I Gde Pitana (tengah) bersama wakiil-wakil dari 10 Destinasi ketika meluncurkan 10 Destination Brand di Jakarta.(Foto:Humas Kemenpar)

I Gde Pitana (tengah) bersama wakil-wakil dari 10 Daerah Destinasi ketika meluncurkan 10 Destination Brand di Jakarta.(Foto:Humas Kemenpar)

Sepuluh destinasi pariwisata yang telah re-branding adalah Medan (Sumatera Utara), Kepulauan Riau (Kepri), Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Joglosemar (kawasan segitiga Jogja-Solo-Semarang), Banyuwangi (Jawa Timur), Bali, Lombok (NTB), Makassar (Sulawesi Selatan), dan segitiga emas terumbu karang Indonesia di Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Raja Ampat (Papua Barat) menjadi satau destinasi yang disebut Coral Wonders.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana, ketika mewakili Menpar Arief Yahya meluncurkanya, memberikan penjelasan antara lain begini : Proses membuatnya pun panjang. Tidak mungkin Kemenpar akan mem-branding 500 sekian kota provinsi yang ada di negeri ini. Tapi secara bertahap akan di-branding, dan yang 10 pertama ini pun melalui proses penggalian. Gambar logo yang diciptakan dengan penamaannya haruslah senafas dengan apa yang jadi potensi daerahnya.

Bersamaan itu, Noviendi Makalam, Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata mengatakan, sampai dengan tahun 2019 direncanakan akan ada total 25 destination branding. Ini dilakukan pada daerah-daerah yang siap dengan 3A dan layak untuk dijual.

“Kemampuan anggaran kita tahun 2016 untuk re-branding 10 destinasi. Untuk tahun 2017 sedang diproses 5 destinasi lagi,” Pitana menambahkan. Menurut rencana, lima destinasi lainnya tahun ini adalah Palembang (Sumatera Selatan), Danau Toba (Sumatera Utara), Labuan Bajo (NTT), Manado (Sulawesi Utara) dan TN Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur).

I Gde Pitana : Kita punya banyak kekayaan alam dan budaya. Berdasarkan itu kemudian kami lakukan fokus pada perhatian dan petimbangan atas 3 komponen 3A, yaitu Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas. Maka terpilihlah 10 yang kita fokuskan dari barat ke timur: Medan Sumut, Kepri, Jakarta, Bandung Jabar, Joglsemar, Banyuwangi Jatim, Bali, Lombok NTB, Makassar Sulsel dan segitiga emas coral kita yakni Bunaken, Wakatobi dan Rajaampat.

Permasalahan yang sangat berat saat membuat brand destinasi bukan masalah kekurangan atau kemiskinan tapi sebaliknya yaitu the problem of richness. Kita terlalu kaya, terlalu banyak yang bisa kita jual baik berbasis alam, berbasis budaya dan berbasis kreativitas manusia. Tampil kecenderungan dari masing-masing daerah yang ingin memasukkan semua yang dipunyai ke dalam sebuah brand. Akhirnya terjadi perdebatan berliku dan kritis melalui diskusi FGD berkali-kali. Akhirnya kita sampai pada keputusan terciptanya branding di daerah masing-masing seperti terlihat di atas.

Pitana mengingatkan : Negeri ini mempunyai 497 kabupaten/kota di 34 provinsi. Idealnya semua harus punya branding. Mengapa demikian? Merujuk teori pemasaran, ada 3 manajemen dasar dalam pemasaran yaitu pertama product management, kedua customer management, dan ketiga brand management.

Dalam kegiatan marketing, brand destinasi itu sebagai sub brand. WI sebagai master brand-nya. Sub brand itu nanti juga bisa melahirkan product brand. Semuanya akan kita promosikan secara bertahap dan tergantung atau sesuai dengan fokus kegiatan di mana pemasaran dilaksanakan.***