BIs Pownis telah resmi menjadi bis wisata keliling kota Pangkalpinang,peserta buyers PTM 2017 pun mencobanya.(Foto:YD)

BIs Pownis telah resmi menjadi bis wisata keliling kota Pangkalpinang,peserta buyers PTM 2017 pun mencobanya.(Foto:YD)

Ada yang baru dan unik di kota Pangkalpinang. Bis kayu Pownis kembali wira-wiri di jalan-jalan dalam kotanya sejak Januari 2017. Bis Pownis merupakan alat transportasi yang disukai masyarakat untuk mobilitas antara kota Pangkalpinang dan Sungailiat di era 1970-1990. Keberadaannya mulai memudar bahkan menghilang setelah tahun 2012. Siapa sangka, bis kayu itu kini resmi beroperasi lagi. Sekarang dia  mengangkut para wisatawan keliling kota Pangkalpinang.

Pada era 1970, 1980, 1990  beroperasi sekitar 53 unit bis. Rutenya melayani Pangkalpinang (Pinkong)-Sungailiat (Liatkong). Dahulu bis ini juga disewa untuk piknik ke pantai. Bis bisa beroperasi karena Belanda telah membangun aksesibilitas di Pulau Bangka, khususnya ruas yang menghubungkan Pangkalpinang-Baturusa-Merawang-Sungailiat, sejak sekitar tahun 1850-an. Selain itu, Belanda juga membangun jalan-jalan setapak antar kampung yang menghubungkannya dengan jalan raya.

Seiring dengan kedatangan kendaraan-kendaraan yang lebih modern ke pulau ini, peminatnya semakin berkurang. Sampai dengan tahun 2000 masih ada bis pownis yang beroperasi. Pada tahun 2012 tinggal 7 unit. Setelah itu, menghilang.

Warga kota tidak lagi menjumpainya sampai dengan pelaksanaan Pangkalpinang Travel Mart kedua pada bulan April 2016. Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang memperkenalkan kembali Bis Pownis. Waktu itu, panitia penyelenggara mengajak peserta buyers dari berbagai daerah di Indonesia naik bis kayu ini untuk berkeliling ibu kota Provinsi Bangka Belitung.

Kemudian, PT Timah merilis 2 unit Bis Pownis pada tanggal 24 Januari 2017 lalu. Kedua bis digunakan untuk kegiatan Pangkalpinang City Tour. Bis Pownis yang masih tersisa sekarang dimiliki dan berada di bawah manajemen PT Timah.

Jendela kayu sederhana Bis Pownis ini dirancang hampir mendekati jendela yang ditemui di kereta komuter Jabodetabek.(Foto:YD)

Jendela kayu sederhana Bis Pownis ini dirancang hampir mendekati jendela yang ditemui di kereta komuter Jabodetabek.(Foto:YD)

Apa itu Bis Pownis?

Badan bis, termasuk pintu dan jendela, serta tempat duduk penumpang Bis Pownis dibuat dari kayu. Jendela ditutup dengan cara mengangkatnya ke atas atau dibuka dengan menurunkannya ke bawah. Mesin yang digunakan mesin buatan Mitsubishi, Daihatsu, atau GMC. Bahan bakarnya solar dan bensin. Ruang bagasi berada di bagian atas bis. Di bagian belakang badan bis dipasangi tangga untuk menaikkan-menurunkan barang bawaan penumpang. Bis ini berkapasitas 24 penumpang ditambah seorang sopir.

Pownis merupakan singkatan dari Persatuan Oto-oto Warga Negara Indonesia Sungailiat. Usaha jasa transportasi yang melayani rute Pangkalpinang-Sungailiat ini rata-rata dijalankan oleh keturunan Tionghoa di Pulau Bangka. Untuk menandakan bahwa usaha jasa tersebut legal waktu itu maka ditambahkan “Warga Negara Indonesia” di dalam penamaannya.

Interior di dalam Bis Pownis sekarang sudah dirapihkan.(Foto:YD)

Interior di dalam Bis Pownis sekarang sudah dirapihkan.(Foto:YD)

Pada tahun 1959, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan PP No.10/1959. Isinya, melarang orang yang masih berstatus warga negara asing terlibat dalam kegiatan perdagangan dan usaha lainnya, kecuali yang dilakukan di ibu kota kabupaten atau kotamadya daerah swatantra. Daerah swatantra di Pulau Bangka saat itu ada di kota Pangkalpinang dan Sungailiat. Peraturan tersebut dikeluarkan sebab banyak keturunan Tionghoa yang masih berstatus sebagai warga negara asing pada masa itu.

Berdasarkan hasil sensus tahun 1971, penduduk di Kabupuaten Bangka sebanyak 362.438 jiwa. Dari jumlah itu 45.829 jiwa warga keturunan Tionghoa WNI dan 53.356 keturunan Tionghoa yang masih berstatus WNA. Pada tahun 1970, warga keturunan Tionghoa yang masih berstatus WNA di Pangkalpinang saja mencapai sekitar 15.000 orang.

Dari Watertoren ini dialirkan air bersih bagi warga kota Pangkalpinang.Hingga saat ini.(Foto:YD)

Dari Watertoren yang dibangun pada tahun 1932 ini dialirkan air bersih bagi warga kota Pangkalpinang.Hingga saat ini.(Foto:YD)

Pangkalpinang City Tour

Wisata keliling kota Pangkalpinang dengan Bis Pownis tidak bayar. Karena ini merupakan salah satu program CSR PT Timah. Wisata kota menumpang Bis Pownis bisa dirasakan setiap hari Sabtu dan Minggu mulai dari pukul 10.00 hingga pukul 16.00.

Rute tur keliling kota selama sekitar 1 jam ini berawal dan berakhir di Museum Timah Pangkalpinang. Rutenya: Museum Timah (House Hill)-Masjid Jamik-Rumah Residen (Residentshuis te Pangkalpinang op Bangka)-Tamansari (Wilhelmina Park)-Menara air (watertoren)-Panti Wangka (Societeit Concordia)-Rumah Sakit Bakti Timah (Hoofgebow van het Ziekenhuis van de Bangka tin Winning te Pangkalpinang)-Europeesce Lagere School-Hollandisch Chineesche School-GPIB Maranatha (Kerkeraa der Protestansche Gemente to Pangkalpinang)-pemakaman belanda (Kerkof)-House of Lay Nam Sen-Gereja Katedral Santo Yosef-Wisma Timah Satoe (Woonhuis te Pangkalpinang)-Resident Kantoor.

Bagi yang berminat menggunakan Bis Pownis di luar jadwal operasionalnya bisa menghubungi PT Timah di 0717-425 8000 ext. 15631/11149.*** (Yun Damayanti)