DP Nusa Tenggara Barat dilakukan di Makassar tahun 2013. (Foto: AH)

DP Nusa Tenggara Barat dilakukan di Makassar tahun 2013. (Foto: AH)

Setidaknya 93 even pariwisata di dalam negeri akan diselenggarakan sepanjang tahun 2014, ada yang diselenggarakan oleh dan ada yang sifatnya didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Setiap even itu sendiri sesungguhnya bisa sebagai salah satu daya penarik bagi wisman dan wisnus untuk berkunjung ketika even berlangsung.

Yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf antara lain apa yang dinamakan even Direct Promotion (DP), yakni destinasi pariwisata suatu daerah, dipromosikan melalui even promosi yang dilaksanakan di daerah lain di luar destinasinya sendiri,  yang merupakan pasar di mana wisnus hendak diajak berkunjung ke destinasi tersebut.  Menurut daftar rencana direktorat promosi pariwisata dalam negeri Kemenparekraf, jenis even ini berjumlah 13 kali di tahun 2013. Contohnya, DP Sumatra Barat akan dilakukan di Denpasar,  Bali pada 11-13 Juni 2014. DP destinasi Nusa Tenggara Barat akan dilakukan di Balikpapan pada 9-11 Mei 2014, dan lain-lain.

Selain itu, Kemenparekraf akan menggelar even berskala nasional sekaligus mencakup internasional. Even-even semacam ini sepanjang tahun 2014 direncanakan sebanyak 35 kali. Contohnya,  Festival Danau Toba di pulau Samosir akan digelar pada 9-11 September 2014; Festival Toraja di Toraja direncanakan pada 12-14 Juni 2014.

Tipe lain even yang sudah dirancang untuk tahun 2014 adalah sebanyak 45 even yang hendak diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan pihak-pihak lain, untuk mana Kemenparekraf memberikan pendukungan. Even kategori ini umumnya merupakan pergelaran festival seni, budaya dan pariwisata daerah. Contohnya,  Kemenparekraf akan mendukung lagi Festival Danau Sentani  di Papua yang akan dilaksanakan pada 19-23 Juni 2014, Festival Banyuwangi di Banyuwangi pada November 2014, dan seterusnya.

Dalam setiap pelaksanaan even-even tersebut, Kemenparekraf selalu membina dan mengembangkan kerjasama dengan kalangan daerah, termasuk kerjasama antarunsur di daerah sendiri. Jadi, kalangan stakeholders pariwisata di daerah, perlu bersiap menyongsongnya, karena diharapkan, sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf, Tazbir, “perlu meningkatkan terus kualitas even-even promosi daerah itu sendiri, karena tujuannya mengenalkan daya tarik pariwisata daerah dalam menarik wisnus dan wisman untuk datang berkunjung.”

Memang, even yang mengesankan jika diorganisasi secara professional dan berkualitas, akan menggema lebih luas ke luar daerah destinasi dan berdampak keinginan berkunjung pada wisnus dan wisman.***