Senja di pantai di Desa Botuborani.(Foto:YD)

Senja di pantai di Desa Botuborani.(Foto:YD)

Gorontalo, (ITN-IndonesiaTouristNews): Wisatawan datang ke Gorontalo karena mau melihat hiu paus (Rhincodon typus). Ikan terbesar itu kerap menyambangi perairan di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango. Ternyata tidak hanya ada ikan hiu paus di sana, tetapi juga ada eco-resort di tengah laut dengan kuliner yang enak.

 

Kalender kemunculan hiu paus di Desa Botubarani.(Foto:YD)

Kalender kemunculan hiu paus di Desa Botubarani.(Foto:YD)

Gorontalo itu memang relatif kurang ‘bergema’ dibandingkan tetangganya Bunaken dan Lembeh di provinsi Sulawesi Utara. Tapi di kalangan penyelam, nama Gorontalo sudah masuk di radar penyelaman mereka. Tetapi underated bagi wisatawan pencari leisure di resor-resor pantai yang senyap.

Sejak keluar dari Bandara Djalaluddin, Gorontalo, sepanjang jalan menuju kota tampak bersih dan teratur. Kondisi itu membuat Kota Gorontalo yang tampak biasa-biasa saja malah terasa welcoming dan homy bagi pengunjung.

Pantai berpasir di Desa Botubarani, di desa wisatanya melihat hiu paus, tampak sempit. Pntainya dibatasi oleh beton-beton pemecah ombak untuk menghambat abrasi. Kampung nelayan di kawasan pesisir yang tenang dan dibentengi perbukitan itu dihuni penduduk keturunan Bone. Warga ramah menyapa siapapun yang datang.

Benteng Otanaha dan Danau Limboto di Kota Gorontalo.(Foto:YD)

Benteng Otanaha dan Danau Limboto di Kota Gorontalo.(Foto:YD)

Di Kota Gorontalo ada satu kompleks benteng yang dibangun pada masa penjajahan Portugis. Namanya Benteng Otanaha berdiri di atas bukit menghadap Danau Limboto.

Kain Karawo dan perancangnya

Di kota ini juga kita bisa bertemu Agus Lahinta, seorang perancang busana putra daerah yang telah membawa kain karawo, tekstil tradisional Gorontalo, ke kancah nasional dan dunia. Agus membawa rancangannya yang menggunakan kain karawo diperagakan di ajang Indonesia Fashion Week hingga ke New York Fashion Week 2017.

Kain karawo adalah sulaman yang dilakukan di atas serat kain yang telah disayat mengikuti pola. Ini kini merupakan teknik menyulam yang sudah sangat langka.

Di pasar Sentral di tengah kota Gorontalo bisa ditemukan beragam makanan dan penganan tradisional. Rasa pedas sepedas masakan Manado mendominasi kulinernya. Salah satu penganan tradisional yang unik adalah bolange. Wujudnya sama persis dengan comro di Jawa Barat tetapi berisi pisang. Gurih singkong berpadu rasa manis buah pisang yang tidak berubah bentuknya meskipun telah digoreng.

Seorang perajin karawo tengah menyayat benang sebelum disulam.(Foto:YD)

Seorang perajin karawo tengah menyayat benang sebelum disulam.(Foto:YD)

Gorontalo kebalikan dari Manado. Di provinsi dari pemekaran Provinsi Sulawesi Utara itu banyak populasi muslim. Jadi mudah mencari makanan halal.

Pulo Cinta di laut yang memesona

Di Kabupaten Boalemo tidak sedikit pulau-pulau pasir timbul ke permukaan air lautnya. Salah satu di antaranya pulau pasir timbul berbentuk hati yang tidak tenggelam meskipun air laut pasang. Seorang investor dari Jakarta berinisiatif membangun satu eco-resort di pulau pasir itu. Resornya dibangun dengan mengikuti bentuk pulau pasir hingga akhirnya dinamakan Pulo Cinta Eco-resort.

Resor itu berjarak 3 jam 20 menit melalui jalan darat dan menyeberangi laut dari Kota Gorontalo. Waktu tempuh selama itu sepadan dengan resor di tengah Teluk Tomini yang senyap, air laut sejernih kristal, terumbu karang yang hidup kembali dan menjadi rumah beragam ikan dan hewan-hewan laut lainnya. Jika tidak berenang di perairan dangkal yang tenang di bawah tiang-tiang penyangga vila, kita tidak akan percaya terumbu karang yang tampak jelas dari permukaan air itu pernah mati dan hancur.

Sekitar setengah jam dari resor ada Kampung Bajo, Boalemo. Kampungnya seperti kampung-kampung Bajo lainnya. Yang unik di sana adalah cara membuat bedak dinginnya. Di kampung Bajo di Kaledupa, Wakatobi, bedak dingin dibuat dari beras saja. Di Kampung Bajo, Boalemo kaum perempuan membuatnya dari beras, kunyit dan tatambu. Tatambu adalah buah yang tumbuh di pulau-pulau kecil di sekitar kampung. Bentuk tatambu sekilas mirip umbi. Beras dan kunyit yang telah direndam kemudian diulek dengan tatambu hingga semua menyatu.

Begini pemandangan di bawah vila di Pulo Cinta Eco-resort.Air sebening kristal,terumbu karang hidup dan beragam ikan.(Foto:YD)

Begini pemandangan di bawah vila di Pulo Cinta Eco-resort. Air sebening kristal, terumbu karang hidup dan beragam ikan.(Foto:YD)

Resor Pulo Cinta juga tidak jauh dari Salvador’s City. Itu adalah titik penyelaman yang terkenal dengan terumbu karang berbentuk mirip otak manusia dan tampak bagai lukisan Salvador Dali di dalam laut.

Transportasi publik di kota Gorontalo rupanya tidak terlalu sulit. Bentor, becak motor, merupakan transportasi publik paling banyak dan keberadaannya mulai dari kota hingga ke desa-desa. Di kota available sampai tengah malam. Jalan-jalan rayanya seperti Jalan Trans Gorontalo dalam keadaan baik. Jadi meskipun menghabiskan waktu 3 jam perjalanan ke Boalemo tidak terlalu terasa lelah.

Gorontalo bisa dicapai dari Jakarta, Bali dan Makassar. Maskapai-maskapai penerbangan nasional telah melayani rute ke Gorontalo.

Nasi bumbu,lemang di Sumatera,dengan harum dan rasa rempah yang jelas (atas).Satu restoran di pusat Kota Gorontalo.(Foto:YD)

Nasi bumbu, lemang di Sumatera, dengan harum dan rasa rempah yang jelas (atas).Satu restoran di pusat Kota Gorontalo.(Foto:YD)

Bagi para pecinta wisata bahari dan leisure, sebaiknya mencantumkan Gorontalo ke dalam daftar perjalanan impian tahun 2018. Underated Gorontalo akan membuat para pengunjungnya terkejut-kejut.

Baik pula diketahui, VITO (Visit Indonesia Tourism Officer) di Paris bersama Kementerian Pariwisata belum lama ini telah membawa sekelompok penulis dan pewarta pariwisata dari Perancis, mereka mengeksplorasi destinasi tersebut. Saya menyaksikannya. Bisalah dibayangkan wisman dari Perancis pun akan berdatangan ke sana. *** (Yun Damayanti)