I Gde Pitana: Kemenpar, GIPI, ASITA, PHRI dll Akan Luncurkan Pemasaran Paket Khusus 18 Kota Destinasi Tahun 2018

I Gde Pitana (kiri), Agung Buana (tengah) dan Giri Adnyani.(Foto:Kemenpar)

I Gde Pitana (kiri), Agung Buana (tengah) dan Giri Adnyani.(Foto:Kemenpar)

Malang (ITN-IndonesiaTouristNews) : Variasi taktis dalam pemasaran penjualan ke mancanegara tahun 2018 kian meyakinkan akan sukses. Salah satunya, telah adanya kesepakatan Kemenpar dengan para pelaku industri pariwisata, GIPI, ASITA, PHRI, menciptakan paket-paket wisata inbound yang hendak dipasarkan dan dijual dengan harga khusus, pada periode-periode khusus tertentu di low season di tahun 2018. Misalnya, harga khusus tertentu untuk periode low season bulan Januari sampai April, atau kemungkinan off season bulan September-November. “Akan ada 18 kota destinasi tahun 2018 untuk dipasarkan dengan program tersebut,”demikian diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana.

     Program pemasaran khusus 18 kota destinasi tahun 2018 itu akan diluncurkan secara resmi pada saat dilaksanakan Rapat Koordinasi Pariwisata Nasional IV 2017 (Rakornaspar) yang akan diadakan bulan depan Desember 2017.

Langkah taktis lainnya adalah akan meneruskan promosi (penjualan) paket wisata yang dinamakan HOT DEAL, antara lain memproduktifkan kapasitas angkut penumpang ferry antara Singapura dan Malaysia dengan  Batam-Bintan. Pada rute itu jumlahnya tersedia 22.000 seat setiap hari biasa atau weekdays, yang bisa mengangkut wisman dari Singapura dan Malaysia. Dengan pola pemanfaatan idle capacity angkutan ferry di perbatasan itu, para unsur pelaku bisnis digalang untuk menciptakan harga yang disebut Hot Deal. Harganya bisa dicapai hingga sekitar 1/3 dari harga-harga penjualan weekend. Sasarannya, termasuk para expatriate yang bertempat tinggal di  Singapura dan Malaysia, selain the visiting  tourists alias wisman yang sedang berkunjung, menarik mereka menjadi wisatawwan cross border.

Sebagian suasana saat diskusi.(Foto:Kemenpar)

Sebagian suasana saat diskusi.(Foto:Kemenpar)

Deputi Pitana menyelenggarakan press gathering periodiknya Sabtu yll di Malang, Jawa Timur, diikuti oleh 25 media, di mana dijelaskan perkembangan pemasaran pariwisata mancanegara Indonesia hingga dewasa ini. Pada kesempatan itu Kepala Bidang Pemasaran Disparda Kota Malang, Agung Buana, juga menjelaskan perkembangan pariwisata kota Malang. Giri Adnyani, seketaris deputi pemasaran pariwisata mancanegara memandu diskusi dalam pertemuan tersebut.

Singapura itu jangan hanya dilihat sebagai pesaing, kata Pitana, tetapi Indonesia justru memperlakukannya sebagai hub untuk pariwisata. Sehubungan itu Kemenpar mengarahkan dibuatnya oleh industri pariwisata paket-paket kombinasi (multi leg atau multi detinations) seperti paket wisata India-Singapura-Indonesia atau China-Singapura-Indonesia, dan seterunya.

Yang lebih spesifik lagi, digambarkan oleh Pitana, bahwa menjelang ujung tahun 2017, akan dipromoikan penjualan paket-paket perjalanan pada pasar yang mempunyai konsumen berkarakter last minute booking. Yaitu konsumen yang tidak selalu memutuskan untuk bepergian jauh-jauh hari sebelumnya.

Baik dimaklumi juga bahwa karakter last minute booking justru telah menjadi pasar tersendiri di berbagai negara di Eropa, misalnya, di mana tumbuh pula agan-agen yang menamakan diri last minute agent.

Pitna mengungkapkan, tahun 2018 diproyeksikan akan membaiknya perekonomian di Jepang, Amerika Serikat, Inggeris dan Eropa umumnya, maka diperkirakan jumlah outbound travelers mereka juga akan menaik.

Di dalam negeri Indonesia, tahun 2018 boleh dikatakan banyak infrastruktur yang selesai dibangun sehingga situasinya mencukupi, termasuk dalam hal kebandar udaraan, dan dengan kebijakan-kebijakan dan pengaturan oleh pemerintah, pengembangan pariwisata akan kian maju.

Dalam hal aksesibilitas, contohnya, diungkapkan oleh Pitana, rencananya 18 Februari 2018 akan dimulai penerbangan charter pertama dari Korea ke Lombok (BIL, Bandara Internasional Lombok). Maskapai penerbangan Australia telah menyusun rencana penerbangan kombinasi destinasi yaitu Sydney-Lombok-Singapura-Lombok-Sydney.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.