Selandia Baru, Nigeria, Oman, Filipina, Qatar, Saudi Arabia, Korea Selatan, Afrika Selatan, Singapura, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab dan Vietnam. *** (Yun Damayanti)