Di Balik Proyeksi Peningkatan 50% Wisman dari Arab Saudi Tahun Ini, Para Jurnalis dan Agen Perjalanan Berperan

Setiap kamar di Raffles Hotel Jakarta dilengkapi dengan living room.Ini kamar standar seluas 60 meter persegi. Juga dirancang dengan cita rasa seni yang tinggi dan standar fasilitas pelayanan sempurna. (Foto:YD)

Setiap kamar di Raffles Hotel Jakarta dilengkapi dengan living room.Ini kamar standar seluas 60 meter persegi. Juga dirancang dengan cita rasa seni yang tinggi dan standar fasilitas pelayanan sempurna. (Foto:YD)

(Yun Damayanti melanjutkan travel notes -nya setelah mengikuti perjalanan famtrip para jurnalis Arab Saudi, diselengarakan oleh Kementerian Pariwisata). Di tengah kota Bogor, ada Restoran & Kafe Gumati menghadap Gunung Salak. Sambil menunggu tersajinya hidangan makan siang, para peserta famtrip media dari Arab Sudi mengabadikan gunung sebagai latar belakang terhadap sebuah salak yang dipegang oleh salah seorang anggota rombongan. Seorang jurnalis dari Arab Saudi kemudian mencicipi buah salak itu dan menyukainya.

Bis berjalan sedikit melambat saat melewati Istana Bogor. Siang itu ratusan rusa sedang merumput di halaman istana. Semua peserta famtrip seakan merasa tak percaya melihatnya dan senang sekali bisa menyaksikan muka Istana Bogor meskipun hanya dari atas bis. Kemudian seorang jurnalis lainnya bertanya,

“Bagaimana masyarakat menyambut Raja waktu itu?”

Diterangkan, anak-anak sekolah dan warga Bogor telah berkumpul di titik-titik tertentu sejak pagi. Meskipun hujan deras mengguyur saat Raja Salman tiba di kota Bogor tidak menyurutkan antusiasme warga menyambut raja dengan mengibarkan dua bendera, bendera merah-putih dan bendera Arab Saudi.

“Apakah baginda Raja menginap di Istana Bogor?”

Living room di Raffles Suite Jakarta.(Foto:YD)

Living room di Raffles Suite Jakarta.(Foto:YD)

Tidak. Usai sambutan kenegaraan dan santap siang, Raja Salman beserta delegasinya langsung menuju Jakarta. Raja Salman menginap di Raffles Hotel Jakarta di sekitar kawasan Mega Kuningan sedangkan anggota delegasi lainnya menginap di beberapa hotel lain di Ibu Kota.

“Masya Allah,” begitu ucapan yang seolah tak putus-putus terlontar, setiap kali melihat keindahan, kerindangan dan kerimbunan pepohonan di tengah alam hingga rute perjalanan yang dilalui oleh Raja Salman.

Hari telah sore ketika peserta Famtrip for Media/Journalist from Middle East tiba di Raffles Hotel Jakarta. Waktu hotel visit, para jurnalis itu diperlihatkan kamar suite yang ditempati oleh Raja Salman ketika berada di Jakarta.

Luas kamar suite di lantai 25 itu 390 meter persegi. Di dalamnya, ada satu kamar utama yang menghadap pemandangan gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta, dan satu kamar lainnya untuk staf pengawal yang dilengkapi kamar mandi sendiri. Di dalam ruang utamanya ada ruang tamu, ruang makan, ruang kerja, dan dapur dengan peralatan lengkap. Di kamar utamanya dilengkapi dengan satu ruang walk-in closet yang luas; kamar mandi dengan ruang bathtub- juga dengan pemandangan lansekap kota-, shower room dan closet yang terpisah; ruang massage dan spa; dan kardio room. Semua peralatan dan perlengkapannya amat modern, penuh cita rasa seni yang tinggi dengan sentuhan-sentuhan Indonesia melalui lukisan-lukisan dan patung-patung kontemporer karya seniman Indonesia. Jubah mandi pun dibuat dari batik di atas kain sutera khusus dirancang oleh perancang ternama Indonesia Oscar Lawalata.

Hari Rabu 1 Maret 2017, Presiden Joko Widodo menyambut Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta. Hari itu telah menciptakan kesan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Karena setelah 47 tahun seorang raja dari Arab Saudi kembali berkunjung ke Indonesia. Hari itu juga tidak akan dilupakan oleh rakyat Arab Saudi ketika di media-media daring dan media sosial-media sosial ramai memberitakan bagaimana masyarakat Indonesia dan pemimpin negaranya menyambut raja mereka di Tanah Air.

Pada hari Rabu (5/4), meskipun tidak berawal dari Bandara Halim Perdanakusumah, enam orang jurnalis dari Arab Saudi menapaktilasi rute perjalanan Raja Salman antara Bogor-Jakarta.  Mereka adalah peserta Famtrip for Media/Journalist from Middle East yang difasilitasi Kementerian Pariwisata melalui Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika.

Publisitas tentang pengalaman Raja Salman dari sisi wisatawan “high end” di destinasi Indonesia,  tentu akan kembali menggaung di masyarakat Arab Saudi khususnya, dan masyarakat Timur Tengah pada umumnya. Ditambah lagi kegiatan para travel agent dan operator tour  dari Arab Saudi yang bulan April ini juga diajak oleh Kemenpar meng-up-date dengan mengunjungi rute perjalanan “wisata” sang Raja, mereka pun niscaya akan menciptakan dan menjual paket-paket wisata dengan upaya-upaya khusus. Di situlah harapan seperti dperkirakan oleh Menpar Arief Yahya, tahun 2017 jumlah wisman dari kawasan Arab akan meningkat 50% dari jumlah tahun 2016 lalu.***(Yun Damayanti. Bersambung)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.