Sapta Nirwandar

Sapta Nirwandar

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Masih tersedia 30 booth dari keseluruhan 151 booth, kini diharapkan utamanya dari bidang art, media atau publikasi, pendidikan, akan mau mengisinya sebagai peserta. Expo, Conference, Fashion show, Music concert, Film screening, itulah kebesaran yang akan ditampilkan kali ini di “Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference”  (INHALEC) pada 19-21 Oktober 2017 di Balai Kartini, Jakarta. Sapta Nirwandar, Ketua Halal Lifestyle Center menjelaskannya kemarin (10/10/2017) pada wartawan dan sejumlah bloggers di Jakarta.

Sapta menggambarkan pada INHALEC ke-2 ini, expo-nya akan memamerkan produk halal, konferensi-nya untuk membahas tren global dan kesempatan bisnis di industri halal, hingga menampilkan seni dan budaya bernuansa religi yang dikemas dalam nuansa kolaborasi musik etnik dan modern.

Expo akan mencakup 10 sektor yang menjadi bagian dari gaya hidup halal (Halal Lifestyle),  yakni, makanan, pariwisata, fashion, kosmetik, pendidikan, finansial, farmasi, media dan rekreasional, layanan kesehatan dan kebugaran serta seni dan budaya.

Halal bukan hanya sekadar aturan dalam hukum Islam, namun juga sebagai gaya hidup atau Lifestyle yang komprehensif, kata Sapta Nirwandar. Kesempatan untuk ikut menjadi pemain dalam industri halal lewat gaya hidup halal /Halal Lifestyle masih sangat besar,  ujarnya. Tentu saja juga wisata halal atau halal travel.

Anda mau mengunjungi? Ini garis besar acaranya:

  • 19 Oktober 2017, Conference yang membahas tentang “HALAL INDUSTRY, CULTURAL AND TECHNOLOGY”. Pembicaranya para pakar di bidang industri halal. Diagendakan akan dibuka oleh Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN dan Kepala Bappenas/Sekjen KNKS. Pesertanya diperkirakan  250 orang dari dalam dan luar negeri.

Pembicara yang diundang antara lain Dr. Ahmad Al-Dubayan (Director General of the Islamic Cultural Centre in London), Prof. Dr. Winai Dahlan (Founder and Director of the Halal Science Center of Thailand), Dr. Kim Jin Woo (Director of International Business Affairs of KIHI – Korea), dan Rafiuddin Shikoh (CEO DinarStandard), Muliaman D Hadad (Ketua Umum MES), Hermawan Kartajaya (CEO and Founder Markplus Inc), Elidawati (Founder of El-Corp), Nurhayati Subakat (Founder of Wardah Cosmetic), Dr. Masyhudi (Presiden Director RS. Sultan Agung Semarang), dan Mala Widiyanto (CEO Labbaik). Untuk konferensi ini bagi mahasiswa biaya kepesertaannya Rp 250.000,-; peserta umum Rp 600.000,-.

  • Konser musik Spiritual Etnik oleh Dwiki Dharmawan cs, akan menampilkan musik religi, dikemas dalam musik kolaborasi modern dan etnik. Ini dibuka oleh penampilan seni tari dari TK Ar-Rahman Motik dan grup band Dimensi dari Gontor. Konser musik akan dimulai pada pukul 19.00 di Nusa Indah Teater, Balai Kartini, Jakarta.
  • Hari kedua 20 Oktober 2017, pemutaran film religi keluarga “Iqro”, dilanjutkan dengan diskusi mengenai industri film Indonesia bersama Christine Hakim (Aktris), Budiyati Abyoga (Producer), HB Naveen (produser) dan Larry Wijaya (Cinema Kota).  Ini akan dimulai pukul 14.00 di Mawar Room, 2nd floor Balai Kartini, Jakarta.
  • Fashion show busana muslim, akan menampilkan karya-karya designer muslim Indonesia, akan digelar di area expo setiap hari, antara lain dari Dian Pelangi, El Zatta-Dauky, Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI), Risty Tagor.
  • Expo akan memamerkan produk-produk industri halal selama 3 hari pada 19-21 Oktober 2017. Yang ditampilkan adalah terutama produk-produk unggulan dan layak ekspor, kata Sapta Nirwandar. Ada peserta dari luar negeri antara lain Malaysia, Korea, Thailand juga dari Spanyol.***