Himpunan Pengusaha Keluarga Alumni HMI (Hipka Kahmi) menyelenggarakan diskusi panel di Jakarta pada 15-1-2015. Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan key note. Kepada pengusaha alumni HMI Menteri antara lain memaparkan peluang investasi yang mestinya diambil oleh para pengusaha alumni HMI. Diskusi itu bertemakan : Business Outlook, Tantangan Bisnis Bidang Infrastruktur dan Pariwisata Serta Strategi Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Nasional. (Foto: Ist)

Himpunan Pengusaha Keluarga Alumni HMI (Hipka Kahmi) menyelenggarakan diskusi panel di Jakarta pada 15-1-2015. Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan key note. Kepada pengusaha alumni HMI Menteri antara lain memaparkan peluang investasi yang mestinya diambil oleh para pengusaha alumni HMI. Diskusi itu bertemakan : Business Outlook, Tantangan Bisnis Bidang Infrastruktur dan Pariwisata Serta Strategi Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Nasional. (Foto: Ist)

 

 

 

 

 

Optimisme bisnis akan meningkat tahun-tahun 2015-2016 ini dapat terlihat dari aspek meningkatnya jumlah investasi modal tiga tahun terakhir. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyajikan datanya pada pers di akhir tahun 2014. Gambarannya seperti ini:

REALISASI INVESTASI PARIWISATA 2010 – 2014 

*)   Sampai Kuartal III,  Merupakan data Jenis Usaha Pariwisata

Dalam penjelasannya dinyatakan, realisasi investasi sektor pariwisata pada tahun 2014 mencapai US$ 466,904 Juta dengan PMA US$ 421,4 Juta dan PMDN US$ 45,504 Juta. Total realisasi investasi tahun 2014 tersebut mencapai 77,45 % dibandingkan realisasi investasi tahun 2013. Diharapkan pada akhir tahun 2014, pencapaian realisasi investasi sektor pariwisata akan meningkat mengingat minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia cukup tinggi.

REALISASI INVESTASI PARIWISATA TAHUN 2014 

 Q1 : Bulan Januari – Maret; Q2 : Bulan April – Juni; Q3 : Bulan Juli – September.

    Jadi, realisasi investasi pada kuartal 3 yaitu US$ 93,611 Juta dengan PMA US$ 74,693 Juta dan PMDN US$ 18,918 Juta. Nilai realisasi investasi pada kuartal 3 ini memang menurun 57,34% bila dibandingkan dengan nilai realisasi investasi pada kuartal 2.

Namun realisasi investasi yang akumulatif relatif tinggi pada tahun 2012-2013 tentulah akan mulai beroperasi setidaknya mulai tahun 2014, 2015 dan 2016.Total realisasi investasi modal asing dan dalam negeri di bidang pariwisata, tahun 2012-2013 dan 2014 sampai kuartal ketiga, berkisar US$ 1.939.616 atau hampir 2 miliar dollar AS.

Beroperasinya unit-unit kegiatan ekonomi dari hasil investasi tersebut, akan membuka usaha baru, lapangan kerja baru, dan memompakan volume bisnis ke masyarakat. Jika bidang akomodasi, maka fasilitasnya akan mendorong kegiatan pemasaran, dan mendorong atau menarik lalu lintas perjalanan manusia, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Adapun untuk rencana investasi modal tahun 2015 dan seterusnya, diharapkan akan semakin meningkat sejalan dengan upaya pemerintah yang menyederhanakan berbagai prosedure dan persyaratan, dengan kebijakan yang menerapkan semua proses melalui satu pintu, atau, melalui satu atap. Termasuk urusan berkaitan lokasi lahan dan pembebasan lahan.

Penyederhanaan persyaratan dan prosedure seperti yang berulang kali telah diumumkan oleh pemerintah, akan mencakup kegiatan-kegiatan usaha yang berskala kecil, menengah hingga yang besar.***