TTI eka TD Flores banner featured Flores, tahun ini ingin sungguh tampil ke pasar wisman, ke kelas dunia. Tour de Flores (TDF) akan dilaksanakan pada 19-23 Mei 2016. Akan berlomba di situ 21 tim terdiri atas 16 tim mancanegara,  datang dari 24 negara dan 5 tim dalam negeri ( 4 tim nasional dan 1 tim daerah) memperebutkan hadiah total Rp. 8 milyar.  Hingga kini  telah mengkonfirmasi kehadiran peserta antara lain dari Italia, Belanda, Australia, Jerman, Prancis, China, Jepang, Thailand, Malaysia. Di antara peserta itu ada juga yang merupakan peserta Tour de Ijen  yang akan berlangsung pada 4-7 Mei 2016. Itu data yang diumumkan pada 28/1/2016.

Pada hari itu Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan peluncuraan event tersebut di Jakarta. Menpar menjelaskan, sport tourism seperti TDF memang direct impact nya tidak besar, namun media value nya sangat besar.

Menpar Arief Yahya (kedua kanan) bersama Wakil Gubernur NTT, Benny Alexander Litelnoni (ketiga kiri) memperagakan simbol balap sepeda  saat launching Tour de Flores (28/01) di Jakarta, disaksikan juga antara lain oleh Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Esthy Rko Astuty (ujung kiri). (Foto : Humas)

Menpar Arief Yahya (kedua kanan) bersama Wakil Gubernur NTT, Benny Alexander Litelnoni (ketiga kiri) memperagakan simbolik balap sepeda saat launching Tour de Flores di Kementerian Pariwisata di Jakarta pada 28/1/2016, disaksikan juga antara lain oleh Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Esthy Reko Astuty (ujung kiri). (Foto : Humas)

“Maka event ini merupakan promosi destinasi agar destinasi yang dilalui ajang ini punya brand value, sehingga event ini sangat besar artinya untuk mempromosikan pariwisata di NTT yang merupakan bagian dari 10 destinasi wisata prioritas yang tengah dikembangkan pemerintah” jelas Arief Yahya.

Event terbaik untuk Flores dengan segala potensinya adalah sepeda, kata Menteri. Dan Kementerian Pariwisata akan mendukung melalui promosi dengan mengerahkan spot iklan  di dalam maupun luar negeri yang dimiliki Kemenpar.

Wakil Gubernur NTT Benny Alexander Litelnoni mengungkapkan target provinsi itu menginginkan 100 ribu wisman berkunjung tahun ini, dan memasang target menjadi 500 ribu  pada tahun 2020, dengan hitungan total devisa yang dihasilkan pada tahun itu sekitar US$ 1 miliar  atau setara Rp. 14 triliun. Untuk wisnus ditargetkan sebanyak 250 ribu pada tahun 2016 dan diproyeksikan menjadi 1,6 juta perjalanan pada tahun 2020, perputaran uang tahun itu dari wisnus diperkirakan mencapai Rp. 6,4 triliun. Target tersebut dibuat sejalan dengan ditetapkannya NTT sebagai New Tourism Teritory, menempatkan diri sebagai provinsi pariwisata.

Sementara itu menurut keterangan penggagas acara Primus Dorimulu, kondisi infrastruktur di Flores  akan “siap” pada April mendatang. Tersedia 220 hotel, dan, bila ternyata akomodasi tidak mencukupi, disiapkan rumah penduduk yang akan dijadikan guest house untuk menampung para tamu.  Primus meyakinkan kendati ini baru pertama kali, namun etape yang dilalui akan lebih menantang dan menarik dari Tour de Singkarak (TDS) yang sudah menjadi urutan ke 5 terbesar di dunia.

Lintasan yang akan dilalui sepanjang 661 km akan dibagi dalam 5 etape ( Larantuka-Maumere, Maumere-Ende, Ende–Bajawa, Bajawa-Ruteng, dan Ruteng-Labuan Bajo)  melintasi keindahan obyek wisata unggulan di NTT, gabungan suasana pantai di utara , dan pegunungan di selatan dengan suhu yang berbeda-beda mulai 20 derajat Celcius hingga 30 derajat  Celcius.

Ya, dari sudut pengelolaan suatu event, semogalah ini — kendati yang pertama kali —, bisa meloncat ke “kelas dunia.” ***(Ekasanti)