Sapta Nirwandar (Foto:AH)

Sapta Nirwandar (Foto:AH)

Termasuk Anda, mungkin, acara ini ditargetkan akan dihadiri setidaknya 9.000 pengunjung.  Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (IIHLEC) 2016 akan diadakan 6-8 Oktober 2016 ini di Ciputra Artpreneur, Ciputra World Jakarta. Indonesia Halal Lifestyle Center, diketuai oleh Sapta Nirwandar, menyelenggarakannya. “Akan kita buktikan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim selama ini tak sekadar menjadi konsumen industri halal, tapi juga produsen,“ kata Sapta pada jumpa pers (29/9) di Jakarta.

Kalau selama ini banyak diwacanakan tentang halal tourism dan halal travel atau moslem-friendly-travel, hotel, destination, ternyata industri untuk halal-life-style pun telah berkembang pesat di dunia.

Untuk expo bidang  fashion, 10 perancang nasional akan tampil, di antaranya   Dian Pelangi, desainer Deden Siswanto, Si Se Sa, El Hijab, dan Irna Mutiara.

 

Konferensi dengan pembicara tokoh dan ahli dari dalam negeri dan mancanegara.

Konferensi dengan pembicara tokoh dan ahli dari dalam negeri dan mancanegara. (Foto:Ist)

“ Saya merasa berterima kasih dengan adanya kegiatan ini, karena kami yang terjun di industri halal membutuhkan ruang untuk mengedukasi, mempromosikan halal life style ini. Jadi tanpa pikir panjang kami akan mendukung kegiatan ini sekarang dan seterusnya,” ungkap Dian Pelangi yang hadir pada kesempatan yang sama.

Akan ada pemutaran film Kalam-kalam Langit, yang dibuat berdasarkan novel karya Pipiet Senja dan disutradarai oleh Tarmizi Abka. Puncak penampilan art & culture adalah pameran dari Islamic Fashion Institute, Bandung dan konser Dwiki Darmawan & Orchestra pada 8 Oktober, pukul 20.00-22.00 WIB.

“Sekarang penduduk muslim berjumlah 25 persen dari total populasi dunia atau mencapai 1,8 miliar jiwa. Ini adalah jumlah yang sangat potensial sebagai pasar produk dan layanan halal,” kata Sapta Nirwandar. Dan, gaya hidup halal telah diadaptasi di banyak negara.

Mengutip data Global Islamic Economy (2015-2016) ada sepuluh sektor yang secara ekonomi dan bisnis berkontribusi besar dalam industri halal. Yakni sektor industri makanan, wisata dan perjalanan, pakaian dan fashion, kosmetik, finansial, farmasi, media dan rekreasional, kebugaran, pendidikan dan seni budaya.  Semua itu akan tampil pada even di Jakarta ini.

Jadi, selain pameran, konferensinya bertema “Halal Lifestyle: Global Trends and Business Opportunities”. Peserta terdiri atas  pelaku bisnis halal yang akan mengupas bagaimana industri halal di dunia kini pertumbuhannya mencapai 20 persen per tahun. Itu merupakan pertumbuhan segmen konsumen yang paling tinggi di dunia dan potensial menjadi sumber kemakmuran.

   Menurut Sapta Nirwandar, Indonesia Halal Lifestyle Center merupakan sebuah inisiatif untuk membentuk sistem dukungan komunitas Muslim, agar bisa mengakses dan mendapat pengetahuan tentang produk halal dan layanan pemerintah berdasarkan hukum Islam. Lembaga ini juga akan menjadi pusat aktivitas dan informasi komunitas Muslim untuk belajar, untuk kemudian diarahkan kepada bisnis halal, produk dan layanan. Lembaga ini juga bisa melayani dan mendukung pihak lain untuk menghasilkan produk halal dengan berbagai cara, seperti food, travel, fashion, cosmetic, education, finansial, media dan rekreasi, farmasi, medical care & wellness, dan art & culture. Ini wadah akan mempromosikan mensosialisasikan gaya hidup halal yang kini telah fenomenal di tengah masyarakat, seiring meningkatnya kesadaran komunitas muslim yang ingin hidup lebih sesuai dengan syariah atau ajaran Islam.

Konferensi dan Expo ini direncanakan akan dilaksanakan setiap tahun.***(Ekasanti)