TTI Koh Tachai island thailand featured Satu tourist spot Pulau Koh Tachai dinyatakan ditutup bagi wisata dan tidak akan dibuka lagi. Sudah penuh sesak oleh turis, maka Pemerintah Thailand menyatakan menutupnya. Pulau kecil itu bagian dari Similan National Park, di mana kunjungan jumlah wisatawan yang memberatkan dinyatakan membahayakan lingkungan dan sumber daya alam.

Pulau Koh Tachai, Thailand. (Foto;Isst)

Pulau Koh Tachai, Thailand. (Foto;Isst)

Satu laporan di “Tourism Review” (Inggris) minggu lalu menyebutkan, menyadari kerusakan pariwisata Pulau yang terletak di lepas pantai provinsi Phang Nga itu, maka akan ditutup selama musim hujan antara pertengahan Mei dan pertengahan Oktober

2016 ini, bersama dengan taman nasional laut lainnya, namun Tachai tidak akan dibuka lagi untuk wisatawan.

Tetapi bersamaan itu diumumkan juga bahwa para wisatawan penyelam akan tetap memiliki akses ke beberapa situs menyelam di Koh Tachai. Tunya Netithammakul, direktur umum Taman dan Tanaman Konservasi Thailand, Departemen Taman Nasional, mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk merehabilitasi dan perbaiki pulau serta laut sebelum rusak.

Mengutip ahli, media lokal melaporkan bahwa sebuah pantai di pulau hanya dapat menampung sekitar 70 orang pada satu waktu. Namun, lebih dari 1.000 wisatawan menghabiskan liburan mereka di pantai di saat bersamaan. Setiap tahun jutaan wisatawan mengunjungi pulau-pulau dan pantai Thailand. Pemerintah setempat sedang memantau semua destinasi wisata dalam hal kerusakan pariwisata yang mungkin terjadi terkait dampak negatif dari banyaknya pengunjung.

Seorang penyelam, Steve Downing, berkebangsaan Inggris, yang menyelam dan snorkel di Tachai tahun lalu, dikutip mengatakan bahwa kawasan tersebut adalah surga mini jika tidak ramai. Dia menambahkan bahwa banyak snorkelers berpengalaman mengganggu sistem terumbu yang sensitif ketika mereka menyelam ke karang untuk mengambil foto ikan dengan mengejar-ngejar dan memberi makan. Menurut dia, orang lebih tertarik untuk mengambil foto dari satwa liar ketimbang melestarikan.

Beberapa tempat lainnya di seluruh dunia yang dinyatakan “cantik” tapi telah mengalami kerusakan terkait pariwisata meliputi:

Phi Phi Islands, Thailand. Setelah film Hollywood “The Beach” mengambil lokasi pulau ini utuk shooting, kecantikan tropis-nya telah mengalami tekanan berat akibat ledakan pariwisata yang tidak terkendali.

Cozumel Island, Meksiko.    Sejauh ini operator pelayaran menyatakan prihatin, mengingat ini adalah tujuan wisata paling populer kedua di dunia. Kerusakan berat dinyatakan telah terjadi terhadap Mesoamerika Barrier Reef.

Kepulauan Galapagos, Ekuador. Ekosistem unik di pulau yang terisolasi ini dinyatakan telah menjadi sangat sensitif karena lonjakan jumlah wisatawan berkunjung.

Dengan itu kita diingatkan lagi akan pengelolaan destinasi dan tourist spot yang memerlukan pemeliharaan sustainabality di kawasan-kawasan yang tengah menjalani kemajuan bisnis kini, di Sabang, Raja Ampat, Wakatobi, pulau Komodo, pulau Derawan hingga pulau Gili-gili di Lombok…***