Hanya di Jogja yang Punya Cara Unik Nonton Wayang, Wayang Jogja Night Carnival! 7 Oktober ini…

(Sumber:Disbudpar Kota Yogyakarta)

(Sumber:Disbudpar Kota Yogyakarta)

Iya, cara unik nonton wayang! Pertunjukannya dinyatakan jauh dari membosankan dan mengikuti zaman. Namanya Wayang Jogja Night Carnival. Ini karnaval khusus yang menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita pewayangan. Tak perlu malu kalau belum pernah nonton pertunjukan wayang dan tidak tahu tokoh-tokohnya.

Wayang Jogja Night Carnival tahun ini akan berlangsung pada hari Sabtu, 7 Oktober 2017. Pawainya akan dimulai dari pertigaan Jalan C. Simanjutak di sebelah restoran siap saji waralaba Mc Donald. Pawai kemudian bergerak memasuki Jalan Jendral Sudirman dan memuncak di sekitar kawasan Tugu Jogja. Berakhirnya di depan Gedung PLN di Jalan Margo Utomo (pertigaan Gowongan). Sesuai dengan namanya, direncanakan mulainya dari pukul 18.00 WIB.

Karnaval tersebut merupakan salah satu rangkaian acara memperingati hari jadi Kota Yogyakarta yang jatuh setiap tanggal 7 Oktober. Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 dengan nama Pawai Budaya Jogja. Sejak tahun 2016 namanya diganti jadi Wayang Jogja Night Carnival dengan tema lebih spesifik, wayang. Pemilihan tema juga tidak terlepas dari keberadaan Keraton Yogyakarta.

“Setelah diganti nama dan temanya pada tahun lalu malah memberikan efek lebih baik. Dari sisi kreatifitas maupun penontonnya jadi lebih banyak. Maka tahun ini kami tampilkan kembali Wayang Jogja Night Carnival,” ujar Yetty Martanti, Kepala Bidang  Pengembangan dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Rute pawai Wayang Jogja Night Carnival 2017.(Sumber:Disbudpar Kota Yogyakarta)

Rute pawai Wayang Jogja Night Carnival 2017.(Sumber:Disbudpar Kota Yogyakarta)

Yetty menjelaskan, karnaval pada dasarnya dilakukan oleh masyarakat Kota Yogyakarta sendiri. Tahun ini diikuti 14 peserta dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta, melibatkan sekitar 1.200 orang. Mereka akan menampilkan tokoh-tokoh wayang Drupadi, Bhatara Durga, Petruk Ratu, Sugriwa Subali, Puntadewa, Bhisma, Kumbokarna, Sukrasana Sumantri, Bhatara Guru, Wisanggeni, Antasena, Karno, Nakula Sadewa, dan Suwida.

Proses persiapannya sudah dilakukan sejak bulan Maret hingga menjelang perhelatan karnaval. Selama itu dilaksanakan focus discussion group (FGD) di setiap kecamatan peserta. Pemerintah kota memfasilitasi FGD dengan menyiapkan pendamping dan tim kreatif. Pendampingnya seniman asal Yogyakarta. Saat ini ada 7 orang seniman terlibat. Mereka memberikan asistensi kepada masyarakat di FGD/workshop dengan mengajak masyarakat di kecamatan-kecamatan menggali potensi yang ada, memberi masukan-masukan dan sentuhan-sentuhan terhadap ide-ide yang muncul untuk ditampilkan di pawai karnaval nanti.

Jadi, nanti penonton disuguhkan bahwa wayang pun bisa dibuat dari bahan-bahan daur ulang yang ditampilkan oleh kecamatan peserta dengan potensi daur ulang sampah. Ada juga terbuat dari kerajinan botol, berbahan bambu, menggunakan rambut jagung untuk rambutnya dan lain sebagainya.

Pertunjukan seni cahaya,tari dan musik menampilkan bagian-bagian dari kisah pewayangan di Wayang Jogja Night Carnival 2016 lalu.(Foto:Udhi)

Pertunjukan seni cahaya,tari dan musik menampilkan bagian-bagian dari kisah pewayangan di Wayang Jogja Night Carnival 2016 lalu.(Foto:Udhi)

Seperti tahun lalu, puncak karnaval akan berpusat di sekitar kawasan Tugu Jogja. Di situ penonton, warga lokal dan wisatawan, bisa menikmati pertunjukan cahaya dan video mapping. Mobil karnaval (vehicle) berbentuk wayang akan ditempatkan sebagai pembuka dan penutup pawai. Diantara peserta pawai diselingi tari-tarian dan musik. Selain itu, ada tiga titik panggung yang akan menampilkan berbagai pertunjukan. Ketiga titik itu ada di depan Gedung eks Indosat di Jalan Jendral Sudirman, Tugu Jogja (panggung utama), dan di depan Gedung Kedaulatan Rakyat di Jalan Margo Utomo.

“Pernah lihat ogoh-ogoh di Bali? Nah, tokoh-tokoh wayang itu akan dibuat sebesar ogoh-ogoh. Selain ditampilkan seperti itu, juga dalam bentuk tari-tarian dan video mapping. Pertunjukannya di Tugu Jogja. Rute pawai tidak lebih dari 2 kilometer. Semua yang tampil tahun ini akan menarik dan mobil karnavalnya akan lebih spektakuler daripada tahun lalu,” tambah Yetty.

Event di kota budaya tersebut nyaris tidak pernah berubah sejak pertama kali diselenggarakan. Karena tanggal tersebut bertepatan dengan hari jadi Kota Yogyakarta. Kecuali apabila berada di dalam bulan puasa Ramadhan, waktu penyelenggaraannya akan disesuaikan.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.