Ian Hanafiah,Direktur Ero Tour.(Foto:YD)

Ian Hanafiah,Direktur Ero Tour.(Foto:YD)

Akan cukupkah satu saja Operator Tur Halal di destinasi seperti Sumatera Barat? Bukankah wisata halal ke sana akan cenderung meningkat, dari dalam dan dari luar negeri? Tentang Ero Tur itu, ini ceritanya.

Wisatawan yang membeli paket wisata halal di Sumatera Barat (Sumbar) akan berkesempatan mengunjungi sekaligus beribadah di dalam mesjid-mesjid tua atau di salah satu mesjid bersejarah di Minangkabau. Sambil mencicipi beragam rendang, makanan yang pernah dinyatakan terenak di dunia versi CNN, yang juga halal. Destinasi yang dikunjungi dan pola perjalanannya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan paket-paket wisata yang  umumnya sudah salesable.

Ian Hanafiah, Direktur Ero Tour, menerangkan, produk-produk dengan paket wisatanya sekarang memanfaatkan mesjid-mesjid yang tersebar di seluruh Sumbar. Timnya berusaha mencari mesjid-mesjid unik baik mesjid agung di kota ataupun mesjid-mesjid tua dan mesjid-mesjid bersejarah dalam program perjalanan di antara mengunjungi obyek-obyek wisata. Dan, standar kebersihan di mesjid juga diperhatikan dan dinilai.

Lalu restoran. Sekarang ini Ero Tour menitikberatkan pada aspek restoran. Setelah terpilih sebagai operator tur wisata halal terbaik di tingkat nasional dan dunia pada tahun ini, tentu akan dipertanyakan jika operator tur ini membawa kliennya ke restoran atau rumah makan yang tidak bersertifikasi halal.

“Dengan status seperti sekarang ini, kami akan memberitahu kepada restoran-restoran yang bekerja sama. Jika mereka belum mempunyainya, kami akan mendorong untuk memproses sertifikasi halal. Ini penting untuk menarik kunjungan wisatawan muslim mancanegara. Dari Timur Tengah misalnya. Sekarang kita tidak cukup lagi mengatakan bahwa pemilik dan pengelola restorannya muslim. Mereka membutuhkan sertifikasi halal sebagai buktinya. Dan itu pernah saya alami,” ujar Ian.

Sertifikasi halal bagi restoran tidak hanya meyakinkan konsumen bahwa bahan-bahan makanannya tidak menggunakan bahan-bahan yang tidak boleh dikonsumsi oleh muslim. Sertifikasi halal artinya menjamin bahan-bahan yang digunakan dalam keadaan segar, diproses secara halal, menggunakan peralatan dan perlengkapan yang bersih mulai dari saat memasak sampai dihidangkan, peralatan dan perlengkapan itu tidak digunakan bersama untuk memasak dan menyajikan makanan yang tidak halal- ini terutama bagi restoran di hotel dan restoran yang menawarkan beragam menu internasional -, serta ruang makan yang bersih dan toilet yang terjaga kebersihannya. Itu pula sebabnya, restoran berlabel halal di luar negeri juga disukai oleh pengunjung non-muslim.

Makan bajamba di rumah gadang.Aktivitas baru yang disukai wisatawan.(Foto:ero-tour.com)

Makan bajamba di rumah gadang.Aktivitas baru yang disukai wisatawan.(Foto:ero-tour.com)

“Sekarang Sumatera Barat sudah terpilih sebagai tujuan wisata halal nasional dan dunia. Jadi standar kebersihan di restoran harus benar-benar dijaga. Selain itu, jujur dalam berniaga agar memberi kesan baik dan tidak membuat kapok wisatawan. Saat ini memang masih sedikit restoran berlabel halal di Sumbar,” katanya menambahkan.

Apakah tidak takut kehilangan klien dari pasar wisatawan non-muslim? Mengenai hal tersebut, dia menyampaikannya begini:

Segmen pasar kan berbeda-beda. Yang ingin menikmati alam bukan hanya wisatawan muslim saja. Wisatawan non-muslim pun ingin menikmatinya. Mereka sudah mulai memahami, halal itu bukan sekedar beda antara halal dan haram. Tapi proses suatu pelayanan. Contoh di restoran. Makan di restoran dengan label halal orang asing juga suka. Mereka tahu, konsep halal atau keberadaan label halal artinya di situ prosesi memasaknya pasti bersih, mulai dari bahan-bahannya sampai alat-alat pemrosesnya. Itu yang terjadi di Thailand di mana wisata halal berkembang sangat pesat. Wisatawan dari Timur Tengah rata-rata berhati-hati. Namun dengan ada label “Halal”, timbul rasa yakin.

Ian Hanafiah mendirikan perusahaan perjalanan Ero Tour tahun 1998  setelah mengenyam 10 tahun pengalaman di agen perjalanan sebagai pemandu wisata. Fokus bisnisnya pada Inbound Tour dan Tur Domestik khususnya bagi pasar wisatawan muslim dari negara-negara di ASEAN dan beberapa dari Timur Tengah serta dari dalam negeri sendiri.

Untuk setiap perjalanan tur setempat selalu diusahakan wisatawan bisa beribadah di mesjid. Timnya berusaha jika ada mesjid unik atau bersejarah dalam perjalanan.

Untuk akomodasi, memprioritaskan dukungan dan menggunakan akomodasi yang telah mengantongi Halal Certificate. Dan khusus bagi klien dari Timur Tengah dia menawarkan produk baru yang disebut paket “Green and Wonderful”.

Di dalam itinerary, misalnya paket “Green and Beautiful West Sumatera” selama 5 hari 4 malam atau wisata kuliner Minangkabau di Sumbar selama 3 hari dua malam, disebutkan, melayani tamu-tamunya bisa solat di mesjid dan garansi makanan halal.*** (Yun Damayanti)