(Ist.)

Kami di “ITN” in sejak tiga tahun terakhir ini berupaya mengangkat terus cerita tentang Kebun Raya Bogor (KRB). Ini merupakan aset yang sesugguhnya bernilai hebat bagi pariwisata. Sekarang, pada tanggal 18 Mei 2017 mendatang, Kebun Raya Bogor genap berusia 200 tahun. Kebun raya ex situ di jantung kota Bogor itu sejak tahun 1817 hingga tahun 2017 tetap menjadi pusat konservasi dan penelitian kekayaan tanaman tropis Nusantara untuk kemudian dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sudah lama pula ikon Kota Hujan ini menjadi sarana rekreasi bagi warga kota, pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia hingga wisatawan mancanegara.

Berbagai kegiatan akan diselenggarakan untuk merayakan 2 abad Kebun Raya Bogor. Mulai dari pertandingan olahraga antar kebun raya se-Indonesia (13-17 Mei 2017), upacara perayaan 200 Tahun Kebun Raya pada hari Kamis, 18 Mei 2017, yang akan dilanjutkan dengan Konferensi Internasional selama tiga hari, Pameran Perkebunrayaan (18-21 Mei 2017), Orkestra Kebun pada hari Sabtu, 21 Mei 2017, dan lomba lari 200 KM “Kebun Raya Bogor 200K” yang akan berlangsung selama 2 hari, 20-21 Mei 2017.

Pengunjung juga bisa memasuki Ecodome yang akan berada di dalam Kebun Raya Bogor mulai dari tanggal 18 Mei sampai dengan 17 Juli 2017. Informasi lebih lanjut bisa mengirimkan surel ke informasi.krbogor@mail.lipi.go.id atau menghubungi nomor telepon (0251)-8311362-8336871.

Perayaan 200 tahun Kebun Raya Bogor merupakan kerja sama antara Kebun Raya Bogor/LIPI dengan Pemerintah Kota Bogor, Kerajaan Belanda dan Pusat Kebudayaan Belanda di Jakarta, Erasmus Huis. Perayaan ini juga bertepatan dengan hari jadi ke-50 Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Konferensi Internasional mengenai Konservasi dan Pemanfaatan Tanaman Tropis

Konferensi Internasional mengenai Konservasi dan Pemanfaatan Tanaman Tropis, salah satu rangkaian acara perayaan 2 abad Kebun Raya Bogor, akan berlangsung pada 18-20 Mei 2017 di Bogor Botanic Convention Center.

Selama tiga hari, akan dibahas mengenai isu-isu inventori dan keberagaman tanaman; konservasi dan restorasi tanaman serta perubahan iklim; ekonomi botani dan pemanfaatan yang berkelanjutan; riset genetika dan molekular; serta pendomestikan tanaman liar.

Prof.Dr.Iskandar Zulkarnain, M.Sc.,Ketua LIPI, sebagai pembicara utama dalam konferensi. Selain Ketua LIPI, menurut rencana, juga akan dihadiri beberapa orang menteri, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Dr.Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.; Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof.Drs.H. Muhammad Nasir, M.Si, AK, Ph.D; Menteri Pariwisata Dr.Ir.Arief Yahya, M.Sc.; dan seorang perwakilan anggota DPR dari Komisi VII.

Ilmuwan mancanegara yang sudah mengkonfirmasikan kehadirannya di konferensi internasional tersebut antara lain: Prof. Dr. Paul J.A. Kessler, Director of Leiden Botanic Garden dari Belanda; Dr.Tsukasa Iwashina, Director of Tsukuba Botanical Garden & Japan Association of Botanical Gardens dari Jepang; Rektor Institut Pertanian Bogor Prof.Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc.; Jean Linsky, Coordinator South East Asia Botanic Gardens (SEABG) Network; Prof. Pete Hollingsworth, Director of Science Royal Botanic Gardens Edinburg dari Inggris; dan Dr. Daniel J. Murphy, Systematic Botanist-Royal Botanic Gardens Victoria dari Australia.

Dari situs resmi konferensi internasional tersebut, peserta konferensi bisa mengikuti program ekskursi mengunjungi Kebun Raya Bogor, Museum Presiden Balai Kirti yang berada di halaman luar Istana Presiden di Bogor, dan Museum Sejarah Nasional.

Dalam rentang waktu 2 abad, Kebun Raya Bogor telah kaya pengalaman konservasi ex situ tanaman. Dia menjadi kekuatan dalam upaya penelitian dasar botani dan pemanfaatan tanaman-tanaman tropis sejak dari era Belanda (1817-1945 dan 1948-1952) hingga saat ini di bawah LIPI.

Hingga kini telah berdiri 30 kebun raya baru di seluruh Indonesia. Sekarang riset berfokus pada konservasi, reintroduksi dan restorasi, pendosmetikan tanaman, serta ekonomi botani dan tanaman, dan perubahan iklim. Dalam rangka menuju “Harmonisasi tanaman dan manusia” (Plants and People in Harmony), tema besar perayaan 2 abad Kebun Raya Bogor, metode utama yang dilakukan adalah fokus pada edukasi publik dan meningkatkan kesadaran betapa manusia membutuhkan keberadaan flora dan fauna.***(Yun Damayanti, dari berbagai sumber)