Yudi Satria,Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu.(Foto:YD)

Yudi Satria, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu.(Foto:YD)

Bengkulu, (ITN-IndonesiaTouristNews):Para pelaku industri parwiista tentu diharapkan bisa bersiap diri. Provinsi Bengkulu terus terang mengakui dikunjungi 838 wisman pada 2015 dan 442 wisman pada 2016. Kunjungan wisnus pada 2015 dicatat 366.050 orang dan 301.572 orang pada tahun 2016. Diakui pula berani menargetkan pada tahun 2020 nanti, Bengkulu mengharap 2.000 hingga 3.000 kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mempersiapkan daerah-daerah dan menggerakkan masyarakat melalui penyelenggaraan berbagai even. Sembari berjalan juga membenahi infrastruktur. Itu semua menjadi rangkaian aktivitas menuju Wonderful Bengkulu 2020 yang puncaknya adalah perhelatan Sail Enggano.

Dimulai dari penyelenggaraan Festival Bumi Rafflesia yang pada tahun 2017 merupakan perhelatan keempat kali. Festival ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013.

Yudi Satria, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, meneerangkan, program utama adalah promosi pariwisata dan mempersiapkan infrasktruktur pendukung. Itu akan dilakukan sampai dengan tahun 2020.

Pemprov akan merangkul kabupaten dan kota selaku pemilik destinasi. Penyelenggaraan even akan diarahkan sesuai dengan potensi masing-masing daerah. Di Kabupaten Rejang Lebong akan disiapkan festival bunga di sekitar kawasan Danau Mas Harun Bestari, di Kabupaten Kepahiang akan disiapkan festival kuliner, di daerah Lebong akan diadakan festival di Danau Tes, di kawasan pesisir akan ada festival pesisir dan di bagian tengah festival buah-buahan. Even juga diharapkan mampu menarik kunjungan dari luar daerah.

“Itu semua akan menjadi satu rangkaian kegiatan dalam rangka menuju Wonderful Bengkulu 2020,” ujar Yudi.

Kabupaten dan kota yang telah ditetapkan sebagai destinasi unggulan akan dibenahi infrasktrukturnya. Pembenahan itu akan dilakukan secara bergotong royong. Setelah dihitung berapa sumber daya yang bisa ditangani sendiri oleh daerah, sisanya baru akan didukung oleh pemerintah provinsi.

“Pembenahan infrastruktur akan didahulukan. Misalnya menyediakan listrik, meningkatkan infrastruktur telekomunikasi. Itu akan kami benahi sampai 2020,” tambahnya.

Untuk mengembangkan daya tarik wisata, akan bersinergi dengan dinas atau instansi terkait. Seperti bunga rafflesia akan dihubungkan dengan Dinas Kehutanan, wisata agro dengan Dinas Pertanian, obyek wisata di pesisir dengan Dinas Kelautan, dan seni budaya dengan Dinas Pendidikan. Setelah semuanya bagus baru akan dibawa untuk dirilis di Kementerian Pariwisata.

Menurut data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, sampai dengan akhir tahun 2016 terdapat 10 hotel berbintang dan 44 hotel non-bintang. Jaringan hotel yang sudah masuk salah satunya adalah jaringan hotel nasional Santika dengan merek Hotel Santika dan Hotel Amaris di Kota Bengkulu.*** (Yun Damayanti)