TTI web - 14-11-2013 Akomodasi dimuatKota Palembang yang dibelah oleh Sungai Musi itu sudah waktunya punya hotel yang berlokasi persis di tepi sungai. Sungai merupakan salah satu sumber daya alam utama bagi kota dan provinsi Sumsel. Secara tradisional mendukung aktivitas ekonomi sosial masyarakat, maka kini menuntut modernisasi sehingga bukan hanya meluaskan fungsinya, sekaligus juga meningkatkan kualitas sebagai produk destinasi, jika dikaitkan dengan pengembangan pariwisatanya.
Tak ada kata terlambat, tetapi justru di pusat kegiatan niaga masyarakat di bawah jembatan Ampera Musi di tengah kota, memang baru dibangun satu dermaga “modern”, saat ini tengah tahap penyelesaian. Ini akan memudahkan dan menyenangkan masyarakat naik turun boat atau kapal-kapal sungai. Lagi-lagi, dampak lanjutannya mestinya mengundang penambahan armada kapal sungai untuk penumpang, termasuk wisata sungai.
Maka, kendati jumlah hotel akomodasi di kotanya sendiri terasa cukup dewasa ini, bervariasi dari hotel melati hingga hotel bintang, namun tak satu pun mengambil lokasi di tepi yang bisa memberikan pemandangan dan suasana sungai dari sisi kekayaan dan keindahannya. Hotel-hotel di Kota Palembang secara keseluruhan telah beroperasi dengan rata-rata okupansi di atas 55 %, sehingga dari perhitungan parameter komersial telah menguntungkan. Dan potensi perlunya menambah jumlah kamar. Karenanya pula Palembang telah mampu melayani beberapa perhelatan internasional, bidang olahraga hingga konferensi-konferensi negara-negara Islam, kalangan dokter, dan lain-lain.
Ketika ada hotel memulai operasi di tepi sungai, niscaya membawa dampak ganda lainnya, termasuk bagi motivasi pemda dan masyarakat dalam meningkatkan sarana prasarana sekitarnya. Dan demikian seterusnya. Lihat juga : newsletter-pariwisataindonesia.com