Penandatanganan MoU co-branding partnership dengan 28 perusahaan (brand) di kantor Kemenpar,Kamis (10/8).Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara mewakili Kementerian Pariwisata.Disaksikan langsung oleh Menpar Arief Yahya dan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.(Foto:Kemenpar)

Penandatanganan MoU co-branding partnership dengan 28 perusahaan (brand) di kantor Kemenpar,Kamis (10/8).Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara mewakili Kementerian Pariwisata.Disaksikan oleh Menpar Arief Yahya dan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.(Foto:Kemenpar)

Kementerian Pariwisata berinisiatif melakukan co-branding partnership dengan 28 perusahaan produsen produk-produk Indonesia. Peluncurannya dilaksanakan pada Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) di Balairung Soesilo Soedarman, kantor Kementerian Pariwisata di Jakarta, Kamis (10/8).

Tujuannya tentu saja untuk mendongkrak brand equity dari brand  Wonderful Indonesia (WI) di pasar global dan brand Pesona Indonesia (PI) di pasar domestik dalam menopang terwujudnya sektor pariwisata sebagai core economy Indonesia; mengembangkan penetrasi pasar dan memperluas ekspos brand WI/PI dengan memanfaatkan market network yang dimiliki oleh brand atau perusahaan, baik di pasar domestik maupun global; plaksanaannya dengan sharing resources maka akan terjadi penghematan biaya promosi yang substansial karena dengan bermitra biaya promosi akan ditanggung secara bersama-sama.

Dari co-branding partnership itu diharapkan, terjadi sinergi dan leverage effect dalam mendongkrak nilai dari kedua brand; kedua brand dapat saling memanfaatkan customer base masing-masing; dan pemerintah bisa mengefisiensikan biaya promosi karena anggaran dari APBN terbatas.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, inisiatif co-branding partnership diluncurkan untuk memanfaatkan momentum meroketnya kinerja brand WI/PI. Ini dilihat dari  brand equity WI/PI yang kini sudah kokoh sebagai hasil pengembangan (building brand) selama 2,5 tahun terakhir.

Brand WI/PI kini kian melejit di tengah menurunnya kinerja brand lain, para pesaing di kawasan regional. Pada 2013, brand WI praktis tidak dikenal di dunia karena berada di posisi 70 dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF). Pada tahun 2015 peringkatnya naik pesat di posisi 50 dari total 141 negara. Tahun ini naik 8 peringkat lagi ke posisi 42 dunia. Menariknya, kinerja pariwisata Indonesia naik 8 level, di saat yang sama Malaysia turun 2 peringkat di posisi 26,  Singapura juga turun 2 peringkat dan Thailand naik hanya 1 peringkat di urutan 34. Tak hanya itu, kini brand WI sudah menjadi global brand karena ekspos yang dilakukan di mancanegara sudah cukup massif, seperti di badan-badan armada bis di ajang Piala Eropa 2016 dan billboard di Times Square New York,” ujar Arief Yahya.

Co-Branding Wonderful Indonesia antara Kemenpar dengan 28 perusahaan (brand) Indonesia.(Foto:Kemenpar)

Co-Branding partnership Wonderful Indonesia antara Kemenpar dengan 28 perusahaan (brand) Indonesia.(Foto:Kemenpar)

Apa Bagaimana Co-branding Kini?

Co-branding partnership merupakan kerjasama antara dua brands yang berbeda dengan tujuan meningkatkan brand value dari keduanya. Melalui co-branding akan tercipta sinergi 1+1 bukan hanya 2, tapi bisa 3 atau lebih. Artinya, ‘the whole is bigger than the parts’, hasil gabungan lebih besar daripada jumlah bagian per bagiannya. Dengan bermitra, kekuatan brand equity dari kedua brand akan berlipat-lipat.

Menurut Menpar, sesungguhnya co-branding partnership sudah berjalan walaupun masih sangat terbatas dan tidak sistematis. Tahun lalu, Kemenpar melakukan co-branding partnership dengan Martha Tilaar Group, sebuah perusahaan kosmetika Indonesia, melalui program “Trend Warna Sariayu 2017: Gili Lombok”. Tema Lombok diambil karena merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional. Selain itu, kampanye iklan terbaru minuman energi Kuku Bima dari Sido Muncul untuk tahun 2017, mempromosikan Danau Rawa Pening di Jawa Tengah menjadi destinasi wisata kelas dunia. Di dalam kampanye iklan tersebut brand PI sudah muncul.

Branding pariwisata Indonesia tidak bisa dilakukan secara sendirian oleh Kemenpar. Untuk mewujudkan brand WI di pasar global dan brand PI di pasar domesik dibutuhkan kebersamaan dan sinergi dari seluruh elemen bangsa dalam kerangka Indonesia Incorporated. Dengan kolaborasi dan bekerja bersama-sama, kita akan ‘Bigger-Broader-Better together’,” tambah Arief. Dan Menpar mengapresiasi dengan diadakannya WICF ini.

Sesi diskusi panel pada Wonderful Indonesia Co-Branding Forum,Kamis (10/8),di kantor Kemenpar,Jakarta.(Foto:Kemenpar)

Sesi diskusi panel pada Wonderful Indonesia Co-Branding Forum,Kamis (10/8),di kantor Kemenpar,Jakarta.(Foto:Kemenpar)

Menpar Arief Yahya membuka sekaligus menjadi pembicara utama dalam Wonderful Indonesia Co-branding Forum yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Pariwisata, Kamis (10/8). Kegiatan WICF baru pertama kali dan akan diselenggarakan secara berkala oleh Kemenpar. Ini sebagai upaya mengajak brand perusahaan besar, menengah, maupun kecil di seluruh Tanah Air melakukan kolaborasi melalui co-branding partnership dengan brand Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia dalam rangka mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019.

Kegiatan WICF didahului dengan panandatangan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kemenpar dengan brand (perusahaan) yang telah mencapai kesepakatan kerja sama co-branding partnership. Dilanjutkan dengan dua sesi diskusi panel yakni sesi Wonderful Indonesia Co-Branding: “Building Extensive Global Exposure through Brand Collaboration” yang dipandu oleh Yuswohadi dan sesi Pesona Indonesia Co-Branding: “Sharing Resources for Branding Campaign Effectiveness” yang dimoderatori oleh Vita Datau. Diskusi panel itu juga menghadirkan kalangan praktisi/pebisnis. Acara diakhiri dengan komitmen bersama brand dalam mensukseskan pencapaian target 20 juta wisman.

Brand (perusahaan) yang menandatangani MoU co-branding partnership dengan Kemenpar adalah Martha Tilaar, JJ Royal, Polygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik & Gaia, Sunpride, Sarinah, Rumah Zakat, Sido Muncul, Kalbe Farma, Javara, Datascript, CRP (Up Normal), Sekar Group, Krisna Oleh-Oleh, Secret Garden, Sababay Wine, Bon Gout, Achilles, Garuda Food, Batik Trusmi, Dapur Solo, Malang Strudel, Batik Danar Hadi, TVRI, Telkomsel dan PT Pos Indonesia.****