Jakarta Marathon Pantasnya Memang di Monas, Jalan Thamrin, Sudirman ke Kota Tua; 1545 Peserta Wisman hari ini

Tiga pelari asing peserta Jakarta Marathon 2017 tampak melintasi jalan Thamrin pagi ini. Separuh lebar jalan Thamrin ditutup dari lalu lintas masyarakat umum, dan separuh lebar jalan tetap bebas untuk masyarakat beraktifitas. (Foto:RA)

Tiga pelari asing peserta Jakarta Marathon 2017 tampak melintasi jalan Thamrin pagi ini. Separuh lebar jalan Thamrin ditutup dari lalu lintas masyarakat umum, dan separuh lebar jalan tetap bebas untuk masyarakat beraktifitas. (Foto:RA)

Jakarta, (ITN-Indonesia TouristNews): Pelaksanaan lomba lari Jakarta Marathon 2017 akhirnya diizinkan berlangsung di kawasan Monas Jakarta sebagai venue tempat start dan finish. Telah berlangsung pagi ini 29/10/2017 sejak dinihari. Pesertanya kali ini, menurut Ketua Jakarta Marathon Ndang Mawardi, berjumlah 16.000 sesuai batasan jumlah yang sudah ditentukan. Di antaranya peserta pelari asing dari luar negeri 1.545 peserta.

Tadinya seperti pernah dikabarkan di sini, pihak otoritas tidak mengizinkan penggunaan kawasan Monas untuk kegiatan event Jakarta Marathon. Pihak Panitia Penyelenggara karenanya bersiap-siap memindahkan kegiatan itu ke lapangan Banteng. Namun akhirnya beberapa hari sebelum hari pelaksanaan, izin penggunaan kawasan Monas diberikan.

Jalan-jalan raya yang ditempuh sebagai rute lari semacam event massal marathon ini, memang perlu ditutup sepenuhnya dari lalu lintas umum selama beberapa jam, dan itu untuk Jakarta yang paling ideal adalah di jalan Thamrin, jalan Sudirmn, jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk hingga ke kawasan Kota Tua Jakarta.

Beginilah tampak jalan Thamrin, Jakarta,, pagi nii (29/10/2017) separuh lebarnya disiapkan untuk rute lari Jakarta Marathon yang perlu "steril" dari aktivitas umum selama sedikitnya enam jam, namun separuh lebar jalan lainnya tetap dinikmati masyarakat dalam suasana car free day yang berlaku setiap hari MInggu pagi.(Foto:RA)

Beginilah tampak jalan Thamrin, Jakarta pagi ini (29/10/2017) separuh lebarnya disiapkan untuk rute lari Jakarta Marathon yang perlu “steril” dari aktivitas umum selama sedikitnya enam jam, namun separuh lebar jalan lainnya tetap dinikmati masyarakat dalam suasana car free day yang berlaku setiap hari MInggu pagi.(Foto:RA)

Jarak tempuh rute marathon memerlukan 42,195 KM sehingga jalan raya perlu ditutup dari lalu lintas umum selama sekitar enam jam. Jalan-jalan raya tersebut yang relatif lebar yaitu setidaknya empat lajur pelintasan mobil, pagi ini tampak ditutup setengah lebar jalan yang digunakan sepenuhnya untuk rute lari peserta Jakarta Marathon.

Separuh lebar jalan lainnya tetap digunakan oleh umum. Khususnya di Jakarta yang hari Minggu ini berlaku car free day di kawasan jalan Thamrin, masyarakat umum tampak tak terganggu atau terhalang menikmati suasana bebas kendaraan bermotor itu. Pihak Panitia tampaknya mengerahkan petugas tambahan khusus untuk mengatur jalannya para pelari melintasi rute lari, sementara masyarakat juga diarahkan untuk tidak melintasi rute lomba di saat para pelari melintasi rute.

Sebagai dimaklumi Jakarta Marathon ditempatkan sebagai salah satu tipe event yang tepat sebagai sport tourism event yang berpotensi mendatangkan jumlah wisnus dan wisman. Para penggemar olahraga lari ketika mengikuti event, biasa membawa non-pelari untuk berwisata ke lokasi di mana event berlangsung, sebagai teman, keluarga, supporter, dan lainnya. Bahkan karena event yang pelaksanaannya dipandang baik dan berkelas internasonal, mendapatkan peliputan dan pemberitaan yang baik pula di media, para wisatawan pun akan terpapar dan akan mengunjungi destinasi tempat event pada periode kemudian setelah event berlangsung.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.