Table top dengan sistem round robin.Buyers diberikan waktu 10 menit untuk bertemu dengan sellers.(Foto:YD)

Table top dengan sistem round robin.Buyers diberikan waktu 10 menit untuk bertemu dengan sellers.(Foto:YD)

 Jawa Barat/Bandung sungguh riel “menjual” pariwisatanya. Buyers dari luar negeri berhasil didatangkan kali ini dari Saudi Arabia, Belanda, Jerman, Jepang, Cina, Korea Selatan, Filipina, Thailand, Laos, Myanmar, Vietnam, Singapura dan Malaysia. Buyers dari dalam negeri dari Jakarta, Bali, Lombok, Surabaya, Semarang, Solo, Jogja, Medan, Padang, Belitung, Bandarlampung, Balikpapan, Makassar, Banten, dan dari Jawa Barat sendiri.

Mereka semua dipertemukan pada Jawa Barat Travel Exchange (JTX) yang ke-17 kali, diselenggarakan pada 20-22 Mei 2015 di Bandung. Sebanyak 70 sellers, bukan saja 70 persen dari Jawa Barat tapi juga 30 persen dari destinasi-destinasi lain di antaranya BPPD Sleman dan Dinas Pariwisata Kota Semarang, bertemu dengan 110 buyers dari dalam dan luar negeri dalam even B-to-B pada Kamis (21/5) di Grand Royal Panghegar Hotel, Bandung.

Ketua JTX 2015 Herman Rukmanadi mengatakan, rasio 70 sellers dan 110 buyers sangat bagus. Minimal 60% buyers akan membeli paket-paket yang ditawarkan dalam JTX. Daftar buyers didapat dari maskapai penerbangan, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia serta dari anggota ASITA.

Pada JTX 2015, wisata kota di Bandung dan sekitarnya menjadi highlight bagi pasar Singapura, Malaysia dan wisman Asia lainnya khususnya dari Korea Salatan. Bogor, Bandung, Garut dan Pangandaran menjadi highlight bagi pasar Eropa. Ciater, Subang dan Kota Bandung serta Puncak dan Bali menjadi highlight bagi pasar wisatawan keluarga dari Arab Saudi.

     Herman Muchtar, Wakil Ketua BPPD Jawa Barat menerangkan, prioritas sasaran promosi pariwisata Jawa Barat terutama kota Bandung, tetaplah ke Malaysia. Penerbangan langsung dari Malaysia ke Bandung sekarang sehari lima kali. Mereka datang ke sini untuk berbelanja sekalian berlibur. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan.

Sasaran kedua adalah Singapura. Penerbangan Singapura-Bandung sekarang sehari tiga kali. Jika  dibandingkan kapasitasnya, sekarang ini jumlah wisman dari Singapura lebih tinggi daripada Malaysia. Singapura yang berpenduduk hanya 3,3 juta jiwa mendatangkan 45 ribu wisman, sedangkan Malaysia yang berpenduduk 18 juta baru mendatangkan 102 ribu wisatawan.

Ketiga adalah Cina. Dari 100 juta wisatawan outbound Cina per tahun baru sekitar 2% datang ke Indonesia dengan tujuan utamanya Bali. Diperkirakan, hanya sekitar 2% dari total wisman asal Cina ke Indonesia yang berkunjung ke Jawa Barat. Dan sasaran keempat adalah Belanda. Jawa Barat ingin tetap mempertahankan wisata nostalgia bagi pasar Belanda.

Bekerja sama dengan Garuda Indonesia di Jeddah,empat pengusaha perjalanan,seorang diantaranya wholesaler,dan empat orang dari media dari Saudi Arabia hadir di JTX 2015.(Foto:YD)

Bekerja sama dengan Garuda Indonesia di Jeddah,empat pengusaha perjalanan,seorang diantaranya wholesaler,dan empat orang dari media dari Saudi Arabia hadir di JTX 2015.(Foto:YD)

Sehari sebelum travex diadakan, peserta buyers dari luar negeri diajak pre-tour mengunjungi kawasan Ciater, Subang yang terkenal sebagai kawasan resor dengan sumber air panas dan perkebunan teh, dan Pasar Apung Lembang. Buyers dari Saudi Arabia menginap semalam di Sari Ater Resort dan mereka tampak sangat menikmati berendam di kolam air panas. Sedangkan buyers dari Cina, menjalani historical walk dari depan Hotel Savoy Homan menuju Gedung Merdeka seperti yang dilakukan oleh pemimpin Negeri Tirai Bambu.

JTX 2015 diliput oleh media lokal dan seorang travel writer dari Jakarta. Empat orang dari media dari Arab Saudi meliput obyek-obyek daya tarik wisata di Bandung dan sekitarnya, diantaranya mereka diajak menginap semalam di Sari Ater, city tour di Bandung dan melihat Kawah Putih. “Sementara ini, JTX memang masih diliput oleh media lokal saja,” Ketua JTX 2015 mengatakan.

Dua hotel dan dua biro perjalanan wisata dari kota Semarang mempromosikan sekaligus menjual wisata kota Semarang dan Jateng kepada buyers dari dalam dan luar negeri pada JTX 2015.(Foto:YD)

Dua hotel dan dua biro perjalanan wisata dari kota Semarang mempromosikan sekaligus menjual wisata kota Semarang dan Jateng kepada buyers dari dalam dan luar negeri pada JTX 2015.(Foto:YD)

JTX diadakan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat bersama-sama dengan asosiasi-asosiasi pariwisata di Jawa Barat. Apabila ada yang berminat mengikuti pasar pariwisata di Jawa Barat ini dapat menghubungi Sekretariat Jawa Barat Travel Exchange di kantor ASITA Jawa Barat di Jalan Tamblong, Bandung. Sellers maupun buyers yang berminat dapat mendaftar paling telat bulan Februari. “Begitu kami buka, booth sudah habis dibeli oleh sellers dalam seminggu. Kami juga sangat selektif dalam memilih dan menentukan buyers,” ujar Herman Rukmanadi. *** (Yun Damayanti)