Indonesia Bawa 8 Destinasi “Menjual” Wisata Halal ke Malaysia; Aceh Masih Menghadapi “Persepsi Negatif”?

Seller yang mewakili Aceh di Sales Mission tiga kota di Malaysia.(Foto: Dok.Disparprov Aceh)

Seller yang mewakili Aceh di Sales Mission tiga kota di Malaysia.(Foto: Dok.Disparprov Aceh)

Sales Mission untuk menggarap wisata halal ke tiga kota Malaysia diselenggarakan minggu lalu selama tiga hari pada 26-28 April 2017 yaitu di Seremban (26/4), di Melaka (27/4), dan di Johor Bahru (28/4). Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara, Kemenpar, membawa 15 pelaku industri pariwisata halal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Timur, Yogyakarta dan Bali. Di setiap kota yang didatangi rata-rata dihadiri sekitar 20 buyers. Pertemuan bisnis (table top) dilakukan dengan sistem round robin dalam waktu 6 menit setiap sesi pertemuan.

Selain itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Aceh Rahmadhani serta kepala dinas dan Kepala Bidang Pemasasan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Didit Permadi Santoso menyampaikan presentasi mengenai potensi wisata halal di dua destinasi wisata tersebut. Satu sellers dari Aceh, The Great Wall, dan dua sellers dari Sumatera Barat,  Raun Sumatera dan Bonita, mewakili pelaku industri pariwisata dari dua destinasi halal terbaik dunia setelah Lombok, itu.

Dikutip dari siaran persnya, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Rahmadhani menyatakan, keikutsertaan Aceh di Sales Mission ke tiga kota di Malaysia ini penting. Pencitraan Aceh sebagai destinasi wisata masih dipandang negatif oleh sebagian pelaku industri pariwisata di Malaysia.

“Kemajuan industri pariwisata di Aceh saat ini dan isu-isu strategis lainnya sangat penting dibahas dan diklariifikasi. Tidak hanya menyangkut mengenai industri pariwisatanya yang semakin berkembang, tetapi juga aksesibilitas, amenitas, dan atraksi yang semakin membaik. Pencitraan Aceh di luar masih negatif, diantaranya mengenai peraturan mengenakan hijab, keamanan, konektivitas, dan lainya,” ujar Rahmadhani.

Kunjungan wisman asal Malaysia ke Aceh sebanyak 30.038 orang pada tahun 2016. Jumlah itu meningkat daripada tahun sebelumnya yaitu 21.046 orang. Walaupun dalam Sales Mision kali ini hanya mengikutsertakan satu seller, diharapkan volume kunjungan wisatawan dari Negeri Jiran ke Aceh lebih meningkat tahun ini.

Provinsi Aceh memperkenalkan branding pariwisata Aceh terkini, “The Light of Aceh”, pada setiap kesempatan presentasi. Para pelaku industri pariwisata di Aceh mempunyai paket-paket wisata yang dikemas dalam tema “Wonderful Ramadhan in Aceh”, “Discover Aceh”, “Aceh Adventure”, “Aceh Underwater”, “Tsunami Heritage”, “Banda Aceh –Sabang”, “Wonderful Idul Adha in Aceh”, “Muharram di Aceh”, dan “Muhibbah Sejarah dan Budaya di Aceh”. Dinyatakan bahwa paket-paket seperti “Wonderful Ramadhan in Aceh”, “Wonderful Idul Adha in Aceh” sudah cukup lama dikenal dan diminati oleh publik muslim di Malaysia.****

Leave a Reply

Your email address will not be published.